04 Desember 2012

RUMUS PENENTUAN JUMLAH SAMPEL

Beberapa rumus untuk menentukan jumlah sampel antara lain :

1. Formula Slovin (dalam Riduwan, 2005:65)     
     N = n/N(d)2 + 1      
 Keterangan :
  • n = sampel; 
  • N = populasi; 
  • d = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05.
Misalnya, jumlah populasi adalah 125, dan tingkat kesalahan yang dikehendaki adalah 5%, maka jumlah sampel yang digunakan adalah :  
N = 125 / 125 (0,05)2 + 1 = 95,23, dibulatkan 95
 
2. Formula Jacob Cohen (dalam Suharsimi Arikunto, 2010:179)
               N = L / F^2 + u + 1
Keterangan :
  • N = Ukuran sampel
  • F^2 = Effect Size
  • u = Banyaknya ubahan yang terkait dalam penelitian
  • L = Fungsi Power dari u, diperoleh dari tabelPower (p) = 0.95 dan Effect size (f^2) = 0.1
  • Harga L tabel dengan t.s 1% power 0.95 dan u = 5 adalah 19.76
Maka dengan formula tsb diperoleh ukuran sampel N = 19.76 / 0.1 + 5 + 1 = 203,6, dibulatkan 203

3. Ukuran Sampel berdasarkan Proporsi (Tabel Isaac dan Michael)
Tabel penentuan jumlah sampel dari Isaac dan Michael memberikan kemudahan penentuan jumlah sampel berdasarkan tingkat kesalahan 1%, 5% dan 10%. Dengan tabel ini, peneliti dapat secara langsung menentukan besaran sampel berdasarkan jumlah populasi dan tingkat kesalahan yang dikehendaki.

4. Cohran’s Formula

Data Continues
            N = (t^2) * (s^2) / (d^2)      
 dimana,
  • N = ukuran sampel, 
  • t = nilai t berdasarkan alpha tertentu,
  • s =  standard deviasi dari populasi, dan 
  • d = margin error
Contoh :
(1.96)^2 (1.167)^2 /  (7*.03)^2 = 118

Data Kategori
              N = (t)^2 * (p)(q) / (d)^2
Dimana,
  • N = ukuran sampel, 
  • t = nilai t berdasarkan alpha tertentu, 
  •  (p)(q) = estimate of variance, 
  • d = margin of error yang diterima
Contoh :
(1.96)^2(0.5)(0.5) / (.05) ^ 2 = 384

5. Formula Lemeshow Untuk Populasi tidak diketahui
                n = Z^2 P(1− P)/d^2          
dimana
  • z = 1.96
  • p = maximal estimasi = 0.5
  • d = alpha (0.05)
Dengan demikian
1.96^2 . 0.5 (1-0.5) / 0.05^2= 384

11 komentar:

  1. dalam formula slovin.
    bagaimana menentukan nilai e?

    BalasHapus
  2. Menentukan nilai e terkait dengan keputusan peneliti, apakah menghendaki tingkat presisi yang ketat atau tingkat presisi yang masiih dapat ditoleransi. Misalnya dengan rentang 1% atau 10% atau boleh juga lebih.

    BalasHapus
  3. jika dalam penelitian tempat penelitian terlalu banyak dan terbatasnya waktu, tenaga peneliti apakah pengambilan jumlah sampel tempat penelitian perlu menggunakan rumus sampel? mohon bantuannya, trmkh

    BalasHapus
  4. jika populasi 230 orang... dihitung menggunakan rumus slovin dengan e=10%
    sudahkah bisa dibilang penelitian trsbut akurat?? atau ada saran lain untuk mnghitung jumlah sampel...mhon bantuannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tingkat keakuratan tergantung pada persepsi riset itu sendiri, tapi rumus diatas adalah pilihan peneliti..semuanya boleh dan akurat tidaknya harus berpedoman dari pendapat para ahli, artinya formulasi sampel diatas itu standar riset, akurat tidaknya anda diskusikan dengan pembimbing skripsi/tesis anda.

      Hapus
  5. saya mw nanya untuk formula no 5, apakah nilai Z selalu 1,96?
    tlg balas

    BalasHapus
  6. klu sampling errornya(tingkat kesalahnnya) 5% nilai Z nya 1.96 klu 1 % beda lgi liat ditabel normal ja...

    BalasHapus
  7. salam kenal... sy Yaldi... mas sy minta tlg bagaimana bentuk dan perhitungan penggunaan rumus jort korof (ejaan namanya sy lupa....?) jg sy mhn diemail ke; tanjab67@yahho.co.id, terimakasih sebelumnya...

    BalasHapus
  8. mohon bantuanya
    lebih lengkapnya saya dapat mengetahui Formula Lemeshow Untuk Populasi tidak diketahui di buku atau webmana ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. informasi baru...silahkan kalau ada yang mau mengirimkan...

      Hapus
  9. maaf sedikit koreksi. penulisan rumus slovin kurang tepat, tp hitungannya sdh benar. rumus yg benar; n = N/1 + N(d)2

    BalasHapus

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *