16 Januari 2016

JENIS ANALISIS DATA DALAM PENELITIAN


Analisis data dilakukan setelah data dan bukti yang mendukung penelitian kita telah terkumpul. Artinya proses analisa data bisa dilakukan setelah adanya pengumpulan data. Kegiatan utama adalah mengumpulkan data berdasarkan variable judul dan jenis responden, kemudian mentabulasi data berdasarkan variable responden, menyajikan data dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan menjawab hipotesa yang telah diajukan. 

Bogdan dalam Sugiono (2012) Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesis, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain[1]

Analisis dapat berarti: meringkas dan mengkomunikasikan data (effective ways of summarizing and communicating masses of information…), yang akhirnya disebut statistik deskriptif . Analisis dapat berarti: menggali ‘sesuatu’ dibalik data (goes beyond a given set of data), yang akhirnya dikenal dengan statistik inferensial 

Akhirnya sugiono  (2012) mengartikan analisis data sebagai proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawncara, catatan lapangan dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedlaam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain. Sedangkan Muhammad (2011) mengartikan analisis data sebagai  mengidentifikasikan dan menyusun pola-pola, kategori, tema-tema, focus-fokus atau masalah-masalah yang sesuai dengan tujuan penelitian[2]

JENIS ANALISA DATA
Peneliti mendeskripsikan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis data dengan statistika deskriptif, analisis data dengan statistika inferensial dan uji persyaratan analisisnya. Analisis data dengan statistika deskriptif dapat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, histogram, steam and leaf (diagram batang daun) atau box plot (diagram kotak garis). Analisis data dengan statistika inferensial sesuai dengan hipotesis penelitian yang akan diuji. Setelah melalui tahap pengumpulan data, peneliti harus menetapkan jenis analisa yang akan digunakan sesuai dengan tingkat kebutuhan penelitian.
 Secara garis besar analisis data terbagi dua yaitu

1). Analisis non-statistik
Analisis data non-statistika antara lain  Data kualitatif, yaitu data-data yang tidak dapat di-angkakan, analisis non-statistik lebih tepat digunakan. Data kualitatif  biasanya diolah atau dianalisis berdasarkan isinya (subtansinya).  Analisis non statistik ini  sering  juga disebut dengan analisis isi (content analysis), yang mencakup analisis deskriptif, kritis, komparatif, dan sintesis.

2). Analisis Data Statistik
 Analisis data statistika antara  lain Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka atau bisa diangkakan, analisis statistik lebih tepat digunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.  Statistik deskriptif digunakan untuk membantu memaparkan (menggambarkan)  keadaan yang sebenarnya (fakta) dari satu sampel penyelidikan.  Penyelidikan   deskriptif,  Penelitian deskriptif tidak untuk menguji suatu hipotesis. Penyelidikan yang menggunakan data kualitatif  disebut penyelidikan kualitatif.

Kita kenal dua jenis analisa data : Analisa data kualitatif dan Analisa data kuantitatif.

1. Analisis Data Kualitatif
               
Analisis data kualitatif sangat berbeda dengan analisis data kuantitatif karena sudah jelas ada parameternya untuk menguji hipotesis yang diajukan penulis dan hasil penelitian adalah menjawab hipotesis yang biasanya bertentangan dengan hipotesis nol dan  analisis dibuat berdasarkan jenis datanya.
             
 Sedangkan analisis kualitatif data diambil dari sumber mamnapun dan dengan teknik pengumpuln data yang bermacam-macam (triangulasi) sehingga dengan terus menerus variasi datanya tinggi sekali. Sehingga mengalami kesulitan dalam menganalisis.
              
 Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif yaitu suatu analisis  berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi sebuah hipotesis. Hipotesis dirumuskan berdasarkan data tersebut selanjutnya dicarikan data lagi secara berulang-ulang sehingga dapat disimpulkan apakah hipoteiss tersebut diterima atau ditolak berdasarkan data yang terkumpul. Bila berdasarkan data yang  dikumpulkan secara berulang-ulang dengan teknik triangulasi  ternyata hipotesis diterima, maka hipotesis tersebut berkembang menjadi teori.

a). Proses analisis data kualitatif dilakukan sejak sebelum terjun penelitian.
             
Analisis dilakukan  terhadap data hasil studi pendahuluan atau data sekunder yang akan ditentukan untuk menentukan focus penelitian dan focus penelitian bersifat sementara sehingga kalau yang diamati tidak ditemukan maka dikembangkan dilapangan dengan merubaha fokusnya.

b). Proses sewaktu dilapangan.
             
Miles dan huberman (1984)  bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh dengan aktiftas selama analisis data antara lain : data reduction (jumlah data yang banyak perlu dirangkum, memilih hal yang pokok, mempfokuskan pada hal yang penting, dicari tema dan polan); data display (penyajian data dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori. Flowchart dan sejenisnya. Yangs erring digunakan dengan teks yang bersifat naratif); dan conclusion/verification (penarikan kesimpulan dan verifikasi).
            
Spradley (1980) membagi proses analisis data kualitatif antara lain1). analisis domain (memperolah gamabaran umum dan menyeluruh dari objek/penelitian atau situasi social.2). analisis taksonomi (domain yang dipilih selanjutnya diuriakan menjadi rinci untuk mengetahui struktur inetrnalnya. Dengan observasi terfokus). 3). Analisis komponensial (mencari cirri-ciri spesifika pada setiap struktur internal dengan acara mengkontraskan antar elemen dengan pertanyaan yang mengkontraskan melalui observasi dan wawancara terseleksi). 4). Analisis tema cultural (mencari hubungan diantara domain dan bagaimana hubungan dengan keseleuruhan dan elanjutnya dinyatakan kedalam tema/judul penelitian)

2. Analisis Data Kuantitatif.
                
 Setelah data terkumpul maka dilakukan analisis data dengan kegiatan : mengelompokan data berdasarkan variable dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variable dari seluruh responden, menyajikan data tiap variable yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan melakukan perhitungan untuk menguji hiotesis. Semua analisis mengunakan statistika. Analisis data kuantitatif sangat ditentukan dengan jenis variable datanya, sebagaimana telah diaungkapkan dalam bab sebelumnya.

C. RAMBU-RAMBU DALAM PENENTUAN ANALISIS DATA
                     
Kesulitan peneliti muda salah satunya dalam menentukan analis mana yang cocok dengan penelitian atau judul skripsi kita. Ada beberapa rambu-rambu sederhana antara analisis data sangat dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain :
  1. Jenis penyelidikan (deskriptif, inferensial)
  2. Jenis variabel (terikat, bebas)
  3. Tingkat pengukuran variabel (nominal, ordinal, interval)
  4. Banyaknya variabel (satu, lebih dari satu )
  5. Maksud statistik (kecenderungan memusat, variabilitas, hubungan (korelasi, asosiasi), pembandingan (komparasi), interaksi, kesesuaian, dan sebagainya)


[1] Sugiono, metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D, Alafabeta, 2012. H.244.
[2] Muhammad, Metode Penelitian Bahasa, Ar-Ruzzmedia, 2011, h.222

24 Desember 2015

CARA FORMAL DAN INFORMAL PENEMUAN MASALAH

DALAM kehidupan sehari-hari kita menghindari masalah tapi dalam penelitian kita mencoba menemukan masalah baik secara formal maupun informal.

Cara-cara Formal 
Cara-cara formal (menurut metodologi penelitian) dalam rangka menemukan permasalahan[1]) dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:

1)    Rekomendasi suatu riset. Biasanya, suatu laporan penelitian pada bab terakhir memuat kesimpulan dan saran. Saran (rekomendasi) umumnya menunjukan kemungkinan penelitian lanjutan atau penelitian lain yang berkaitan dengan kesimpulan yang dihasilkan. Saran ini dapat dikaji sebagai arah untuk menemukan permasalahan.

2)    Analogi adalah suatu cara penemuan permasalahan dengan cara “mengambil” pengetahuan dari bidang ilmu lain dan menerapkannya ke bidang yang diteliti. Dalam hal ini, dipersyaratkan bahwa kedua bidang tersebut haruslah sesuai dalam tiap hal-hal yang penting. Contoh permasalahan yang ditemukan dengan cara analogi ini, misalnya: “apakah Proses perancangan perangkat lunak komputer dapat diterapkan pada proses perancangan huruf sunda kuno”


3)    Renovasi. Cara renovasi dapat dipakai untuk mengganti komponen yang tidak cocok lagi dari suatu teori. Tujuan cara ini adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kemantapan suatu teori. Misal suatu teori menyatakan “ada korelasi yang signifikan antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub – inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya” dapat direnovasi menjadi permasalahan “seberapa korelasi antara arah pengembangan bangunan rumah tipe tertentu dalam perumahan sub – inti dengan tipe bangunan rumah asal penghuninya dengan tingkat pendidikan penghuni yang berbeda”. Dalam contoh di atas, kondisi yang “umum” diganti dengan kondisi tingkat pendidikan yang berbeda.

4)    Dialektik, dalam hal ini, berarti tandingan atau sanggahan. Dengan cara dialektik, peneliti dapat mengusulkan untuk menghasilkan suatu teori yang merupakan tandingan atau sanggahan terhadap teori yang sudah ada.
5)    Ekstrapolasi adalah cara untuk menemukan permasalahan dengan membuat tren (trend) suatu teori atau tren permasalahan yang dihadapi.
6)    Morfologi adalah suatu cara untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan kombinasi yang terkandung dalam suatu permasalahan yang rumit, kompleks.
7)    Dekomposisi merupakan cara penjabaran (pemerincian) suatu permasalahan ke dalam komponen-komponennya.
8)    Agregasi merupakan kebalikan dari dekomposisi. Dengan cara agregasi, peneliti dapat mengambil hasil-hasil peneliti atau teori dari beberapa bidang (beberapa penelitian) dan “mengumpulkannya” untuk membentuk suatu permasalah yang lebih rumit, kompleks.

b). Cara-cara Informal 
Cara-cara informal (subyektif) dalam rangka menemukan permasalahan dapat dilakukan dengan alternatif-alternatif berikut ini:

1) Konjektur (naluriah). Seringkali permasalahan dapat ditemukan secara konjektur (naluriah), tanpa dasar-dasar yang jelas. Bila kemudian, dasar-dasar atau latar belakang permasalahan dapat dijelaskan, maka penelitian dapat diteruskan secara alamiah. Perlu dimengerti bahwa naluri merupakan fakta apresiasi individu terhadap lingkungannya. Naluri, menurut Buckley, dkk., (1976, 19), merupakan alat yang berguna dalam proses penemuan permasalahan.

2) Fenomenologi. Banyak permasalahan baru dapat ditemukan berkaitan dengan fenomena (kejadian, perkembangan) yang dapat diamati. Misal: fenomena pemakaian komputer sebagai alat bantu analisis dapat dikaitkan untuk mencetuskan  permasalahan – misal: seperti apakah pola dasar pendaya – gunaan komputer dalam proses perancangan arsitektural.

3) Konsensus juga merupakan sumber untuk mencetuskan permasalahan. Misal, terdapat konsensus bahwa bahasa inggeris diakui sebagai bahasa yang wajib dipelajari diberbagai jenajng pendidikan di indonesia (misal hal ini merupakan konsensus nasional).

4)  Pengalaman. Tak perlu diragukan lagi, pengalaman merupakan sumber bagi permasalahan. Pengalaman kegagalan akan mendorong dicetuskannya permasalahan untuk menemukan penyebab kegagalan tersebut. Pengalaman keberhasilan juga akan mendorong studi perumusan sebab-sebab keberhasilan. Umpan balik dari klien, misal, akan mendorong penelitian untuk merumuskan kesulitan dalam menterjemahkan handbook mesin industri dan peristilahan mesin dalam bahasa inggeris di Industri elektronik.

c). Pengecekan Hasil Penemuan Permasalahan
Permasalahan yang telah ditemukan selalu perlu dicek apakah permasalahan tersebut dapat (patut) untuk diteliti (researchable). Pengecekan ini, biasanya, didasarkan pada tiga hal: (i) faedah, (ii) lingkup, dan (iii) kedalaman. Pengecekan faedah ditelitinya suatu permasalahan dikaitkan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan atau penerapan pada praktek (pembangunan). 

Ditanyakan: apakah penelitian atas permasalahan tersebut akan berfaedah untuk ilmu pengetahuan, misal dapat merevisi, memperluas, memperdalam pengetahuan yang ada, atau menciptakan pengetahuan baru. Dicek pula: apakah penelitian tersebut mempunyai aplikasi teoritikal dan atau praktikkal. Suatu penelitian agar dapat diterima oleh pemberi dana atau pemberi “nilai’ perlu mempunyai faedah yang jelas (penjelasan faedah diharapkan bukan hanya bersifat “klise”).

Peneliti yang belum berpengalaman sering mencetuskan permasalahan yang berlingkup terlalu luas, yang memerlukan masa penelitian yang sangat lama (di luar jangkauan). Misal: penelitian untuk “menemukan cara terbaik pelaksanaan pembangunan rumah tinggal” akan memerlukan waktu yang “tak terhingga” karena harus membandingkan semua kemungkinan cara pelaksanaan pembangunan rumah tinggal. Lingkup penelitian, biasanya, cukup sempit, tapi diteliti secara mendalam. 

Faktor kedalaman penelitian juga merupakan salah satu yang perlu dicek. Penelitian, bukan sekedar mengumpulkan data, menyusunnya dan memprosesnya untuk mendapatkan hasil, tetapi diperlukan pula adanya interpretasi (pembahasan) atas hasil. Penelititan perlu dapat menjawab: apa “arti” semua fakta yang terkumpul. 

Dengan pengertian ini, suatu pengukuran kemiringan menara pemancar teve belum dianggap mempunyai kedalaman yang cukup (hanya merupakan pengumpulan data dan pelaporan hasil pengukuran). Tetapi, penelitian tentang “pengaruh kemiringan menara pemancar teve  terhadap kualitas siaran” merupakan penelitian karena memerlukan interpretasi tehadap persepsi pirsawan atas kualitas siaran yang dipengaruhi oleh kemiringan.

Indikasi permasalahan yang belum merupakan permasalahan penelitian ditunjukkan oleh Leedy (1997: 46-48), yaitu:
1)    yang bersifat hanya pengumpulan informasi yang bertujuan untuk mengerti lebih banyak tentang suatu topik;
2)    yang jawabnya ya atau tidak; pembandingan dua set data tanpa intepretasi;
3)    pengukuran koefisien korelasi antara dua set data.



[1] Bukley dkk., (1976:16-27)

20 Desember 2015

RESENSI BUKU (NEW)


Buku     : Metodologi Riset
Penulis  : Ahmad Kurnia, SPd, MM.
Penerbit: Reconiascript Publishing
Tahun    : 2015
Hal.       : 212 Hal.
Harga    : Rp. 80.000,-(belum Ongkir)

Sebuah hasil dokumentasi blog sejak tahun 2007 yang disunting penulis sehingga menghasilkan karya yang lebih sederhana mudah dipraktekan dalam penelitian. Secara khusus untuk mahasiswa tingkat akhir jurusan
bahasa yang sebenarnya  tidak begitu jauh berbeda dengan penelitian lainnya seperti pendidikan, manajemen dan komunikasi, tapi lebih dekat pada pola komunikasi dalam berbahasa. Penyajian penelitian lebih bersifat kualitatif, tapi secara umum semua penelitian adalah standar mencari jawaban dari sebuah masalah dan fenomena yang sering terjadi dalam komunikasi bahasa. 

Paradigma penelitian bahasa sebagian ahli beranggapan lebih tepat menggunakan metode kualitatif tapi tidak menutup kemungkinan metode kuantitatif dapat dijadikan sebagai dasar acuan dalam analisa datanya. Dikhotomi ini terjadi sebagai suatu hal yang wajar dalam penelitian, karena mencari kebenaran juga membutuhkan adanya suatu pilihan yang paling mudah, fleksibel dan dapat dianalisis secara transparan.

Begitu juga ketentuan dalam penulisan adalah membuat skema penulisan untuk memudahkan penelitian. Suatu penelitian selalu diawali dengan suatu masalah. Banyak para peneliti yang mengalami hambatan dalam memilih masalah dan merumuskan masalah yang akan diteliti. Bahkan ada yang memulai penelitian dengan mencari judul dulu kemudian dicari masalahnya. Sehingga saat ditanya tentang masalah sebenarnya dari judul tersebut calon peneliti  tidak bisa memahaminya dengan baik. Semoga bermanfaat.

INFO & PESANAN
Ahmad Kurnia
SMS/WA 081314492571
Email : ahmadkurnia@gmail.com

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *