31 Oktober 2014

Contoh Teknik Penyusunan Judul Bahasa

Membuat Judul skripsi tidak semudah yang kita duga, sehingga ada kecenderungan mahasiswa mengadopsi judul skripsi lain dengan topik yang berbeda atau menentukan sendiri dengan melihat fenomena empiris yang terjadi di lingkungan kita, baik pekerjaan, profesi, dan komunitas yang menyebabkan timbullnya permasalahan yang relevansi dengan konsentrasi akademik kita.

Sistematika dalam penyusunan judul bahasa secara bertahap antara lain:

a.     Tentukan Topik/Tema Penelitian
Mengambil judul bukan dari judul skripsi orang lain, tapi harus anda ambil dari topik yang secara empiris berdekatan dengan perkuliahan, pekerjaan, komunitas teman anda, dan lingkungan.
Topik untuk penyusunan judul skripsi bahasa berpedoman pada topik antara lain :
Bahasa Inggeris
Bahasa Jepang
1). Speaking
1). Kaiwa
2). Reading
2). Dokkai
3). Writing
3). Sakubun
4). Listening.
4). Chokai

Dari topik ini bisa dispesfikasikan secara logis kedalam sub-topik yang lebih kecil lagi sehingga bisa mudah dipahami oleh siapapun, karena tidak umum dan memperluas bahasan anda.
Anda susun sub-topik dari topik diatas untuk mengspesifikasikan bahasan topik anda antara lain :
KAIWA
DOKKAI
SAKUBUN
CHOKAI
BUDAYA
Kaiwa 1
Kyujuuhai
Sakubun happyu
Chokai 1
Nihonjiju
Jitsuyu
Kanji
 I nichi honyaku
Chokai 2
Nihonshi
Kaiwa happyu 1
Dokkai bunpo 1
tsyuyaku
Chokai 3
Nihon bungaku
Bijinesu kaiwa
Dokkai hapyu 1
nohonggaku
Chokai 4
Nihon tsuushin
Kaiwa happyu 2
honyakuron
Jitsuyu honyaku
Chokai 5
Nihon kenkyuu zemi

b.     Tentukan Masalah Dan Rumuskan Masalah.
Setelah topik dipetakan kedalam sub-topik, kemudian pahami topik itu sesuai dengan jurusan kuliah anda. Biasanya masalah diungkapkan dalam kalimat pernyataan. Misalnya :
1)     Topik  : Speaking
2)     Sub-topik : pengucapan (conversation)
3)     Masalah : ”Kesulitan dalam pengucapan bahasa inggeris”
4)     Permusan : ”Kenapa pengucapan bahasa inggeris itu sulit?

c.     Berikan Jawaban Empiris dan Teoritis terhadap Perumusan Masalah.
Dari perumusan ini bisa menguraikan jawaban empiris dan teoritis yang menyangkut adanya asumsi dasar yang bisa menjawab masalah yang dirumuskan oleh peneliti.kenapa pengucapan bahasa inggeris itu sulit? Banyak jawaban secara empiris : kurang menguasai vocabulary, sulitnya menghilangnya logat daerah, kurang latihan dan pembiasaan diri, tidak memiliki partner berbicara, mentalitas, dll.

d.     Tentukan Variabel Penelitian
Variabel bisa diartikan sebagai bagian dari judul yang bisa diinterpretasikan kedalam sebuah teori. Variabel juga bisa diambil dari asumsi-asumsi dari perumusan masalah atau dari masalah itu sendiri.
Dalam hal ini yang menjadi variabelnya adalah...
·         Variabel Y   = perbaikan pengucapan bahasa inggeris.
·         Variabel X1= vocabulary
·         Variabel X2= dialek

e.     Tentukan Paradigma Penelitian.
Dari variabel yang sudah ditentukan sehingga dapat dilihat hubungan konstelasi antar variabel :

                                            X1
                                                                                  Y
                                           X2

f.       Tentukan Jenis Penelitian
Setelah paradigma anda buat, langkah berikutnya tentukan jenis penelitian, pastinya kalau ada paradigma, maka jenis penelitiannya kuantitatif dengan analisis statistika.

g.     Tentukan Teks Judul.
Tahap terakhir menentukan teks judul : anda tentukan jenis teks judulnya : korelatif, deskriptif, komparatif,dll. Maka teksnya sebagai berikut :”hubungan korelatif antara vocabulary dan dialek daerah terhadap perbaikan pengucapan bahasa inggeris siswa SMAN 1 Bekasi tahun 2014”

30 September 2014

PROSEDUR RISET


PROSEDUR sebagai langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dengan mempertimbagkan biaya, waktu, tenaga dan kemampuan sehingga tercapai tujuan penelitian secara efektif dan efisien.

1.     Mengatur perencanaan penelitian.
Prosedur lain dalam menata penelitian adalah membuat perencanaan yang matang agar dapat menghasilkan penelitian yang memiliki tingkat capabilitas yang tinggi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
  1. Pra persiapan penelitian
  2. Persiapan penelitian
  3. Pelaksanaan penelitian
  4. Pengolahan data
  5. Penyusunan laporan 

2.    Mengatur Personalia Penelitian.
Penelitian harus dilakukan secara terencana, bertujuan dan sistematis sehingga beberapa hal yang menjadi tanggungjawab ilmiah peneliti secara mandiri :
  • Menyusun proposal
  • Memilih subjek dan instrument penelitian
  • Menganalisis data
  • Menarik kesimpulan dan membuat pembahasan serta saran-saran
3.    Kegiatan  Dalam Merencanakan Penelitian
  • Menyusun proposal penelitian,
  • Menyusun instrument pengumpulan data,
  • Mencari data awal atau mengadakan survey pendahuluan,
  • Menentukan subject penelitian
  • Mengurus perijinan,
  • Mengumpulkan data penelitian,
  • Menganalisa data,
  • Membahas hasil analisis, mengambil kesimpulan, merumuskan saran-saran dan menyususn diskusi,
  • Menyusun laporan dan
  • Memproduksi laporan”.
4.     Mengkaji Proposal Penelitian
1.    Jenis kegiatan yang dilakukan didalam mengkaji proposal penelitian adalah :
  • Memahami bersama apa yang menjadi permasalahan penelitian
  • Memahami ada berapa dan apa saja yang menjadi variabel penelitian
  • Memahami metode dan rincian isi instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data.
  • Mengenal subjek penelitian, populasi dan sampel serta cara menentukan sampel penelitian.
  • Mengetahui jenis teknik analisa data.
2.     Jenis Kajian :

  •   Seminar proposal dan instrumen pengumpulan data : peneliti mengadakan identifikasi pakar-pakar yang diperkirakan dapat memberikan masukan, membuat undangan dan memperbanyak proposal penelitian, mengedarkan undangan, menyiapkan persidangan seminar, melaksnakan seminar yang merupakan puncak dari seminar dan tindak lanjut berupa diskusi kecil antar peneliti.
  •    Seminar  laporan penelitian.
5.  Menyusun jadwal pelaksanaan penelitian :

  • Mengurus perijinan dan konfirmasi tempat penelitian,
  • Menyusun instrumen pengumpulan data,
  • Mencobakan atau melakukan uji coba instrumen : validitas dan reliabliltas instrumen.
  • Menganalisis data uji coba dan merevisi instrumen : validitas tes, reliablitas tes, tarap kesukaran, daya pembeda dan pola jawaban
  • Mengumpulkan data
  • Mengadakan pengecekan instrumen yang sudah terisi,
  • Mentabulasi data, menganalisis data, menyusun pembahasan,
  • Menarik kesimpulan, membuat saran dan diskusi.

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *