03 Mei 2019

Judul Penelitian

Suatu hal yang menjadi beban para peneliti mahasiswa tingkat akhir adalah penentuan judul terbukti dilapangan Kesulitan pertama  adalah saat pengajuan judul dan secara pintas mengadopsi dari hasil skripsi orang lain tanpa memahami latar belakang masalah penelitian. sehingga kendala nampak saat pada proses penentuan analisa datanya. Apa perlu judul dibuat dulu, baru masalah belakangan? Kenyataannya mereka mencari berbagai judul terkadang tidak tahu eksistensi masalahnya.

Cara menentukan judul
            Seorang peneliti merasakan adanya "sesuatu yang tidak beres", (dalam arti tidak atau belum sesuai dengan kondisi yang seharusnya), artinya seorang peneliti harus memiliki keingintahuan yang tinggi dan keinginan untuk memperbaiki keadaan.
Contoh : "Selama saya kuliah, belum pernah saya temui seorang mahasiswa pun berjalan sambil membaca buku di kampus karena saking gemarnya membaca, misalnya.ini juga menguatkan survei UNESCO bahwa pringkat membaca Indonesia, berada di bawah negara-negara tetangga kita seperti Malaysia bahkan Vietnam. Mungkin juga beralasan bahwa lesunya membaca ini adalah pemicu sepinya diskusi-diskusi kecil atau publik di kampus. Padahal, menurut mahasiswa yang sudah alumni, kegiatan diskusi adalah kegiatan yang biasa ditemui di setiap sudut kampus ini dulu. (kutipan dari radarbanten.com)
Mengacu pada masalah yang dapat dilihat dari suatu kasus bisa diambil rumusan masalah yang diungkapkan dalam kalimat tanya :
  1. Apakah benar bahwa mahasiswa kita kurang minat membaca?
  2. apakah benar lesunya minat membaca berakibat lesunya forum diskusi di kampus?
  3. apakah benar dengan lesunya membaca dan diskusi ini mengakibatkan kurang ada gairah dalam penelitian dan menulis dikalangan mahasiswa?
Dari pertanyaan diatas peneliti harus bisa menentukan apa variabel penelitian atau yang menjadi objek penelitian yang merupakan inti dari masalah penelitiannya. dengan kata lain untuk menyusun masalah penelitian peneliti harus mengetahui terlebih dahulu apa variabelnya. ketiga pertanyaan diatas diajabarkan berdasarkan tiga gejala yang penliti baca di media berdasarkan pengamatan sendiri. 
Hal lain yang bisa diamati dari " Hal yang tidak beres", dapat dilihat dari hal yang positif dari kegiatan mahasiswa dengan adanya kegiatan mentoring yang diselenggarakan oleh "lembaga dakwah kampus' terutama dikampus umum yang marak dibandingkan dengan kampus berbasis agama. sehingga anda rumuskan juga dalam kalimat pertanyaan :
  1. Kegiatan positif apa saja yang dilakukan mahasiswa melalui kelompok mentoring tersebut?
  2. Motif-motif apakah yang mendorong para mahasiswa untuk mengadakan kelompok mentoring tersebut?
  3. Apakah ada kaintan yang erat antara mentoring dengan kegiatan salah satu partai sebagai sel kaderisasi?
Untuk menjawab semua pertanyaan dari asumsi dasar yang diajukan peneliti dapat mengajukan pertanyaan "Manakah kira-kira yang paling baik, mulai dengan mendaftar sebanyak mungkin pertanyaan atau langsung menentukan sejumlah pertanyaan?"
Asumsinya sebagian orang dengan cepat memperoleh pertanyaan penelitian karena sensitif terhadap lingkungan dan dapat merasakan adanya permasalahan disekelilingnya sehingga ingin memecahkan permasalahan tersebut melalui kegiatan penelitian. sebaliknya sebagian orang sukar menemukan permaslahan yang akan diteliti sehingga apabla seorang mahasiswa, setelah lama menyelesiakan teori, tidak habis-habis berada dalam "masa berpikir mencari judul "untuk skripsinya.
Intinya modal utama mahasiswa dalam menentukan judul harus menguasai permasalahan lalu lanjut pada pemahaman terhadap literatur yang relevan dengan judul penelitiannya. dalam keadaan mantap peneliti harus juga meninjau kembali rumusan pertanyaan yang diajukan dan sambungkan dengan bahan pustaka, sebaliknya jika dalam mengkaji bahan pustaka untuk teori tidak memperoleh dukungan maka lebih baik mengurungkan niatnya untuk walaupun judul dirasakan sudah sesuai dengan keinginan peneliti.
Secara garis besar, proses penelitian pada umunya melalui langkah-angkah sebagai berikut ;
  1. Mencari permasalahan yang pantas untuk diteliti.
  2. menelaah buku-buku untuk mencari dukungan teori dengan cara membaca buku teori maupun laporan hasil penelitian dari hasil telaah ini peneliti menentukan langkah untuk terus atau harus menghentikan penelitiannya.
  3. meninjau kembali rumusan serta memantapkan problematika tersebut dan dilanjutkan dengan merumuskan tujuan dan hipotesis penelitian.
  4. menyusun instrumen pengumpul data.
  5. melaksanakan penelitian
  6. melakukan tabulasi pengolahan data
  7. mengambil kesimpulan
  8. menyusun laporan penelitian
Acuan menentukan sebuah judul skripsi
setelah memahami urutan proses penelitian secara umum kembali pada prumusan problematika dan judl penelitian. apabila peneliti sudah merasa bahwa ia telah memiliki problematika penelitian dan hal ini berarti bahwa peneliti dengan jelas sudah menguasai permasalahan penelitiannya, maka ia dapat mencari rumsuan untuk judulnya. rumusan problematika saja memang belum cukup, peneliti harus juga mengetahui hal-hal lain yang berkaitan dengannya.
  • Berpatokan pada masalah bukan pada judul skripsi yang ada
Walaupun judul selalu tercantum dibagian paling depan dari setiap penelitian, tetapi tidak berarti penelitian berangkat dari judul. bahkan untuk jenis penelitian kualitatif, judul penelitian dapat dibuat setelah penelitian selesai. Kekeliruan sebagian mahasiswa selalu menentukan judul berasal dari judul yang sudah ada, padahal judul bisa diambil dari permasalahan yang ada dalam mata kuliah, fenomena sehari-hari ditempat kerja, dari hasil sharing seminar, pola pikir membuat judul dapat dilihat :
Masalah -----; Identifikasi masalah............; Batasan masalah ...............; Judul
Dari pola diatas maka judul penelitian itu sudah spesifik karena berangkat dari batasan masalah. jadi variabel penelitian yang telah dibatasi itulah yang diangkat menjadi judul penelitian. Masalah dapat dilihat dari asumsi dasar (dasar berpijak masalah yang bisa dijadikan sebuah acuan judul) seperti : 
"Kesulitas mahasiswa STBAJIA untuk menghilangkan logat daerah saat pengucapan bahasa jepang"
"PT KAI seringkali terjadi kecelakaan yang tidak bisa diprediksi"
  • Judul harus netral
Karena pada dasarnya meneliti adalah keinginan mengetahui data atau gejala sebagaimana adaya (bukan sebagaimana seharusnya) maka judul penelitian harus netral, tidak dipengaruhi unsur-unsur subyektif yang belum diketahui kebenarannya. judul penelitian harus netral dan didasarkan pada bentuk-bentuk permasalahan. untuk bentuk permasalahan deskriptsif yang bersifat estimasi (yang menggambarkan keadaan satu variabel/uni variabel)
  • Teks judul sederhana dan spesifik
untuk penelitian harus ada pembatasan maslah dengan memperkecil jumlah variabel, memperkecil jumlah subjek penelitian, mempersempit lingkup wilayah penelitian menggunakan instrumen dengan memilih metode pengumpulan data yang lebih sederhana, menganalisis data dengan teknik yang tepat guna dan menyusun laporannya sesingkat mungkin. 
 Sebuah judul harus berisikan ;1).  teks pengantar (analisa, hubungan dengan..., studi deskriptif..., studi ekssploratif, dll); 2). variabel pokok yang merupakan objek yang akan diteliti,  3). subjek penelitian tempat diperolehnya data untuk variabel yang diteliti, 40. lokasi tempat penelitian dilaksanakan, 5). waktu data penelitian diambil atau waktu penelitian dilaksanakan.Teks judul dapat ditulis dalam skrisi seperti berikut :
  1. Peranan......................terhadap....................................................................
  2. pengaruh.....................terhadap...................................................................
  3. pengaruh.....................dan......................terhadap.......................................
  4. Hubungan...............dengan..........................................................................
  5. hubungan.....................dan.....................dengan..........................................
Judul penelitian selain berbentuk hubungan sebab-akibat bisa juga bersifat komparatif (membandingkan), maka judulnya penelitian dengan teks yang sering digunakan
:"Perbandingan...................antara...........................................................................
"perbandingan...................terhadap …………………………………………..
karena dalam penelitian kualitatif banyak variabel yang diamati dan masalah yang diteliti belum jelas, maka judul-judul penelitian tidak harus eksplisit serti pada batasan masalah. judul-judl penelitiannya masih bersifat sementara, dapat berubaha dan dapat dirumuskan judlnya setelah penelitian selesai. 

 Judul bisa juga dari pembimbing anda
Kalau Anda beruntung, bisa saja dosen pembimbing sudah memiliki topik dan menawarkan judul skripsi ke Anda. Biasanya, dalam hal ini dosen pembimbing sedang terlibat dalam proyek penelitian dan Anda akan "ditarik" masuk ke dalamnya. Kalau sudah begini, penulisan skripsi jauh lebih mudah dan (dijamin) lancar karena segalanya akan dibantu dan disiapkan oleh dosen pembimbing.Akan tetapi terlalu banyak mempunyai permasalahan lalu berkonsultasi dengan pembimbing, setelah mengetahui adanya kesulitan lalu berubah ingin mengganti judul. dengan proposal yang diajukan dengan berbagai alasan latar belakang masalah diajukan, belum selesai terpikir masalah lain sangat menarik untuk diajukan kembali menjadi sebuah judul. bisa jadi mahasiswa yang sering gunta-ganti judul tidak menguasai permasalahan dengan baik. dipihak lain ada mahassiwa yang sulit menemukan judul, tidak segan-segan meminta pada calon pembimbing atau judul diberikan oleh dosen tapi kesulitan mencerna karena mahasiswa belum terbiasa merangkai kata-kata, nasehat dosen sangat bermanfaat, tapi terkadang judul skripsi pemberian dosen sulit dipahami oleh mahasiswa maknanya sehingga ada kompromi semu padahal tidak paham dengan permasalahan.
Sayangnya, kebanyakan mahasiswa tidak memiliki keberuntungan semacam itu. Mayoritas mahasiswa, seperti ditulis sebelumnya, harus bersikap proaktif sedari awal. Jadi, persiapan sedari awal adalah sesuatu yang mutlak diperlukan.
Idealnya, skripsi disiapkan satu-dua semester sebelum waktu terjadwal. Satu semester tersebut bisa dilakukan untuk mencari referensi, mengumpulkan bahan, memilih topik dan alternatif topik, hingga menyusun proposal dan melakukan bimbingan informal.
Dalam mencari referensi/bahan acuan, pilih jurnal/paper yang mengandung unsur kekinian dan diterbitkan oleh jurnal yang terakreditasi. Jurnal-jurnal top berbahasa asing juga bisa menjadi pilihan. Kalau Anda mereplikasi jurnal/paper yang berkelas, maka bisa dipastikan skripsi Anda pun akan cukup berkualitas.
Unsur kekinian juga perlu diperhatikan. Pertama, topik-topik baru lebih disukai dan lebih menarik, bahkan bagi dosen pembimbing/penguji. Kalau Anda mereplikasi topik-topik lawas, penguji biasanya sudah "hafal di luar kepala" sehingga akan sangat mudah untuk menjatuhkan Anda pada ujian skripsi nantinya.
Kedua, jurnal/paper yang terbit dalam waktu 10 tahun terakhir, biasanya mengacu pada referensi yang terbit 5-10 tahun sebelumnya. Percayalah bahwa mencari dan menelusur referensi yang terbit tahun sepuluh-dua puluh tahun terakhir jauh lebih mudah daripada melacak referensi yang bertahun 1970-1980.
Salah satu tahap persiapan yang penting adalah penulisan proposal. Tentu saja proposal tidak selalu harus ditulis secara "baku". Bisa saja ditulis secara garis besar (pointer) saja untuk direvisi kemudian. Proposal ini akan menjadi guidance Anda selama penulisan skripsi agar tidak terlalu keluar jalur nantinya. Proposal juga bisa menjadi alat bantu yang akan digunakan ketika Anda mengajukan topik/judul kepada dosen pembimbing Anda. Proposal yang bagus bisa menjadi indikator yang baik bahwa Anda adalah mahasiswa yang serius dan benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan skripsi dengan baik.
 Judul yang sesuai dengan tingkat analisa dan penentuan topik
kadang kala yang harus dilakukan bagaimana cara menentukan sampai seberapa besar cakupan analisa. Hal ini sangat penting karena dengan menentukan tema atau judul yang sesuai dengan tingkatan analisa tepat maka anda akan lebih mudah menentukan rumusan masalah dan pembatasan penelitian. Jadi, sebenarnya untuk menentukan judul dalam berbagai kajian ilmu apapun tidaklah sesulit yang mahasiswa bayangkan.
            Dalam penetuan topik disarikan bahwa topik harus penting (significanne of topic), harus menarik perhatian penelitian (interesting topic), harus didukung oleh data atau dngan kata lain untuk topik harus tersedia datanya (obtainable data) dan topik penelitian harus dapat dilaksanakan dalam arti sebatas kemampuan penelitian (manageble topic)
Berikut merupakan langkah yang harus anda lakukan ketika memilih tema atau judul untuk skripsi bahasa
Bagaimana untuk mendapatkan judul yang sesuai dalam ilmu bahasa.
Untuk mendapatkan judul atau tema skripsi ilmu bahasa maka saya sarankan anda harus membaca banyak referensi. Banyak referensi, tidak berarti tidak harus bersumber pada buku-buku atau jurnal yang membahas tematik bahasa. Saya seringkali menemukan judul ilmu bahasa yang kemudian saya angkat menjadi skripsi ketika membaca majalah-majalah seperti National Geography atau bahkan majalah wanita seperti Femina. 
Jadi bisa saja, artikel yang membahas analisa sastra namun juga mempunyai muatan ilmu komunikasi dan feature bahasa, kalau anda cukup teliti untuk menangkap ide ini. Jadi, jangan mengkotakkan diri anda dalam sebuah ilmu yang anda pelajari selama kuliah saja. Banyak membaca Novel dan komik berarti anda memperluas wawasan anda.
Langkah kedua untuk mencari ide judul skripsi adalah sharing dengan teman, atau dosen pembimbing akademis anda. Percakapan dengan teman yang anda lewatkan di kantin ataupun ketika dosen menyampaikan materi kuliah, terus keluar ide dan anda menangkapnya. Jadilah sebuah judul skripsi.Untuk penerimaan judul biasanya ditentukan dari kebaruan dan kesulitan mengenai objek yang diteliti

Judul yang baik agak sulit menidentifkasikan karena masing-masing memiliki kelebiahan dan kekurangan yang harus diperbaiki. Judul yang sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan dan hasilnya bisa memberikan kontribusi positif bagi ilmu pengetahuan. Judul yang sesuai dengan kondisi kekinian yang membutuhkan adanya solusi yang tepat dan mudah ditafsirkan oleh siapapun dan memberikan inspirasi untuk penelitian lebih lanjut.

22 November 2018

UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS DATA PENELITIAN

      Penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah reliabilitas dan validitas data, tetapi menggunakan istilah “TRIANGULASI” untuk membuktikan, bahwa data dianggap sudah “reliable  dan “valid”. Teknik triangulasi pada umumnya menggunakan beberapa jenis  metode dan data.   Ada 4 macam Triangulasi sebagai teknik pemeriksaan 
  1. Triangulasi dengan sumber: membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui alat dan waktu yang berbeda.Caranya:
  • Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara;
  • Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi;
  • Membandingkan apa yang dikatakan orang dalam penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu;
  • Membandingkan apa yang dikatakan orang dengan berbagai pendapat, sesuai dengan status dan kelas sosial yang ada;
  • Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
2.  Triangulasi  Metode: untuk memperoleh tingkat kepercayaan dengan mengecek teknik pengumpulan datanya atau sumber datanya.
3. Triangulasi penyidik: dengan memanfaatkan pengamat lain untuk mengecek derajat kepercayaan data.
4. Triangulasi Teori: adanya asumsi bahwa realitas lebih kaya dari teori apapun yang digunakan.

Triangulasi sebagai Aplikasi studi yang menggunakan multi metode untuk menelaah fenomena yang sama (Denzin, 1989). Ada 5 tipe triangulasi (Denzin, 1989, Kinchi dkk, 1991)
1.  Triangulasi teroritis – kerangka kerja
2.  Triangulasi data – dengan kelompok, waktu atau situasi yang berbeda
3.  Triangulasi metode – metametode/mixmetode
4.  Triangulasi investigasi – investigator yang berbeda
5.  Triangulasi analisis - > 1 analisis 
            VALIDITAS INTERNAL DAN EKSTERNAL
              Secara khusus Keabsahan data adalah kegiatan yang dilakukan agar hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dari segala sisi. Keabsahan data dalam penelitian ini  meliputi uji validitas internal (credibility), validitas eksternal (transferability), reliabilitas (dependentbility), dan obyektivitas (confirmability). Hal ini sesuai pendapat Sugiyono (2009:366) yang menyatakan bahwa uji keabsahan data pada penelitian kualitatif meliputi uji validitas internal (credibility), validitas eksternal (transferability), reliabilitas (dependentbility), dan obyektivitas (confirmability).

1.      Uji validitas internal (credibility)
            Uji validitas internal dilaksanakan untuk memenuhi nilai kebenaran dari data dan informasi yang dikumpulkan. Artinya, hasil penelitian harus dapat dipercaya oleh semua pembaca secara kritis dan dari responden sebagai informan. Kriteria ini berfungsi melakukan inquiry sedemikian rupa sehingga kepercayaan penemuannya dapat dicapai.
            Menurut Sugiyono (2009:368-375) Untuk hasil penelitian yang kredibel, terdapat tujuh teknik yang diajukan yaitu.
a.    Perpanjangan pengamatan
Dalam penelitian kualitatif, keikutsertaan peneliti sangat menetukan dalam pengumpulan data., hal ini dimaksudkan untuk mendeteksi dan memperhitungkan distorsi yang mungkin mengotori data. 
b.    Meningkatkan ketekunan.
Meningkatkan ketekunan berarti peneliti akan melakukan pengamatan secara cermat dan berkesinambungan.
c.    Triangulasi
Trianggulasi dalam pengujian kredibilitas adalah pengecekan data dari berbagai sumber,  berbagai cara, dan berbagai waktu.
d.    Diskusi dengan teman
Peneliti melakukan diskusi dengan orang lain agar data lebih valid.
e.    Analisis kasus negative
Jika peneliti menemukan data yang bertentangan dengan data yang sudah ditemukan, maka peneliti akan merubah temuannya.
f.     Menggunakan bahan referensi
Peneliti menggunakan pendukung rekaman wawancara untuk membuktikan data penelitian.
g.    Mengadakan member check
Data yang ditemukan peneliti akan diklarifikasikan kepeda pemberi data agar data benar-benar valid. 
  
                 2.         Validitas Eksternal (transferability)
Uji validitas eksternal dilaksanakan apakah hasil penelitian yang dilakukan dalam konteks (setting) tertentu dapat ditransfer ke subyek lain yang memiliki tipologi yang sama. Validitas eksternal sebagai persoalan empiris bergantung kepada kebersamaan antara konteks pengiring dan penerima.

    3.         Reliabilitas (dependability).
   Uji reliabilitas dilaksanakan untuk menilai apakah proses penelitian kualitatif bermutu atau tidak, dengan mengecek apakah si peneliti sudah cukup hati-hati, apakah membuat kesalahan dalam mengkonseptualisasikan rencana penelitiannya, pengumpulan data, dan pengintepretasiannya.

   4.         Obyektivitas (confirmability)
Uji obyektivitas dilaksanakan dengan menganalisa apakah hasil penelitian disepakati banyak orang atau tidak..Penelitian dikatakan obyektif jika disepakati banyak orang.

ANALISIS DATA KUALITATIF



          Teknik analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.[1]
          Pada tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab pertanyaan atau persoalan-persoalan yang diajukan dalam penelitian. Adapun metode yang digunakan untuk mengelola data kualitatif adalah dengan menggunakan metode induktif.

1.    Analisis data sebelum dilapangan
Kriteria informan kunci (Spardley)
a.    Subyek telah cukup lama dan intensif menyatu dengan kegiatan yang menjadi informasi à “hafal diluar kepala”
b.    Subyek masih terlibat secara penuh/aktif dalam kegiatan yang diteliti
c.    Subyek mempunyai cukup/banyak waktu untuk diwawancari
d.    Subyek dalam memberikan informasi tidak cenderung diolah atau dipersiapkan terlebih dahulu
e.    Subyek tergolong masih “asing” dengan penelitian shg peneliti ditantang untuk “belajar” dan subyek sebagai “guru”


2.    Analisis data dilapangan(Miles & Huberman, 1984)
          Teknik analisa data yang digunakan adalah metode interaktif, yaitu antara proses pengumpulan data, reduksi data (penyusunan data dalam pola, kategori, pokok permasalahan tertentu), penyajian data (penyusunan data dalam bentuk matrik, grafik, jaringan, bagan tertentu) dan pengambilan kesimpulan, tidak di pandang sebagai kegiatan yang berlangsung secara linier, namun merupakan siklus yang interaktif.[2] Berikut adalah “model imteraktif” yang di gambarkan oleh Miles dan Huberman, seperti yang dikutip oleh Ibrahim[3]:

a.    Data reduction
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Reduksi data berlangsung terus menerus selama penelitian di lapangan. Selama pengumpulan data berlangsung, terjadi tahapan reduksi selanjutnya membuat ringkasan, mengkode, menelusur tema, membuat gugus-gugus, membuat partisi, menulis memo. Reduksi data/proses transformasi ini berlanjut terus sesudah penelitian lapangan, sampai laporan akhir lengkap tersusun.

b.    Data display
Penyajian data merupakan rangkaian kalimat yang disusun secara logis dan sistematis sehingga mudah dipahami. Kemampuan manusia sangat terbatas dalam menghadapi catatan lapangan yang bias, jadi mencapai ribuan halaman. Oleh karena itu diperlukan sajian data yang jelas dan sistematis dalam membantu peneliti menyelesaikan pekerjaannya. Penyajian data dalam hal ini adalah penyampaian faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi masyarakat dalam peningkatan partisipasi menempuh pendidikan di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara.

c.    Conclution drawing/verification
Penarikan kesimpulan sebagai dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan-kesimpulan diverifikasi selama penelitian berlangsung. Verifikasi merupakan tinjauan ulang pada catatan-catatan lapangan dengan peninjauan kembali sebagai upaya untuk menempatkan salinan suatu temuan dalam seperangkat data yang lain. Singkatnya, makna-makna yang muncul dari data harus diuji kebenaranya, kekokohannya dan kecocokannya yakni yang merupakan validitasnya.


3.    Analisis data selama dilapangan (spradley)
       Aktivitas analisis data dilakukan secara maju bertahap dan bersama. Artinya, pada saat dilakukan observasi, maka saat itu juga dilakukan wawancara. Hasil observasi dan wawancara tersebut dianalisis kemudian hasil analisis tersebut digunakan untuk mengadakan observasi dan wawancara pada tahap berikutnya.

Tahapan Analisis Data Model Spreadley

a.    Analisis Domain (Domain Analysis)
Memperoleh gambaran  yang umum dan menyeluruh dari obyek penelitian atau situasi sosial (Spradley, 1980 dalam Sugiyono, 2011:255).
Analisis domain biasanya dilakukan untuk memperoleh gambaran/pengertian yang  bersifat umum dan relatif menyeluruh tentang apa yang tercakup di suatu fokus/ pokok permasalahan yang tengah diteliti (Prabowo, 2010:15). Hasil analisis ini masih berupa pengetahuan tingkat “permukaan” tentang berbagai ranah konseptual (Aminoto, 2012:1).

b.    Analisis Taksonomi (Taxonomic Analysis)
Analisis taksonomi adalah analisis terhadap keseluruhan data yang terkumpul berdasarkan domain yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2011:261). Pada tahap analisis taksonomi, peneliti berupaya memahami domain-domain tertentu sesuai fokus masalah atau sasaran penelitian. Masing-masing domain mulai dipahami secara mendalam, dan membaginya lagi menjadi sub-domain, dan dari sub-domain itu dirinci lagi menjadi bagian-bagian yang lebih khusus lagi (Aminoto, 2012:1)
Analisis Taksonomis menunjukkan struktur internal masing - masing domain dengan “mengorganisasikan atau menghimpun elemen - elemen yang berkesamaan di suatu  domain” (organizies similarities among
elements in domain) (Prabowo, 2010:30).

c.    Analisis Komponensial

Analisis komponensial adalah pencarian secara sistematis atribut-atribut yang berhubungan dengan kategori budaya dengan mengkontraskan antar elemen dalam domain yang diperoleh dari hasil pengamatan terseleksi dan wawancara kontras (Idrus, 2009:156). Pada analisis komponensial, yang dicari untuk diorganisasikan dalam domain bukanlah keserupaan dalam domain, tetapi justru yang memiliki perbedaan atau yang kontra.
Mencari perbedaan spesifik setiap komponen

d.    Analisis Tema Budaya
Pada tahap ini aktivitasnya adalah mencari hubungan di antara domain, dan bagaimana hubungannya dengan keseluruhan (Sugiyono, 2011:256)
Sesungguhnya merupakan upaya mencari benang merah yang mengintegrasikan lintas domain yang ada (Sanapiah Faisal, 1990 dalam Sugiyono, 2011:164)


[1] Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian…., 248
[2] Lihat A. Maicel Huberman and B Miles Mathew,  Anlisa data kualitatif, buku  sumber tentang metode-metode baru, penerjemah; tjetjep rohendi rohidi, (Jakarta: Universitas Indonesia Press, 1992), 16-20
[3] Ibrahim Bafadal, Teknik Analisa Data Penelitian Kualitatif, (dalam Metodelogi Penelitian Kualitatif: Tinjauan Teoritis dan Praktis), (Malang: Unisma, tt), 72

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *