Tampilkan postingan dengan label TipTrik penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TipTrik penelitian. Tampilkan semua postingan

09 Desember 2014

10 Strategi Jitu Buat Kamu yang Sedang Berjuang Menyelesaikan Skripsi

 Oleh : Meredian Alam*

Skripsi, oh skripsi… Nggak bisa dipungkiri lagi kalau yang namanya skripsi itu horor banget di kalangan mahasiswa. Baru dengar namanya aja, kamu mungkin enggan banget buat ngebahas lebih lanjut. Tapi mau bagaimana lagi, kalau kamu ingin menyandang gelar sarjana, kamu harus menghadapi yang namanya skripsi.

SALAH SATU pembaca Hipwee, Meredian Alam, ingin berbagi kiat-kiat jitu untuk menjalani skripsi dengan bahagia. Memangnya bisa ya ngerjain skripsi tapi tetap bahagia? Baca langsung saja yuk bagaimana trik rahasianya!

Bagi sebagian mahasiswa – terlepas dari asal jurusan mereka – menjalani skripsi adalah masa-masa yang menyeramkan dan penuh tantangan. Bahkan, tak sedikit di antara mahasiswa yang akhirnya memutuskan drop-out karena tidak kuat menghadapi dosen pembimbing yang terlalu ‘killer’ atau terlalu banyak ekspektasi padamu. Kalau kamu menganggap skripsi adalah periode tersuram dalam hidup selain putus dari pacar atau gagal move on, santai saja, kamu tidak sendiri!

Banyak mahasiswa yang mengalami situasi yang sama. Dari semua ini, perlu dimaknai skripsi itu adalah perjalanan hidup yang bisa dilalui dengan segenap keceriaan dan suka cita. Nah, sebelum skripsi pastikan deh kamu harus memilih topik penelitian yang ‘elo banget’ dan sesuai dengan minatmu. Bagi sebagian besar mahasiswa, skripsi dilewati selama 6 sampai 9 bulan atau 1-2 semester (ada juga yang kurang) tergantung dari jurusan. Dan setiap jurusan pun punya aturan yang berbeda-beda.

Menjalani 6-9 bulan Skripsi adalah masa turun-naik, bahkan bagi sebagian orang dianggap masa yang menjauhkan diri dari ‘peradaban luar’ karena area gaulnya cuma kos/rumah-kampus-perpustakaan-kos/rumah. Jangan salah, sebenarnya ada strategi yang bisa dilakukan agar skripsimu selalu ‘having fun’.

1. Jangan Bekerja Tanpa Target. Atur Jadwal dan Tujuanmu Serinci Mungkin

Jadwal membantu untuk mencapai targetmu
Jadwal membantu untuk mencapai targetmu via s101.photobucket.com

Sejak proposal skripsimu disetujui oleh jurusan, pastikan kamu membuat jadwal bulanan yang berisi target atau capai-capaian kecil. Jadwal bulanan ini bisa dirancang sampai bulan dimana kamu harus mengumpulkan draft terakhir untuk diuji.

Jadwal bulanan ini berisi apa yang harus dikerjakan dalam seminggu atau jumlah hari tertentu. Bagi anak ilmu sosial atau humaniora, bisa diisi dengan jadwal mengumpulkan data (misalnya wawancara), dilanjutkan dengan transkrip wawancara, koding, dan analisis. Selama rentang itu, bisa juga disisipkan hari-hari khusus untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing.
Dengan jadwal ini sebenarnya kita dilatih untuk mendisiplinkan dan mengontrol diri. Hampir 90 persen mahasiswa yang lulus tepat waktu dan sesuai dengan target masing-masing, mengakui bahwa timeline ini sangat membantu mereka dalam mengatur kegiatan selama penelitian.

2. Karena Kamu Akan Banyak Menghabiskan Waktu di Kamar, Kenapa Tak Mendekorasi Kamarmu Jadi Lebih Ceria?

Dekorasi kamar juga membantu
Dekorasi kamar yang bagus bikin kamu lebih semangat via dre4m1and.co.vu

Selama skripsi, 60-95 persen biasanya mahasiswa menghabiskan waktunya di kamar. ‘Merendam’ diri di dalam kamar kadang kala menghadirkan rasa bosan yang luar biasa. Bahkan dari beberapa orang, mereka mengalami klaustrofobia minor atau kemunculan rasa takut terhadap ruangan. Tapi tidak perlu khawatir dan panik, ada cara untuk mengatasi gejala ini. Salah satunya adalah dengan mendekor kamar sesuai dengan ‘soul’-mu.

Mengganti warna kamar dengan tone warna yang lebih ceria adalah awal solusi yang istimewa. Selanjutnya, bisa ditambahkan juga ornamen ‘unyu-unyu’ yang paling kamu sukai, misalnya di dinding dipasang bingkai tumbuhan, foto artis kesayangan, pacar atau anggota keluarga, kota-kota dunia paling diidam-idamkan, atau cermin yang unik. Menempelkan poster-poster dengan gambar kesayangan juga ide yang menarik, agar kamu lebih bersemangat.

Selain itu, memasang kata-kata penyemangat di dekat meja belajar atau di lokasi yang paling sering dilihat juga perlu. Beberapa orang menyukai aroma bunga tertentu, dan kamar bisa juga dilengkapi dengan wewangian yang paling membuat kamu nyaman.

3. Menulis di Dekat Jendela Bisa Bikin Mood Jadi Lebih Baik, Lho..

menulis di dekat jendela
Menulis di dekat jendela via reviewtouchscreenmonitor.blogspot.com

Menulis dekat jendela dibandingkan dalam ruangan tertutup total akan menghadirkan mood yang baik. Hal ini karena udara yang masuk lewat jendela akan membuatmu lebih segar dan tidak panik. Beberapa orang yang pernah saya temui mengakui, menulis dekat jendela itu bisa melancarkan inspirasi dalam menulis — karena mereka terhindar dari rasa ‘stuck’ atau mampet ide.

4. Nggak Cuma Pacaran Aja yang Butuh Komitmen, Menulis Juga!

Komitmen untuk menulis
Komitmen untuk menulis via www.collegeamerica.edu

Seperti halnya pacaran (ceileee…) menulis skripsi itu memperlukan komitmen. Kalau gak menulis, jelas skripsinya dijamin ga bakalan kelar. Hampir sebagian besar orang mengakui, menulis adalah hal paling menantang dalam perjalanan akademik mereka. Salah satu cara agar skripsimu berhasil adalah membangun komitmen pribadi.

Seperti ini mudahnya: ada 7 hari dalam seminggu, luangkan Senin sampai Jum’at selama setidaknya 2-3 jam untuk menulis. Ini bisa dilakukan di pagi hari, siang hari, atau sore hari, tergantung fleksibilitas waktu yang dimiliki. Apabila jurusanmu menentukan bahwa skripsimu harus 20.000-40.000 kata, berarti setidaknya per hari bisa memproduksi 500-1000 kata. Di luar jam itu, aktivitas lain bisa dilakukan, misalnya me-review data lapangan, membaca artikel atau buku, atau kegiatan laboraturium jika jurusanmu adalah jurusan eksakta.


5. Jangan Lupa Berikan ‘Me Time’ untuk Diri Sendiri

me time dengan berkebun
me time dengan berkebun via brujula.com.gt

Tak dipungkiri, lelah dan penat adalah wajar bagi setiap orang. Apalagi buat kamu yang lagi dalam proses skripsi. Perlu diingat, mental dan fisik kita perlu istirahat untuk relaks. Luangkan waktu 1 hari per-minggu (lebih baik Sabtu-Minggu) untuk relaksasi. Berlibur ke pantai bareng teman satu kost, atau anggota keluarga atau pacar bisa menjadi pilihan.

Selain itu, beberapa orang menghabiskan ‘me time’ mereka dengan melukis, memasak, bercocok tanam di kebun, atau aktivitas di luar ruangan yang bikin pikiran dan hati segar kembali. Dalam 2 hari ini, tinggalkan sejenak skripsimu dan biarkan tubuh dan pikiranmu menikmati semesta.

6. Jauhkan Semua Hal Penyebab Distraksi

jauh-jauh dari ponsel
                                         jauh-jauh dari ponsel via www.adressa.no

Gangguan seringkali terjadi selama menulis, dan berasal dari diri sendiri. Misalnya, sedikit-sedikit ngeliat handphone, BBM, atau buka Facebook dan Youtube. Sebagian orang tidak merasakan bahwa ini adalah distraksi atau gangguan yang menyebabkan mereka sulit berkonsentrasi atau mengembangkan ide saat menulis. Selama proses menulis, pastikan kamu punya waktu khusus untuk membuka Facebook, E-Mail, Youtube, atau lain sebagainya dalam sehari. Tentu saja kurang dari satu jam.

Bagi sebagian besar Facebook sudah menjadi semacam ‘teman akrab’ di tengah beraktivitas, tapi tidak jarang pula karena Facebook targetmu tidak tercapai dan akhirnya tidak produktif. Untuk mengontrol rasa ketergantungan mereka terhadap BBM, WA, dan LINE, sangat bagus jika selama menulis fasilitas ini dideaktifkan sementara. Selain itu, cara untuk mencegah agar keluar dari distraksi selama menulis adalah dengan menyingkiran barang-barang yang kamu anggap menganggu — apapun itu.

 7. Jangan Mengabaikan Tidur dan Lakukan Aktivitas Fisik yang Cukup

Jangan lupa aktivitas fisik
Jangan lupa aktivitas fisik via www.tumblr.com

Walaupun skripsi terkadang menjadi periode yang mengisolasi diri, metabolisme tubuh perlu dijaga. Menurut beberapa pakar fisiologi, setiap hari tubuh manusia minimal memerlukan 30 menit aktivitas fisik untuk menjamin kelancaran metabolismenya. Olahraga di pagi hari keliling komplek rumah atau bersepeda bisa menjadi aktivitas rutin yang murah sekaligus menyehatkan.

Menjadi bugar dan sehat tidak perlu menghabiskan 1-2 jam di fitness centre atau club olahraga, apalagi jika kamu harus menempuh jarak cukup jauh dengan berkendaraan. Kegiatan fisik di dalam ruangan seperti push-up dan sit-up dilengkapi dengan lari di tempat pun sudah menjadi pilihan yang baik. Alternatif lainnya adalah dengan membeli dumbel 5-10 kilo yang bisa menemani olahraga di dalam ruanganmu dan membuatmu lebih segar.

Duduk berjam-jam di depan laptop atau komputer secara tidak sengaja membuatmu lelah, tapi ini akan berdampak negatif bagi punggung dan fisik secara umum. Setiap satu jam sekali usahakan melakukan gerakan fisik ringan di ruanganmu.

Selain kegiatan fisik, tidur cukup perlu diperhatikan. Tidur kurang dari 6-7 jam perhari  akan berdampak pada daya konsentrasi kita. Kita pun akan pusing dan lebih susah melihat dengan jelas. Untuk itulah tubuh memerlukan istirahat cukup 6-7 jam perhari untuk mengembalikan metabolisme dan relaksasi pikiran.

8. Jangan Anggap Remeh Air Putih. Cairan Ini Bisa Menambah Konsentrasimu

Jangan sepelekan minum air putih
Jangan sepelekan minum air putih via www.salhazain.com

Air putih? Sepertinya barang sepele, bukan? Tapi air putih punya khasiat besar bagi kamu yang lagi ngerjain skripsi. Mengkonsumsi air putih 8 gelas per hari bermanfaat untuk membuang racun dari dalam tubuh dan menyegarkan tubuh kembali. Selain itu, air putih berkhasiat untuk menambah konsentrasi dalam belajar.

Dengan mengonsumsi air putih 2 gelas setelah bangun tidur di pagi hari, kamu akan mengawali hari-hari skripsimu dengan semangat dan bebas penyakit. Air putih dapat merangsang tubuh mengeluarkan hormon dopamin yang berfungsi untuk mengurangi efek stres dalam tubuh. Salah satu tanda stres yang mudah diketahui secara fisik adalah muka kusam dan memucat, tengkuk terasa berat dan pegal, kepala sering mengalami pusing dan migrain, dan menurunnya tingkat konsentrasi.

9. Perbanyak Konsumsi Makanan Berserat

Makanan berserat menambah energi
Makanan berserat memperkuat ketahanan tubuh via adormaryable.blogspot.com

Bila dikonsumsi secara rutin, menu makanan berserat dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan memperkuat ketahanan tubuh selama beraktivitas. Selama menjalani masa-masa skripsi, kebanyakan mahasiswa akan dihadapi pada situasi nonfisik seperti menghabiskan banyak waktu menulis, membaca literatur, dan/atau bekerja di laboratorium. Ini sangat menguras energi untuk berpikir dan mencerna informasi.

Untuk mempertahankan kondisi tubuh, beberapa buah yang sangat direkomendasikan untuk kamu adalah apel, apokat, stroberi, brokoli, wortel, kacang-kacangan, dan pisang. Nasi bagi kita yang dibesarkan di Indonesia barangkali sulit ditinggalkan, tapi mengonsumsi nasi yang berlebihan di pagi dan siang hari biasanya akan menyebabkan kantuk dan rasa malas, sehingga target aktivitas seharian akan sulit dicapai.

Namun, tidak perlu khawatir. Menu lain yang mengandung lebih banyak serat dan energi layak dicoba untuk memulai hari-harimu, seperti: pisang, oatmeal, dan apel hijau. Oatmeal karena mengandung lebih banyak serat bisa mengurangi rasa lapar selama 9-12 jam jika dikonsumsi semangkuk per harinya. Mengkonsumi oat meal tentu saja sangat bervariatif dan lezat. Kamu bisa mencampurkan dengan susu coklat dan pisang atau menaburinya dengan buah-buah kesukaan untuk mendapatkan rasa yang lebih lezat.

10. Biar Kamu Tetap Waras, Jangan Lupa Untuk Tetap Bergaul Dengan Teman-Teman

Bertemu dengan teman
Bercengkrama dengan teman via fairfieldunited.ca

Di sisa waktu sibuk beraktivitas selama sehari menulis skripsi, jangan lupa untuk selalu meluangkan waktu bercengkrama, berbagi tawa, atau mencurahkan hati dengan teman, sahabat, atau kekasih. Selama skripsi secara natural mahasiswa dituntut untuk ‘berdialog’ dengan ide dan gagasannya sendiri, dan wajar apabila menemui masa-masa tertekan.

Tekanan mental selama skripsi ini dialami oleh mayoritas mahasiswa di seluruh dunia, dan apabila tidak diatasi dengan baik akan berdampak para menurunnya motivasi, depresi, dan perasaan tidak bergairah atau loyo dalam menjalani rutinitas. Ngopi atau ngeteh bareng di serambi rumah atau kosan adalah aktivitas simpel yang bisa dilakukan untuk menanggulangi permasalahan ini.

Barangkali perlu meluangkan waktu 1-2 jam per hari untuk sekedar ngobrol ringan dengan teman atau pacar untuk melegakan pikiran. Mengenai masalah yang kamu alami kaitannya dengan skripsi, barangkali kita tidak bisa berharap mereka bakal ngasih solusi 100% tepat sasaran, tapi setidaknya dengan berbagi ini dapat menyalurkan ‘energi’ negatif dalam tubuh.

Menjalani skripsi itu bukan cuma perkara isi otak saja. Banyak hal lain yang juga harus kamu perhatikan, seperti saran-saran dari Meredian Alam di atas. Nah, supaya skripsi lancar dan kamu tetap bahagia, langsung parktikan cara-cara di atas ya! Semangat dan pantang menyerah. Baju toga sedang menunggumu!

*mahasiswa University of Newcastle Australia. Ia bisa kamu sapa langsung melalui blog pribadinya works.bepress.com/meredian_alam/.
Sumber Tulisan :http://www.hipwee.com

31 Oktober 2012

Cara Menentukan Judul Skripsi, Tesis, Disertasi, Tugas Akhir, Tugas Khusus dan Penulisan Karya Ilmiah Lainny


Latar belakang saya menulis artikel ini adalah karena masih banyaknya teman saya yang kebingungan dalam pengerjaan karya ilmiah mereka, tentunya juga banyak yang tidak saya kenal lainnya yang kebingungan dalam hal ini. Loh… Apa hubungannya dengan judul karya ilmiah. Pengerjaan karya imiah sangat berhubungan dengan penulisan karya ilmiah, buktinya, bagaimana kita bisa menulis karya ilmiah sedangkan karya ilmiahnya saja belum selesai. Pengerjaan karya ilmiah seringkali terjegal ditengah-tengah pengerjaan karena penentuan judul yang tidak tepat sehingga menggangu penulisan karya imiah, baik skripsi, tesis, disertasi, tugas akhir, tugas khusus itu .
Ada beberapa metode bijak untuk menentukan judul skripsi, tesis, disertasi, tugas akhir, tugas khusus dan penulisan karya ilmiah lainnya. Cara-cara tersebut adalah :
  1. Sesuaikan judul dengan basic interest/kesukaan
    • Perlu diketahui kenapa saya memberikan poin pertama untuk sesuaikan judul dengan basic interest adalah ketika kita berbuat atau melakukan sesuatu akan terdorong oleh minat yang kuat. Minat ini terbangun atas adanya dorongan mental dari dalam diri kita.Bagaimana kita bisa menjadi MAU untuk mengerjakan sesuatu jika kita saja tidak suka. Yang ada jika ini dipaksakan adalah hanya pengerjaan setengah hati. Totalitas Anda akan terhambat. Terkadang juga orang tidak berani melakukan sesuatu karena tidak mengakui bahwa kita mempunyai kekuatan tersembunyi dalam diri kita masing-masing, kekuatan yang membuat kita mau dan berani mengambil tindakan. Tidak hanya dalam angan angan. Yang mendasari adalah bagaimana sudut pandang kita terhadap sesuatu.
      Contohnya, jika Anda adalah seorang owner bisnis.
      Perintahkan kepada karyawan Anda untuk bersih-bersih 3 kali lebih bersih dari hari sebelumnya dan informasikan bahwa besok Akan Ada presiden akan datang ke tempat kerja Anda untuk melakukan tinjauan.
      Bisa dipastikan bahwa hasil akan lebih bersih (baik) daripada hari sebelumnya. Inilah yang saya maksud dengan kekuatan tersembunyi di dalam diri kita, terkadang memang kita malas karena tidak ada alasan kuat yang mendasari kita untuk melakukan sesuatu. Dan bayangkan juga ketika besok adalah ujian, pastinya Anda mau tidak mau harus belajar demi meraih nilai yang anda impikan.
      Yang saya maksud di sini adalah sebenarnya kita mampu, hanya saja kita perlu untuk menyadari bahwa kita memang mampu.
      Dengan menentukan judul sesuai dengan kesukaan Anda, ini akan menambah gain interest atau alasan melakukan sesuatu dan bertanggungjawab nantinya terhadap judul yang anda tentukan dengan mengerjakan karya ilmiah.
  2. Sesuaikan dengan kemampuan
    • Hal ini lebih kepada saat Anda mengerjakan project Anda dan menjadikannya mejadi karya ilmiah. Ketika Anda menjadi pembicara dalam sebuah presentasi dapat dipastikan bahwa apa yang Anda ungkapkan tidak lebih dari 70 persen dari kemampuan Anda. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan apa yang Anda bisa dapat memberikan kontribusi yang maksimal terhadap karya tulis yang sedang atau akan Anda buat, akan riskan jadinya jika Anda menentukan sebuah judul karya ilmiah padahal Anda tidak punya kemampuan terhadap apa yang Anda kerjakan. Banyak waktu Anda akan terbuang percuma untuk mendapatkan informasi terhadap materi judul yang akan Anda buat jika tidak mempunyai basic kemampuan dalam terhadap materi judul. Anda akan belajar mulai dari awl dan inilah yang saya anggap riskan. Untuk memahami materi tidak semudah membalikkan telapak tanga, butuh waktu, tenaga dan materi yang banyak. Dan pastinya akan menghambat Anda dalam pembuatan karya ilmiah walaupun ini bisa ditutupi dengan penggalian informasi melalui referensi, tetap saja akan mengganggu hasil dari karya ilmiah yang Anda buat.
      Di sini saya berusaha menyadarkan Anda bahwa judul yang berkualitas dengan materi yang berkualitas tidak bisa didaopatkan dari referensi saja. Ini melibatkan Anda dalam menemukan sesuatu yag baru, tidak ditemui sebelumnya diluar karya ilmiah Anda. Yang ada adalah referensi adalah dasar pemahaman materi, bukan hasil temuan yang Anda buat. Kita harus paham bahwa karya ilmiah bertujuan untuk menemukan hasil temuan baru dari hasil penelitian/karya ilmiah yang dibuat. Bukan hanya mengaplikasikan materi atau referensi yang sudah ada saja. Terasa tidak ada yang spesial jika tidak ada perubahan dari masa-ke masa terhadap karya tulis.
  3. Simulasikan hasil judul sementara dengan kebutuhan masyarakat
    • Mensimulasikan materi judul yang Anda buat merupakan salah satu syarat untuk mencapai hasil temuan dari karya tulis yang berbobot. Apa gunanya jika karya tulis yang kita buat jika hanya memenuhi kewajiban untuk membuat skripsi atau tugas akhir saja tanpa ada kontribusi nyata terhadap perubahan masyarakat atau membantu masyarakat untuk melakukan sesuatu dengan lebih mudah. Hanya menjadi kertas berisi materi dan bukan aplikasi nyata kepada masyarakat menjadikan karya tulis kita sebagai sebuah buku tidak bermakana pada kehidupan masyarakat kita. Padahal makna membuat karya tulis adalah karena alasan agar kita dapat bekerja untuk masyarakat dan juga bisa mendapatkan materi(pekerjaan) darinya. Jika masyarakat tidak butuh, bagaimana hal ini akan tercapai. Mensimulasikan karya tulis tersebut bisa kita lakukan dengan cara analisa SWOT, 5W+H, AIDA, Questioner, bertanya langsung ke masyarakat dan lainnya yang mendukung pencapaian sebuah informasi tentang kebutuhan masyarakat. Dan pastikan hasil dari penelitian ini mempunyai data yang valid agar Anda bisa berbuat lebih terhadap temuan Anda dengan karya tulis. Penelitian disini tidak harus muluk-muluk, secukupnya saja, perlu diingat bahwa inti penelitian yang Anda buat dalam mensimulasikan adalah kebutuhan masyarakat untuk bahan judul yang Anda buat.
  4. Cari referensi yang mendukung
    • Referensi ini sebenarnya adalah langkah kedua dalam menetukan judul setelah Anda yakin bahwa judul yang dibuat telah mantap. Referensi ini dilakukan untuk menunjang karya ilmiah hingga penulisannya. Tidak mungkin kita menulis karya ilmiah hanya hasil temuannya saja tanpa ada dasar materi. Demikian juga judul yang kita buat mungkin sudah ada yang pakai, kan gak OK klu judul sama ketika kita meakukan pencaria di google. Oleh sebab itu lakukan perbandingan dengan melakukan pencarian referensi. Anda bisa mencari refernsi di :
      • Karya ilmiah sejenis
        • Ini adalah cara paling gampang untuk mencari judul karya tulis ilmiah. Caranya adalah dengan cara melihat pada bagian saran. Dan kalau sudah ya tinggal jadikan saran tersebut menjadi judul. Saran adalah sarana karya tulis ilmiah agar ada perubahan lebih baik terhadap karya tulis setelahnya dalam materi sejenis. Kita tidak perlu repot-repot untuk mencari judul karya tulis jika sudah ada judul dengan mater yang sama, selanjutnya hasil saran yang ada sesuaikan dengan judul Anda, ya jangan memakai judul yang sama minimal sudah berganti muka, materi sudah cukup mewakili tingggal melakukan penelitian untuk mendapatkan temuan dari saran. Mudah kan…
      • Internet
        • Pencarian di internet memang lumrah adanya, tetapi jangan terkena imbasnya dengan copy paste saja materi yang ada di internet. Pelajari dan simpulkan, itu yang benar. Pencarian materi diinternet saya sarankan untuk mengunjungi situs berikut ini
          • Konsultasi Online     : http://skripsi-konsultasi.blogspot.com
          • www.wikipedia.org
          • Perpustakaan online
          • Google.book.com
          • Google.com        : search engine utama, gunakan kunci pencarian signifikan (pahami kunci-kunci pencariannya). Kunci yang bagus adalah :
            1. “Daftar Judul skripsi” dan karya ilmiah
            2. Skripsi online
            3. Thesis filetype:pdf
            4. “Skripsi” filetype:doc
            5. “Pilihan judul skripsi” populer
            6. “Nama judul” filetype:pdf
            7. Daftar “Tugas Akhir”|TA|”Tugas khusus”|skripsi|tesis
            8. Data judul Tugas akhir filetype:xls
            9. Penelitian Tugas Akhir
            10. Karya tulis imiah
            11. dll
          • Amazon.com        : difungsikan untuk mencari data-data buku yang dicantumkan.
          • http://encarta.msn.com
          • Yahoo.com        : search engine yang juga mejadi rujukan
          • Website universitas yang kompeten, kabar baiknya adalah di setiap website resmi kampus menginputkan data-data dari skripsi, tugas khusus, tugas akhir yang sudah, sedang dan akan dibuat oleh para mahasiswanya.
      • Buku
        • Dengan sokongan materi yang cukup berarti akan memudahkan Anda dalam menulis karya ilmiah nantinya. Buku adalah pasokan materi yang paling diakui keabsahannya. Kalau internet masih banyak data kurang sesuai karena perubahan yang ada sangat cepat. Cari buku-buku tingkat internasional sehingga derajad kualitas materi diakui, kalaupun dari lokal Indonesia cari penerbit yang menjadi rujukan materi dari apa yang Anda pakai (biasanya dipakai dosen atau pengajar juga diakui praktisi). Buku menjadi referensi kuat karena sifatnya yang dihasilkan dari penelitian panjang oleh penulisnya sehingga memperkuat argument Anda dalam pembuatan materi karya ilmiah. Adapun buku-buku yang seringkali mejadi rujukan adalah keluaran  dari penerbit sebagai berikut:
          •    Oreilly
          •    Wiley
          •    Syngres
          •    Pearson Education
          •    McGraw-Hill
          •    Prentice-Hall
          •    John Wiley & Sons
          •    Academic Press
          •    Addison- Wesley Professional
          •    Macmillan College Publishing Company
          •    Springer
          •    Cambridge University Press,
          •    MIT Press,
          •    dan lain sebagainya
      • Majalah/surat kabar
        • Majalah atau surat kabar adalah cerminan dari keadaan masyarakat pada jamannya. Kita bisa menggali informasi tentang materi judul karya tulis kita dari sini. Tentukan dan sesuaikan materi dari judul Anda dengan majalah atau surat kabar yang berkaitan. Banyak praktisi yang mengeluarkan pendapat disini. Kontribus surat kabar adalah pada artikel yang valid karena data yang ada adalah berdasar pada keadaan lingkungan masyarakat.
      • TV
        • TV menjadi bahan pencarian informasi yang menyenangkan daripada yang lainnya. Melalui TV kita mencari informasi sekaligus menikmati layar kaca asal tidak infotainment aja. Ha ha ha…
  5. Sharing dosen, teman, kolega dan lainnya
    • Dalam sharing ini Anda akan mendapatkan saran dan kritik dalam pengambilan keputusan menentukan judul. Dengan sharing Anda mengetahui kekurangan, kelemahan, kekuatan dan kelebihan dari judul yang Anda buat dari sumber lain yang kompeten, dianggap kompeten karena orang-orang yang mejadi sumber sharing adalah orang-orang yang mengetahui materi dalam judul yang Anda buat dan perilaku diri Anda sendiri. a.    Dosen
      Orang paling kompeten untuk sharing adalah dosen, karena dosen adalah orang yang menggeluti dunia edukasi sejak lama, jauh sebelum Anda memahami materi perkuliahan. Dosen memahami materi dan serangkaian proses yang akan Anda lakukan ketika menentukan sebuah judul karya tulis. Dengan demikian saran mereka lebih memiliki dampak terhadap judul Anda. Kebijakan-kebijakan yang dibuat seorang dosen ketika Anda melakukan sharing adalah hasil analisa peristiwa sebelum-sebelumnya dan termasuk materi yang akan Anda tentukan. Dosen tahu betul bagaimana membuat saran kepada Anda, tak dapat dipungkiri bahwa dosen memang rujukan utama dalam hal ini.
      b.    Teman
      Kebanyakan dari makhluk sosial seperti manusia adalah bergantung pada komunitas di sekitarnya. Teman bisa memberikan saran dengan melihat pribadi Anda, memandang Anda sebagai bagian darinya. Teman adalah orang yang tahu bagaimana Anda dalam melakukan sesuatu dan bertindak terhadap sesuatu. Dengan demikian saran yang didapatkan dari seorang teman adalah murni dari analisa mereka terhadap kemampuan, tingkah laku, cara berpikir dan berperilaku Anda sehingga saran ini lebih kepada bagaimana diri Anda akan berbuat demi terlaksananya karya ilmiah. Ditambah lagi dengan kemampuan teman Anda terhadap materi judul yang Anda buat merupakan syarat khusus agar saran ini sesuai dengan kebutuhan dari harapan saran yang anda minta.
  6. Do It
    • Ironis memang, sekarang ini banyak orang kebingungan tentang apa yang harus dilakukan. Sharing sudah, simulasi sudah, cari refensi sudah, tapi yang kurang mengenakkan adalah seringkali kita merasa masih kurang dan kurang, akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Mulailah bertindak sedikit demi sedikit untuk judul Anda, tidak harus sempurna. Dan pada prosesnya nanti Anda akan mengerti bagaimana harus bertindak dan judul Anda sudah pasti selesai/ditentukan dengan mudah, tidak mungkin secara ceroboh Anda melakukan hal ini bukan, so bertindaklah sekarang juga untuk judul Anda.Sekarang saya akan identifikasi bagaimana melakukan bahwa Penelitian Tugas Akhir Itu Mudah. Identifikasi masalah adalah salah satu proses penelitan yang boleh dikatakan paling penting diantara proses lain. Masalah penelitian akan menentukan kualitas dari penelitian, bahkan juga menentukan apakah sebuah kegiatan bisa disebut penelitian atau tidak. Masalah penelitian secara umum bisa kita temukan lewat studi literatur atau lewat pengamatan lapangan (observasi, survey, dsb). Skripsi pada level S1 seharusnya didesain untuk memecahkan masalah yang lebih riil dan sifatnya applied (bisa diaplikasikan). Mahasiswa sudah bisa dikatakan cukup fokus ke masalah yang ada di sekitarnya saja. Kalau jurusan kita di computing, kita lakukan saja observasi di lingkungan kita. Misalnya universitas, dosen, dan mahasiswa itu punya masalah apa yang kira-kira bisa kita pecahkan dengan teknologi informasi dan aplikasinya. Intinya kita harus kejar terus masalah penelitian ini, dan jangan lupa bahwa masalah yang kita identifikasi tersebut benar-benar menjadi masalah yang harus dipecahkan, bukan masalah yang kita ada-adakan. Masih agak bingung? Ok saya coba jelaskan secara detail dan pelan-pelan bagaimana proses identifikasi masalah ini. Masalah penelitian bisa didefinisikan sebagai pernyataan yang mempermasalahkan suatu variabel atau hubungan antara variabel pada suatu fenomena. Sedangkan variabel itu sendiri dapat didefinisikan sebagai pembeda antara sesuatu dengan yang lain. Ketika kita mengambil topik penelitian untuk membedakan raut muka mahasiswa yang lagi bokek dan mahasiswa yang lagi banyak uang, kita punya variabel “raut muka” dan variabel “keadaan keuangan”. Nah kita ingin tahu hubungan dua variabel ini, maka jadilah itu sebuah masalah penelitian .
      Lha terus sumber masalahnya dari mana datangnya? Sumber masalah penelitian bisa muncul dari tiga hal (Ranjit Kumar, 1996):
      1.    Masalah Yang Ada di Manusianya Sendiri (People and Problem)
      Kita harus hati-hati supaya tidak terjebak ke masalah di sekitar manusia yang bukan penelitian. Tapi juga jangan “saklek”, karena masalah manusia yang tadinya bukan masalah penelitian bisa kita “goyang sedikit” menjadi masalah penelitian. Contoh, mahasiswa punya masalah pokok yaitu “kekurangan uang”. Ini bisa kita “konversi” menjadi masalah penelitian misalnya menjadi:
      - Mendeteksi raut muka mahasiswa bokek dengan face recognition system
      - Model bisnis di Internet dengan modal kecil untuk mahasiswa
      2.    Masalah di Cara, Teknik dan Struktur Kerja (Program)
      Teknik dan struktur kerja yang bermasalah tentu juga bisa menjadi masalah penelitian. Contoh, dosen-dosen saking sibuknya ternyata kesulitan menemukan satu waktu yang pas untuk meeting bulanan di universitas. Nah ini jadi masalah penelitian, approachnya nanti kita bisa kembangkan satu aplikasi scheduling dengan sedikit sistem pakar didalamnya yang secara otomatis memberikan beberapa alternatif waktu meeting yang pas untuk semua. Masalah lain misalnya, sistem informasi manajemen di universitas kita ada masalah. Nggak bisa online bekerjanya dan nggak sesuai dengan business process sebenarnya yang dilakukan oleh para staff dalam mengelola administrasi sekolah. Nah software dan sistem ini kita perbaiki supaya sesuai dengan yang dibutuhkan. Sistem parkir di Mal yang tidak bisa mendeteksi mana area parkir yang kosong, bisa jadi masalah penelitian yang menarik juga.
      3.    Fenomena yang Terjadi (Phenomenon)
      Fenomena yang ada di sekitar kita juga bisa menjadi masalah penelitian yang menarik. Contoh, fenomena bahwa situs portal yang dikembangkan di perusahaan-perusahaan ternyata sepi pengunjung. Nah ini adalah sebuah fenomena, untuk meningkatkan traffic, misalnya bisa dengan memainkan bebrapa teknik supaya search engine mau menengok situs kita, ini sering disebut dengan Search Engine Optimization. Nah dari sini kita sudah dapat judul: “Mengembangkan situs portal traffic tinggi dengan teknik Search Engine Optimization (SEO)”. Fenomena lain lagi, proses pendeteksian golongan darah untuk skala besar (massal) misalnya untuk seluruh mahasiswa universitas yang mencapai 5000 orang ternyata memakan waktu yang sangat lama. Ini sebuah fenomena, kita beri solusi dengan software sistem yang menggunakan beberapa teknik artificial intelligence yang memungkinkan pendeteksian golongan darah ini. Sehingga 5000 orang bisa kita proses dalam beberapa jam misalnya.
      Supaya masalah penelitian yang kita pilih benar-benar tepat, biasanya masalah perlu dievaluasi. Evaluasi masalah penelitian biasanya berdasarkan beberapa parameter dibawah (Ronny Kountur, 2007) (Moh. Nazir, 2003):
      1.    Menarik. Masalah yang menarik membuat kita termotivasi untuk melakukan penelitian dengan serius.
      2.    Bermanfaat. Penelitian harus membawa manfaat baik untuk ilmu pengetahuan maupun peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan manusia. Penelitian juga diharapakan membawa manfaat bagi masyarakat dalam skala besar (secara nasional maupun internasional), maupun secara khusus di komunitas kita (kampus, sekolah, kelurahan, dsb). Hindari penelitian yang tidak membawa manfaat kepada masyarakat.
      3.    Hal Yang Baru. Ini hal yang cukup penting dalam penelitian, bahwa penelitian yang kita lakukan adalah hal baru, solusi yang kita berikan adalah solusi baru yang apabila kita komparasi dengan solusi lain, bisa dikatakan lebih efektif, murah, cepat, dsb. Bisa juga kebaruan ini diwujudkan dengan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang sudah ada. Hindari redundant research, meneliti hal yang sama persis dengan yang dilakukan oleh orang lain. Ya ini namanya nyontek alias plagiasi skripsi.
      4.    Dapat Diuji (Diukur). Ini biasanya hal yang terlupakan, supaya proses penelitian kita sempurna, masalah penelitian beserta variabel-variablenya harus merupakan sesuatu yang bisa diuji dan diukur secara empiris. Kalau kita melakukan penelitian korelasi, nah korelasi antara beberapa variabel yang kita teliti juga harus diuji secara ilmiah dengan beberapa parameter.
      5.    Dapat Dilaksanakan. Nah ini juga faktor penting. Masalah yang bagus berkualitas, jadi lucu dan naif kalau akhirnya secara teknik penelitian tidak bisa dilakukan. Dapat dilakukan ini berkaitan erat dengan keahlian, ketersediaan data, kecukupan waktu dan dana. Hindari research impossible
      6.    Merupakan Masalah Yang Penting. Ini agak sulit mengukurnya, tapi paling tidak ada gambaran di kita bahwa jangan sampai melakukan penelitian terhadap suatu masalah yang tidak penting.
      7.    Tidak Melanggar Etika. Yang terakhir adalah masalah etika. Penelitian harus dilakukan dengan kejujuran metodologi, prosedur harus dijelaskan kepada obyek penelitian, tidak melanggar privacy, publikasi harus dengan persetujuan obyek penelitian, tidak boleh melakukan penipuan dalam pengambilan data maupun pengolahan data.
      Bagaimana, sudah ada bayangan kira-kira masalah apa yang akan diteliti? Kalau sudah ok dan mantab dengan masalah penelitian, kita lanjutkan ke seri artikel berikutnya. Intinya konsep seri tulisan tentang penelitian ini memberi opini bahwa penelitian dan tugas akhir itu hal yang mudah, tidak bikin takut, apalagi bikin stress, kita tinggal jalankan saja sesuai dengan tahapan penelitian. Nikmati permasalahan yang muncul, tekuni solusi dan eksperimen yang kita rencanakan, dan jreng jreng jreng …. Insya Allah tugas akhir kita akan selesai sesuai dengan waktu yang ditetapkan, tanpa nyontek, tanpa membeli dari penjual skripsi dan tanpa kutukan dosa dari yang Diatas
      sumber
      1.    Ronny Kountur, Metode Penelitan, Penerbit PPM, 2007
      2.    Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kencana Prenada Media Group, 2005
      3.    Ranjit Kumar, Research Methodology: A Step-by-Step Guide for Beginners, Melbourne: Addison Wesley Longman, 1996
      4.    Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Agustus 2003
      5.    Sulistyo-Basuki, Metode Penelitian, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, April 2006
      6.    http://romisatriawahono.net
      7.    http://skripsi-konsultasi.blogspot.com

CARA MUDAH MENYUSUN SKRIPSI: Manganalisis, Membahas dan Menyimpulkan Penelitian

Selangkah lagi Anda akan menyelesaikan penelitian Anda. Pada tahap terakhir ini, kualitas penelitian Anda akan ditentukan. Sebagaimana tips sebelumnya, pada tahapan ini tetaplah “FOKUS” dan jaga alur “BENANG MERAH”. Pasti hasil penulisan skripsi Anda memuaskan.
MENGADU WAWASAN DALAM ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Ini adalah tempat dan saatnya Anda mengerahkan seluruh daya pikiran dan kecerdasan untuk membuktikan karya Anda layak disebut Skripsi atau ‘Karya Ilmiah’. Pada umumnya bagian ini terbagi menjadi 3 bagian besar.

A.   Gambaran Umum
Anda perlu menggambarkan dengan jelas mengenai kondisi lapangan tempat Anda meneliti ataupun obyek penelitian Anda. Berikut tip-tip yang bisa Anda praktekkan:
1.  Dengan gambaran umum yang jelas, diharapkan pembaca akan dengan mudah mengerti mengenai apa yang Anda teliti, mengapa Anda meneliti dan masalah apa yang Anda ingin pecahkan.
2.  Buatlah gambaran umum ini secukupnya. Gambaran Umum yang terlalu panjang akan melelahkan pembaca dan penguji.
3.  Pada skripsi mahasiswa dengan pendekatan metode studi kasus dan deskriptif, sering dijumpai gambar struktur organisasi lengkap beserta pembagian tugasnya (job description). Sebetulnya struktur organisasi maupun job description hanya perlu dipaparkan pada studi kasus yang berhubungan dengan tema Sumber Daya Manusia, Sistem Informasi maupun Pusat Pertanggungjawaban (responsibility centre). Selain tema-tema di atas, tampaknya kecil kemungkinan adanya hubungan antara struktur organisasi dengan skripsi Anda.
4.  Sekali lagi jangan membuat gambaran yang kabur atau menjiplak kata-kata klise dari skripsi yang lain.
5.  Jaga ‘benang merah’ dalam gambaran umum agar sesuai dengan topik, judul dan perumusan masalah pada bagian-bagian awal.

B.   Analisa
Proses ini dapat dilalui dengan mudah, terutama bila kita melakukan penelitian secara empiris, karena banyak alat uji dan pengukuran yang sudah menyediakan hasil analisa data. Analisa akan sedikit lebih rumit bila Anda mengambil suatu studi kasus dalam karya ilmiah Anda.  Hal ini disebabkan karena Anda harus melakukan sendiri analisa yang dibutuhkan agar sesuai dengan pendekatan dan metodologi ilmiah yang telah Anda tentukan di awal.

Lakukan tahap ini dengan telaten dan sungguh-sungguh. Perhatikan jumlah hipotesa Anda maupun faktor-faktor yang Anda teliti, bila skripsi Anda bersifat studi kasus. Jangan sampai ada hipotesa dan faktor-faktor yang terlewati.
Hasil analisa yang diperoleh dari alat uji statistik, misal SPSS maupun Amos, Anda rangkum dengan baik, sehingga hasilnya tidak akan terlalu panjang. Bila perlu rangkum hasilnya dalam bentuk tabel. Hasil uji statistik dengan hipotesa yang cukup banyak dapat dibaca dengan lebih jelas bila disusun sebagai tabel. Anda tidak usah kuatir kehilangan detil hasil perhitungan Anda, semuanya bisa Anda letakkan di lampiran.

Terjemahkan hasil analisis uji statistik Anda dalam bahasa sehari-hari. Ingat tujuan Anda menulis skripsi adalah menjadikan orang lain paham dengan penelitian Anda, bukan membuat pembaca semakin lebih bingung.

Namun bagi yang mengambil pendekatan studi literatur. bagian ini bisa dihilangkan dan Anda bisa langsung masuk dalam bagian pembahasan.

C.   Pembahasan
Pada bagian ini Anda dituntut untuk menjelaskan hasil penelitian dan analisa data yang Anda lakukan. Disinilah kajian teori yang lengkap akan sangat membantu Anda apabila terjadi ‘anomali’ atau hasil perhitungan data yang menyimpang dari penelitian terdahulu maupun dari ‘kondisi ideal teori’. Dalam bagian ini pula diharapkan Anda bisa menunjukkan bahwa sebenarnya Anda layak untuk diakui telah menguasai suatu bidang ilmu tertentu. Beberapa hal yang harus Anda hindari dari bagian ini:

1.  Membuat pembahasan terlalu sedikit sehingga menyulitkan pembaca untuk memahami cara berpikir, langkah penelitian dan hasil yang Anda dapatkan. Ingat Anda harus membahas hasil hipotesa maupun faktor-faktor dalam penelitian Anda, satu demi satu. Jangan ada yang terlewat.
2.  Mengulang apa yang Anda tulis pada bagian analisa. Analisa dan pembahasan adalah bagian yang berbeda.
3.  Menggunakan kalimat-kalimat panjang. Gunakan kalimat yang pendek namun jelas. Praktekkan pola yang diajarkan guru bahasa Indonesia Anda, S-P-O-K atau K-S-P-O. Penggunaan anak kalimat yang terlalu banyak akan membingunkan pembaca.
4.  Tidak menuliskan argumen yang menjelaskan mengapa hasil penelitian Anda bertentangan dengan teori dalam Tinjauan Pustaka. Bila hasil penelitian Anda sejalan dengan teori, sampaikan bahwa teori tersebut telah dibuktikan dalam penelitian Anda.
5.  Membuat simpulan saat dilakukan pembahasan.
6.  Menulis argumentasi tanpa didukung teori secara kuat. Bila ada argumen yang Anda butuhkan tapi belum didukung teori, segera tambahkan teori tersebut dalam Tinjauan Pustaka.
 MENJAWAB PERMASALAH DENGAN SIMPULAN
Akhirnya kita tiba di bagian akhir. Buatlah simpulan dari hasil penelitian Anda sebagai jawaban dari permasalahan yang Anda rumuskan sebelumnya. Jangan membuat simpulan yang terlalu panjang dan mengada-ada, terlebih yang tidak ada sangkut pautnya dengan bagian pembahasan dan hasil analisa data yang ada.
Simpulan harus bisa mencerahkan dan memberikan masukan yang bermanfaat bagi pembaca dan penulis penelitian berikutnya, yang akan menggunakan karya Anda sebagai bahan acuan.
Untuk memulai sesuatu memang tidak mudah, namun bila semua sudah dijalani, kita akan sampai pada akhir yang membahagiakan. SELAMAT BERKARYA.
Saya mengharapkan agar sharing ini bermanfaat bagi Anda. Saya tunggu kritik dan sarannya. (Fin).

Sumber tulisan : http://aristonesa.wordpress.com/

CARA MUDAH MENYUSUN SKRIPSI: Menyiapkan Tinjauan Pustaka dan Metodologi Penelitian

Selamat bagi Anda yang telah melalui bagian pertama dengan cermat. Sekarang tiba saatnya bagi Anda untuk memasuki tahapan selanjutnya. Pada bagian kedua ini, Anda diwajibkan untuk menjelaskan dasar teori yang menjadi acuan bagi penelitian Anda. Selain itu Anda diminta untuk menyiapkan dan memaparkan bagian penelitian tersebut akan Anda laksanakan secara nyata di lapangan.
Catatan: pendekatan ini mungkin lebih sesuai untuk karya ilmiah di bidang ilmu manajemen dan akuntansi (karena itu latar belakang pendidikan saya), namun saya berharap bisa digunakan dalam cabang ilmu sosial lainnya. 
MENGUMPULKAN TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan pustaka merupakan dasar Anda berpijak dari sisi kajian teori dan kerangka konseptual. Tinjauan pustaka harus dibuat dengan cukup lengkap agar seluruh bagian dari karya ilmiah Anda didukung oleh konsep teoritis.  Anda perlu sadari bahwa konsep teori tidak saja dapat diperoleh dari buku teks maupun buku literatur, landasan teori juga bisa berasal dari jurnal, publikasi, majalah, white paper , telaah, undang-undang serta peraturan Pemerintah, bahkan penelitian atau skripsi sebelumnya. Jangan lupa Anda juga bisa mengambil dari Ensiklopedia bahkan Wikipedia. Namun, Anda juga perlu memperhatikan tingkat kesahihan dan kualitas dari publikasi tersebut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun tinjauan pustaka:
·         Pastikan tinjauan pustaka mengacu pada versi teori terbaru. Jangan malas untuk mengumpulkan teori-teori terbaru ataupun buku acuan dari terbitan tahun terbaru. Hal ini dimaksudkan agar sampai Anda mengambil konsep yang salah akibat mengacu pada teori atau buku terbitan lama. Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat. Kecuali, bila Anda memang sedang meneliti sejarah suatu bidang ilmu atau menulis perkembangan suatu teori. Dalam hal tersebut, maka memiliki buku atau referensi sejak awal berkembangnya teori hingga keadaannya saat ini akan sangat bermanfaat.
·         Tulislah tinjauan pustaka Anda secukupnya, jangan terlalu sedikit sehingga akan terdapat ulasan yang tidak terdukung oleh teori, maupun terlalu banyak, sehingga pembaca akan menjadi bosan akibat muatan teori yang tidak perlu. Menulis karya ilmiah, sekali lagi, bukan ajang pemecahan rekor MURI membuat skripsi paling tebal sedunia.
·         Bila skripsi Anda merupakan replikasi penelitian, cantumkan dengan jelas judul penelitian terdahulu, siapa penulisnya, obyek penelitiannya, bagaimana pendekatannya dan apa simpulannya. Agar terhindar dari gelar PLAGIAT, pastikan Anda mencantumkan persamaan dan perbedaan dengan penelitian sebelumnya yang Anda rujuk.
·         Pastikan rumus, variable, parameter dan proksi yang akan Anda gunakan selama penelitian telah didukung teori secara memadai.
·         Jangan lupa menjelaskan hubungan teori yang Anda pilih dengan analisis dan pembahasan yang akan dilakukan dalam penelitian.

METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian merupakan ancangan penelitian yang akan diterapkan di lapangan.
1.   Pastikan bahwa Anda memiliki metodologi penelitian yang aplikatif. Arti aplikatif disini adalah data penelitian tersedia dan cukup, dapat diukur secara obyektif serta alat atau sarana pengukuran tersedia. Bila syarat-syarat di atas tidak dapat terpenuhi, hampir dapat dipastikan penelitian Anda akan terhambat.
2.   Susun rerangka berpikir (conceptual framework) Anda dengan jelas, sehingga dapat menuntun Anda dalam menjalankan penelitian dan mempermudah pembaca untuk mengerti alur pikiran Anda.
3.   Jangan sembarang mengambil rumus atau proksi, kesulitan akan muncul saat Anda akan mengimplementasikannya dalam lingkup penelitian Anda. Bila ini terjadi, bisa saja penelitian tersebut harus Anda lakukan ulang akibat pergantian rumus atau variable tersebut.
4.   Bila penelitian Anda bersifat kuantitatif tentukan hipotesa Anda secara cermat. Dalam ilmu pasti hipostesa yang diuji adalah hipotesa nol (H0) yang bersifat mendukung teori untuk melawan hipotesa (H1) yang bersifat menolak teori. Namun pada ilmu sosial yang diukur justru adalah Hipotesa alternatif yang dilambangkan (Hi) atau (Ha). Hal ini disebabkan karena pada ilmu sosial terdapat unsur ketidakpastian.
5.   Pastikan data yang Anda ambil dapat diukur menggunakan rumus, variable atau proksi yang Anda pilih.

MEMILIH SAMPEL (OBYEK PENELITIAN)
Akibat memilih  sampel atau obyek penelitian yang salah, kita dapat terjerumus dalam hasil yang tidak diharapkan. Bahkan dalam beberapa kasus, terjadi suatu simpulan yang tampaknya benar, namun apabila digunakan nalar sehat (common senses), hal tersebut agak janggal. Ujung-ujungnya hasil penelitian kita menjadi tidak valid, bahkan dapat menjadi tidak berguna. Untuk menghindari jebakan ini Anda bisa mengikuti tips memilih sampel dan obyek penelitian sebagai berikut:

1.   Sampel yang Anda pilih harus dapat mewakili, hipotesa yang Anda uji. Misalnya, Anda tidak dapat melakukan suatu penelitian mengenai efisiensi dan produktifitas penggunaan mesin dengan memilih obyek penelitian sebuah Universitas. Karena semua orang tahu, universitas tidak mempunyai mesin dalam kegiatan keseharian mereka. Lebih tepat Anda melakukan penelitian sejenis itu di sebuah pabrik. Bila Anda ragu dalam menentukan obyek penelitian, konsultasikan terlebih dahulu obyek penelitian Anda pada dosen pembimbing maupun orang lain yang Anda anggap cukup kompeten.
2.   Pastikan sampel Anda tersedia dalam jumlah yang cukup dan data dapat Anda peroleh dengan mudah. Hal ini mengingat terdapat beberapa teknik uji statistik yang membutuhkan jumlah sampel minimum agar hasilnya dapat digunakan secara akurat. Anda tidak dapat menguji mengenai suatu kecenderungan atau signifikansi menggunakan jumlah  sampel yang sedikit. Misalnya Anda menyatakan:
“50% dari siswa SMU di Indonesia tidak menyukai sayur sebagai menu harian”.
Namun pada saat Anda melakukan pengujian ini jumlah sampel Anda hanya 6 orang, dan suatu kebetulan 3 orang menyukai sayur dan 3 orang lainnya tidak menyukai sayur. Tentu saja ini generalisasi yang sangat berlebihan, mengingat siswa SMU se-Indonesia sangat banyak dan tidak bisa hanya diukur dengan 6 orang teman yang Anda kenal.
3.   Jumlah sampel yang cukup juga menjaga kualitas penelitian Anda. Tidak jarang dari sampel yang dikumpulkan terdapat beberapa sampel yang harus dikeluarkan (dropped) karena sampel tersebut Anda perkirakan kualitasnya kurang baik atau sahih. Dengan jumlah sampel yang cukup Anda tidak perlu bingung untuk menambahkan sampel baru, karena menambah sampel akan memperpanjang masa penelitian Anda.
4.   Bila obyek Anda sebuah perusahaan atau lembaga, pastikan bahwa Anda dapat mengakses data yang Anda butuhkan. Biasanya Anda akan ditolak oleh karyawan lembaga yang bersangkutan dengan istilah klise “RAHASIA PERUSAHAAN”, meskipun, Anda sudah mengantongi surat Ijin dari pihak yang berwenang. Untuk mengatasi hal ini, siapkan saja 2 atau lebih perusahaan/lembaga sebagai cadangan. Jadi bila tiba-tiba ada keberatan dari lembaga tersebut, Anda tidak kelimpungan.
5.   Jangan memilih sampel seadanya, dengan berkilah bahwa data yang tersedia di lapangan sangat terbatas. Sebagai seorang peneliti, Anda harus lebih gigih dan ulet dalam mendapatkan sampel data yang Anda butuhkan. Selain itu, Anda perlu sadari bahwa semua data yang Anda perlukan untuk menguji hipotesa telah dikumpulkan dengan seksama sehingga tidak ada yang kelewatan.
Setelah melalui tahapan ini, tidak ada salahnya Anda kembali melihat ke bagian pertama penulisan Anda. Apabila ada hal-hal yang kurang pas, sesuaikan kembali bagian pertama tadi. Ingat Anda harus menjaga “benang merah” penelitian Anda. (Bersambung).

CARA MUDAH MENYUSUN SKRIPSI: Menentukan Topik, Permasalahan dan Latar Belakang

Banyak mahasiswa maupun dosen sekalipun, yang sering kebingungan ketika dihadapkan pada proses penyusunan karya ilmiah. Sharing ini saya lakukan dengan harapan agar dapat menjadi inspirasi, bukan untuk menonjolkan diri. Terima kasih pada rekan Bintang, yang sudah memberikan masukannya. Saya juga mengharapkan masukan dari Anda tentunya.

Catatan: pendekatan ini mungkin lebih sesuai untuk karya ilmiah di bidang ilmu manajemen dan akuntansi (karena itu latar belakang pendidikan saya), namun saya berharap bisa digunakan dalam cabang ilmu sosial lainnya.   

MEMILIH TOPIK
Bagian terberat sebelum memulai menulis sebuah karangan ilmiah adalah memilih topik. Sebenarnya, Anda yang masih pemula tidak perlu kuatir. Semua penulis baik karangan ilmiah, fiksi, atau menulis apapun memang tidak mudah untuk memperoleh sebuah topik, terlebih bila hasil penulisan tersebut harus dipertanggungjawabkan dalam sebuah forum institusi maupun forum publik.
Bagaimana caranya supaya ide tersebut bisa muncul? Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
1.   Mengamati suatu keadaan atau fenomena.
Misalnya bila Anda melihat suatu kejadian A, namun bila ada pikirkan lebih lanjut, seharusnya keadaan sepeti itu tidak seharusnya terjadi. Atau secara sederhana dikatakan terjadi suatu ‘kesenjangan’ antara keadaan nyata . Dari sanalah topik atau ide untuk diulas akan muncul.

2.   Brainstorming
Ada bisa melakukan ‘curah gagasan’ atau istilah kerennya brainstorming dalam menemukan topik untuk menulis karya ilmiah. Tapi untuk memastikan mendapat ide yang lumayan brilian pilih orang yang Anda ajak berdiskusi, misalnya dengan teman yang IP nya lumayan tinggi atau dengan dosen, bahkan bila perlu dengan Pembicara sebuah seminar atau diskusi ilmiah.

3.   Membaca banyak buku teks (text book) atau buku acuan (literature book).
Ide juga bisa muncul dengan membaca buku teks wajib dari mata kuliah Anda ataupun juga membaca buku literatur. Pada umumnya buku-buku teks hanya memuat sangat sedikit  penjabaran dari sebuah topik atau konsep. Untuk melengkapinya, Anda perlu mencari tahu lebih banyak dari buku literatur. Buku seperti ini pada umumnya, membahas sebuah topik secara lebih detil bahkan beberapa di antaranya sudah langsung membahas secara aplikatif dalam kehidupan nyata.

4.   Membaca karya dan jurnal ilmiah dari peneliti lain.
Bila Anda teliti membaca buku teks atau buku acuan Anda, dalam daftar pustaka, dapat ditemukan berbagai jenis jurnal ilmiah maupun berbagai macam publikasi lainnya. Anda dapat melakukan penelitian dengan memilih topik yang sama. Namun yang perlu Anda ingat, jangan sampai tergoda untuk menjiplak karya ilmiah tersebut, karena tentu saja hal ini melanggar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) si penulis.  Sebetulnya banyak cara yang bisa dilakukan dengan topik tersebut, misalnya dengan mengganti obyek penelitian, menambahkan variabel yang hendak diteliti, mengganti metode perhitungan maupun pendekatan penelitian itu sendiri.

Dari jurnal dengan topik/ide yang sama dapat memberikan hasil penelitian yang berbeda. Perbedaan ini dapat digunakan untuk pengembangan topik/ide selanjutnya, termasuk bila kita jeli membaca keterbatasan penelitian tersebut.
Selain itu, dari jurnal dapat diperoleh arah positif atau negative terhadap suatu variabel penelitian. Anda dapat menguji kembali apakah kencederungan juga terjadi pada penelitian Anda. Bahkan dengan kondisi yang unik di Indonesia tidak jarang hasil penelitian Anda dapat berlawan dengan penelitian aslinya, bahkan dengan teori yang Anda ambil dari buku acuan.

5.   Internet sumber informasi yang tak terbatas
Internet adalah suatu keajaiban masa kini. Dari internet, kita bisa memperoleh berbagai macam informasi tentang berbagai pekembangan terkini. Mulai dari fenomena, paradigma baru, debat teori, paradoks maupun penelitian dan eksperimen yang tengah belangsung. Dengan jumlah informasi yang dapat dikatakan ‘hampir tidak terbatas’ ini, seharusnya Anda tidak lagi kesulitan untuk menemukan topik karya tulis Anda.
MERUMUSKAN MASALAH
Tahap berikutnya setelah menemukan topik adalah merumuskan masalah yang akan diangkat sebagai obyek penelitian.  Dalam mencoba merumuskan suatu permasalahan ada beberapa hal yang perlu dicermati:
1.  Masalah yang diangkat tidak harus dalam bentuk pertanyaan, namun juga bisa dalam bentuk pernyataan.
2. Permasalahan harus cukup fokus, tidak terlalu sempit sehingga menyulitkan pada waktu pembahasan atau terlalu melebar sehingga jawaban yang disampaikan pada simpulan mengambang atau membingungkan.
3. Sifat pertanyaan atau pernyataan haruslah netral dan tidak boleh bersifat mendukung opini atau simpulan tertentu.
4.  Pertanyaan dan pernyataan bersifat menarik dan unik. Jangan mengangkat permasalahan yang sudah jelas jawabannya.
5.  Permasalahan dapat dipecahkan dan dijawab dengan pendekatan dan data yang ada. Bila Anda bersifat mencoba pendekatan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yakinkan bahwa penelitian Anda tidak tergolong dalam kriteria eksperimen. Eksperimen memiliki metodologi sendiri yang berbeda dengan apa yang sedang kita bahas di sini.
6.  Jika menggunakan jurnal yang penelitiannya tidak dilakukan Indonesia, Anda perlu cermati bahwa suatu kejadian antar Negara dapat berbeda. Masalah yang diangkat perlu sesuaikan dengan peristiwa, kondisi, perlakuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia. Hal ini untuk menghindari “tidak nyambungnya” perumusan masalah Anda dengan kondisi aktual di Indonesia.
7.  Dan hal terpenting dari permasalahan adalah sesuai dengan topik dan judul yang telah dipilih. Harus ada ‘benang merah’ yang dijaga, sampai penulisan tersebut  rampung pada bagian simpulan.
MEMBERI JUDUL PENELITIAN
Sebenarnya memberikan judul adalah bagian termudah dari sebuah penulisan ilmiah. Pada umumnya perumusan masalah merupakan judul dari sebuah karya ilmiah. Namun ada kalanya kita perlu mempertimbangkan apakah bila judul tersebut kita gunakan, pembaca menjadi kurang mengerti atau bahkan menafsirkan secara lain. Bila terpaksa menggunakan judul yang sedikit berbeda dengan perumusan masalah pastikan pembaca atau orang lain tidak bingung atau salah tafsir.

MENCIPTAKAN LATAR BELAKANG
Penulis pemula banyak yang “salah kaprah” ketika menulis latar belakang. Dibutuhkan berlembar-lembar kata-kata untuk mengungkapkan latar belakang yang ingin dibahas. Selain agar dikatakan lengkap, pada umumnya alasan menulis latar belakang yang panjang adalah untuk membuat karya tulis menjadi ‘tebal’ dan  ‘berbobot’. Padahal, dengan latar belakang yang panjang, tidak ada manfaat yang dapat kita peroleh selain pembaca yang bosan, bingung dan lelah.  Bila Anda ingin menciptakan karya yang baik, sebenarnya bagian yang seharusnya ‘tebal’ dan ‘berbobot’ adalah pada bagian “ANALISA DAN PEMBAHASAN”, karena pada bagian inilah sebenarnya tingkat wawasan penulis akan diukur.
Bagaimana menuliskan latar belakang yang ideal? Berikut ini tipsnya:
1.   Buatlah suatu latar belakang yang lugas, jelas dan tidak bertele-tele. Langsung menuju pada permasalahan yang akan diangkat atau fenomena yang ada.
2.   Masukkan kutipan dari buku maupun publikasi apabila memang kalimat maupun tersebut berasal dari seorang ahli, pembicara ataupun peneliti lain. Tidak perlu terlalu banyak, cukup yang mendukung topik saja.
3.   Jangan menggunakan kalimat tanpa dasar argumentasi yang kuat.
4.   Sebaiknya panjang latar belakang sekitar 2 halaman untuk kertas ukuran A4.
5.  Tetap fokus agar dalam memaparkan latar belakang tidak menyimpang dari topik, perumusan masalah dan judul. Mengaburkan hubungan ‘benang merah’ akan membingungkan pembaca terlebih lagi tim penguji.
Dalam melakukan tahap-tahap di atas, hendaknya Anda bersikap tekun dan cermat. Bila Anda sedikit saja ceroboh, seluruh “bangunan penelitian” Anda akan ambruk. Bila bagian pertama ini tidak dilakukan dengan sempurna artinya Anda harus memulai segalanya dari awal. Bila ingin menghasilkan karya yang baik jangan terburu-buru, take your time terutama pada bagian awal ini. (Bersambung).

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *