Tampilkan postingan dengan label Instrumen penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Instrumen penelitian. Tampilkan semua postingan

11 Mei 2017

TIPE SKALA PENGUKURAN



A. Skala Likert
        Skala Likert: skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang objek atau fenomena tertentu. Skala Likert memiliki 2 bentuk pernyataan, yaitu: pernyataan positif dan negatif.. Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala Likert responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. Biasanya disediakan lima pilihan skala dengan format seperti:
·      Sangat tidak setuju
·      Tidak setuju
·      Netral
·      Setuju
·      Sangat setuju
        Selain pilihan dengan lima skala seperti contoh di atas, kadang digunakan juga skala dengan tujuh atau sembilan tingkat. Suatu studi empiris menemukan bahwa beberapa karakteristik statistik hasil kuesioner dengan berbagai jumlah pilihan tersebut ternyata sangat mirip Pernyataan positif diberi skor 5,4,3,2, dan 1; sedangkan bentuk pernyataan negatif diberi skor 1,2,3,4 dan 5. Bentuk jawaban skala Likert terdiri dari sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju.

 B. Skala Guttman
       Skala Guttman yaitu skala yang menginginkan jawaban tegas seperti jawaban benar-salah, ya-tidak, pernah – tidak pernah. Untuk jawaban positif seperti setuju, benar, pernah dan semacamnya diberi skor 1; sedangkan untuk jawaban negatif seperti tidak setuju, salah, tidak, tidak pernah, dan semacamnya diberi skor 0.

C. Semantik Defferensial
         Skala defferensial yaitu skala untuk mengukur sikap dan lainnya, tetapi bentuknya bukan pilihan ganda atau checklist tetapi tersusun dalam satu garis kontinum. Sebagai contoh skala semantik defferensial mengukur gaya kepemimpinan seorang pimpinan (pimpinan).

Gaya Kepemimpinan

Demokrasi
7   6   5   4   3   2   1
Otoriter
Bertanggung     jawab
7   6   5   4   3   2   1
Tidak ber-tanggung jawab
Memberi Kepercayaan
7   6   5   4   3   2   1
Mendomi-nasi
Menghargai bawahan
7   6   5   4   3   2   1
Tidak menghargai         bawahan
Keputusan     diambil bersama
7   6   5   4   3   2   1
Keputusan diambil  sendiri

D.  Rating Scale

Dalam rating skale data kuantitatif ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Dalam skala rating scale, responsden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang disediakan.

No. Item
Pernyataan
Interval Jawaban
1.
Keputusan diambil bersama
5   4   3    2    1

E. Skala Thurstone
       Skala Thurstone merupakan skala yang disusun dengan memilih butir yang berbentuk skala interval. Setiap skor memiliki kunci skor dan jika diurut kunci skor menghasilkan nilai yang berjarak sama. Contoh skala model Thurstone:

Skala   1    2    3    4    5     6    7    8    9   10    11
Skala  11    10    9    8    7    6    5    4    3    2     1


29 November 2013

Tipe Skala Pengukuran



Untuk memperoleh data dari responden, maka diperlukan skala yang dapat digunakan untuk mengukur sikap yang menjadi dasar kepribadian suatu populasi. 

Para ahli sosiologi membedakan dua tipe skala menurut fenomena sosial yang diukur, yaitu :
1. Skala pengukuran untuk mengukur perilaku susila dan kepribadian.
2. Skala pengukuran untuk mengukur berbagai aspek budaya lain dan lingkungan sosial.
 
Berbagai skala yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi antara lain:

1. Skala Likert
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok
orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala Likert, variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata antara lain:
Sangat Penting (SP), Penting (P), Ragu-ragu (R), Tidak Penting (TP), Sangat Tidak Penting (STP).
Untuk penilaian ekspektasi pelanggan, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya:
a. Sangat Penting (SP) : 5
b. Penting (P) : 4
c. Ragu-ragu (R) : 3
d. Tidak Penting (TP) : 2
e. Sangat Tidak Penting (STP) : 1
Untuk penilaian persepsi pelanggan, maka jawaban itu dapat diberi skor, misalnya:
a. Sangat Baik (SB) : 5
b. Baik (B) : 4
c. Ragu-ragu (R) : 3
d. Tidak Baik (TB) : 2
e. Sangat Tidak Baik (STB) : 1

Instrumen penelitian yang menggunakan skala Likert dapat dibuat dalam bentuk checklist ataupun pilihan ganda.
Keuntungan skala Likert adalah :
● Mudah dibuat dan diterapkan
● Terdapat kebebasan dalam memasukkan pertanyaan-pertanyaan, asalkan mesih sesuai dengan konteks permasalahan
● Jawaban suatu item dapat berupa alternative, sehingga informasi mengenai item tersebut diperjelas.
● Reliabilitas pengukuran bisa diperoleh dengan jumlah item tersebut diperjelas.

2. Skala Guttman
Skala pengukuran dengan tipe ini akan didapatkan jawaban yang tegas. diantaranya : ‘ya’ dan ‘tidak’; ‘benar-salah’, dan lain-lain. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Jadi, kalau pada Skala Likert terdapat 1,2,3,4,5 interval, dari kata ‘sangat setuju’ sampai ‘sangat tidak setuju’, maka pada Skala Guttman hanya ada dua interval yaitu ‘setuju’ atau ‘tidak setuju’. Penelitian menggunakan Skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu permasalahan yang ditanyakan.

3. Semantic Differential Skala pengukuran yang berbentuk Semantic Differensial dikembangkan oleh Osgood. Skala ini juga digunakan untuk mengukur sikap, hanya bentuknya tidak pilihan ganda maupun checklist, tetapi tersusun dalam satu garis kontinu yang jawaban “sangat positifnya” terletak di bagian kanan garis, dan jawaban “sangat negatif” terletak di bagian kiri garis, atau sebaliknya. Data yang diperoleh adalah data interval, dan biasanya skala ini digunakan untuk mengukur sikap/karakteristik tertentu yang dipunyai oleh seseorang.

4. Rating
Scale
Dari ke tiga skala pengukuran seperti yang telah dikemukakan, data yang diperoleh semuanya adalah data kualitatif yang kemudian dikuantitatifkan. Tetapi dengan
Rating Scale, data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif.
 
Responden menjawab, senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, pernah atau tidak pernah adalah merupakan data kualitatif. Dalam skala model Rating Scale, responden tidak akan menjawab salah satu dari jawaban kualitatif yang telah disediakan, tetapi menjawab salah satu jawaban kuantitatif yang telah disediakan. Oleh karena itu Rating Scale ini lebih fleksibel, tidak terbatas untuk pengukuran sikap saja tetapi untuk mengukur persepsi responden terhadap fenomena lainnya, seperti skala untuk mengukur status sosial ekonomi, pengetahuan, kemampuan, dan lain-lain. Yang penting dalam Rating Scale adalah harus dapat mengartikan setiap angka yang diberikan pada alternatif jawaban pada setiap item instrumen. Orang tertentu memilih jawaban angka 2, tetapi angka 2 oleh orang tertentu belum tentu sama maknanya dengan orang lain yang juga memilih jawaban dengan angka 2.

24 Oktober 2013

SKALA PENGUKURAN

Untuk mengukur variabel yang telah ditetapkan dalam penelitian, dibutuhkan skala pengukuran  dan instrumen ( alat ) untuk mengukurnya. Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan menentukan panjang-pendeknya interval dalam alat ukur. 

Contoh :

1. Penelitian pengaruh gizi  terhadap kenaikan berat badan  anak balita.
           
Variabel gizi  diukur dengan berat makanan yang dikonsumsi yang dikonversikan pada  standar gizi DEPKES,  adapun skalanya kalori.

2. Penelitian efektivitas kerja karyawan.

Variabel efektivitas diukur dengan questionare , skalanya skor yang ditetapkan oleh peneliti ( misalnya % )


MACAM-MACAM SKALA PENGUKURAN.

1.    Skala nominal ; yaitu skala yang diberikan pada objek sebagai label saja/ kode. Angka ini tidak dapat dioperasikan secara matematis ( kali, bagi, jumlah atau kurang ).

2.    Skala ordinal : yaitu skala yang diberikan pada objek yang dapat     memberikan arti rank/ tingkatan. Dengan jarak rentang yang tidak sama Skala ini dapat dioperasikan secara matematis .

3.    Skala Interval : yaitu skala yang sifatnya sama dengan skala ordinal, tetapi memiliki jarak rentang sama  , dan tidak memiliki titik nol absolut.

4.    Skala ratio : yaitu skala yang memiliki sifat skala nominal, interval dan ordinal. Skala ini dapat dioperasikan secara perkalian atau pembagian.
 

Untuk mengukur skala sikap, pendapat, karakter atau status sosial, biasanya digunakan skala interval. Adapun jenis skala interval yang sering digunakan adalah :

1.Skala Likert ; jawaban responden memiliki gradasi dari Sangat positif sampai sangat negatif. Skor tertinggi diberikan pada jawaban sangat positif.

 Menurut anda sistimatika mengajar dosen METPEN  

            SB = Sangat baik , skor : 5        KB = kurang baik , skor : 2
            B   = Baik                skor : 4         SKB = Sangat kurang baik, skor : 1
            S   = Sedang           skor : 3

           
2. Skala Guttman; jawaban hanya dua pilihan ya/tidak atau setuju/tidak setuju. Skor  1 untuk jawaban setuju ( ya ) dan 0 untuk tidak setuju (tidak)

Contoh :

Apakah anda setuju dengan kuliah sistim MCL ?

            1. ya    ( skor 1 )                                             2. tidak ( skor 0 )


3. Skala Semantik deferential; jawaban sama seperti Likert hanya dibuat  berlawanan. Skor tertinggi bagi yang sangat positif.

Contoh :

Gaya kepemimpinan manajer anda

            1. Bersahabat   ( 5 – 4 – 3 – 2 – 1 )  tidak bersahabat
            2. Tepat janji                                         ingkar  janji
            3. Sabar                                                 pemarah
            4. Perhatian                                          cuek
            5. demokratis                                        otoriter

Penggunaan skala nominal, ordinal,  dan ratio pada pengukuran sikap.

Contoh :

1.    Jenis kelamin anda      

1.    L
2.    P

Angka  1 pada L bukan berarti lebih rendah dari angka 2 pada P , itu hanya label/kode saja ; berarti skala yang digunakan skala nominal.

2 .   Urutkan prioritas anda mengenai buku yang akan dibeli.  1 untuk prioritas pertama, 2 prioritas berikutnya dst.

---------- Agenda / diary
---------- resep masakan
---------- text book kuliah
---------- novel / komik
---------- TTS

Setiap orang akan memberi no 1 – 2 – 3 – 4 – 5  pada pilihan yang berbeda, hal ini memberikan gambaran pada kita prioritas dari setiap orang dalam memilih buku. Skala yang digunakan adalah skala ordinal.

3.Berapa  outlet  yang anda kelola tahun ini ?

            -------------- dibawah 5
            -------------- antara  5 – 9
            -------------- lebih dari 10
           
Bila responden menjawab salah satu pilihan, maka memberi gambaran berapa jumlah outlet yang dia kelola, skala yang digunakan adalah ratio. 

Dengan memberi nilai angka pada sikap, pendapat dan karakter seseorang, maka data yang kualitatif dapat menjadi kwantitatif sehingga dapat diolah secara statistik.

Contoh :

Hasil  test  Toefl  4 orang  mahasiswa Sastra UBINUS


No
  N  a  m  a
semester
toefl
rank
  Hadiah
1
Ratna
4
430
3
Rp 250.000,-
2
Putri
4
500
1
Rp 750.000,-
3
Yulia
5
475
2
Rp 500.000,-
4
Santi
3
425
4
Rp 100.000,-

Keterangan :

·         angka 1,2,3,4 pada kolom nomor merupakan skala nominal. Karena angka ini hanya label peserta tidak memberi arti apa-apa.

·         Angka  4,4,5,3,  pada kolom semester  menunjukan tingkat sudah berapa lama belajar di UBINUS,  dan angka 3, 1 , 2 dan 4 menunjukan tingkat penguasaan toefl. Skala ini merupakan skala ordinal.

·         Angka 430, 500, 475, dan 425 pada kolom toefl merupakan skala interval. Karena skala ini memiliki jarak rentang nilai sama ( satu satuan )

·         Nilai Rp 250.000 , 750.000 , 500.000 dan 100.000 merupakan skala ratio. Karena angka ini dapat dijumlahkan ( total hadiah Rp 1.600.000)

INSTRUMEN  PENELITIAN
            Instrumen penelitian adalah alat untuk mengukur variabel penelitian. Untuk penelitian kualitatif , instrumen yang digunakan berupa questionare atau angket . Skala yang digunakan bisa salah satu dari keempat skala diatas atau kombinasi beberapa skala tergantung pada apa yang akan diukur..

            Suatu instrumen harus diuji RELIABILITAS ( ketetapan ) dan VALIDITAS
 ( ketepatan ) nya sebelum digunakan untuk pengukuran variabel.

Pengujian Reliabilitas :

1.    Test –retest yaitu mencoba instrumen beberapa kali pada responden sama dalam waktu berbeda. Hasil skor  dibandingkan apakah tetap/tidak. Kalau tetap maka instrumen dianggap reliabel.

2.    Double test - double Trial yaitu memberi pertanyaan yang equivalen pada responden sama pada saat bersamaan hanya satu kali. Bila responden menjawab tetap berarti instrumen reliabel. 

Pengujian Validitas :

1.    Analisis butir yaitu dengan menghitung skor butir ( X )  dikorelasikan dengan skor  total ( Y ) menggunakan rumus korelasi Pearson. Bila nilai validitasnya >= 0,3 maka instrumen dianggap valid.

2.    Analisis faktor ( validitas construct ) yaitu dengan mengkorelasikan skor item dalam satu  faktor dengan skor faktor total. Sama seperti analisis butir, bila hasil korelasinya >= 0,3 berarti instrumen valid.
LANGKAH PENYUSUSNAN INSTRUMEN
1.    Tentukan variabel-variabel penelitiannya.
2.    Tentukan sub variabel berdasarkan teori atau hasil penelitian terdahulu.
3.    Jabarkan sub variabel dalam indikator
4.    Jadikan sub indikator dalam butir-butir pertanyaan.

Contoh :

Variabel
Sub Variabel
indikator
No item
Kepuasan
Gaji
Gaji pokok, bonus
1, 6, 8

Promosi jabatan
Waktu , posisi
3, 5, 4, 7


CONTOH INSTRUMEN

Untuk mengukur variabel Kepuasan konsumen terhadap  barang X


  1. Seberapa sering  barang   X  mengalami kerusakan semenjak anda membeli  ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang

  1. Seberapa sering anda komplain mengenai harga produk X  yang anda bayar ?

Sangat  sering      5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang

3.    Seberapa sering anda merasa terganggu dengan iklan produk X saat menonton TV ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat  jarang

4.    Seberapa sering anda merasa kesal dengan pelayanan toko yang menjual produk X ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang
nt-T�-l:�VLOsans-serif"'>Gaji

Gaji pokok, bonus
1, 6, 8

Promosi jabatan
Waktu , posisi
3, 5, 4, 7


CONTOH INSTRUMEN

Untuk mengukur variabel Kepuasan konsumen terhadap  barang X


  1. Seberapa sering  barang   X  mengalami kerusakan semenjak anda membeli  ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang

  1. Seberapa sering anda komplain mengenai harga produk X  yang anda bayar ?

Sangat  sering      5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang

3.    Seberapa sering anda merasa terganggu dengan iklan produk X saat menonton TV ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat  jarang

 

4.    Seberapa sering anda merasa kesal dengan pelayanan toko yang menjual produk X ?


Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang 

23 Maret 2013

VALIDITAS DAN RELIABILITAS



 Pada penelitian kuantitatif selalu bergantung pada dua alat ukur, yaitu validitas dan reliabilitas. Validitas menunjukkan sejauh mana nilai/ukuran yang diperoleh benar-benar menyatakan hasil pengukuran/pengamatan yang ingin diukur. Sedangkan reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.

VALIDITAS
Validitas sebuah tes menyangkut apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur. Validitas sebuah tes memberitahu kita tentang apa yang bisa kita simpulkan dari skor-skor tes. Menilai validitas adalah penting bagi peneliti karena sebagian besar instrumen yang digunakan dalam penyelidikan pendidikan dan psikologis dirancang untuk mengukur konstruksi hipotetis. Pada dasarnya, semua prosedur untuk menentukan validitas tes berkaitan dengan hubungan antara kinerja pada tes dan fakta-fakta lain yang dapat diamati secara independent tentang ciri-ciri prilaku.
Bukti hubungan antara tes dan kriteria yang relevan berfokus pada pertanyaan “Bagaimana kriteria kinerja secara akurat dapat diperkirakan dari nilai pada tes?” Kriteria adalah beberapa hasil penting untuk pengujian. Kriteria harus juga mewakili atribut yang diukur atau yang lain yang akan digunakan. Yang dimaksudkan dengan koefisien validitas adalah korelasi antara skor tes dan pengukuran kriteria. Karena memberikan indeks numerik tunggal validitas tes, koefisien validitas umumnya digunakan dalam pegangan-pegangan-pegangan tes untuk melaporkan validitas sebuah tes menurut tiap kriteria dari data yang tersedia.
Sebelumnya kita mendeskripsikan sebagai validasi konvergen dan kemudian sebagai validasi diskriminan. Korelasi sebuah tes penalaran kuantitatif dengan nilai-nilai selanjutnya dalam mata pelajaran matematika akan menjadi contoh validasi konvergen. Untuk tes yang sama, validitas diskriminan akan dibuktikan oleh korelasi rendah dan tidak signifikan.

RELIABILITAS
Reliabilitas berarti konsistensi tes mengukur apa yang seharusnya diukur. Realibilitas tes perlu, tetapi tidak memadai sebagai syarat validitas tes. Agar supaya tes valid, maka dia harus reliabel. Namun demikian tes yang reliabel belum tentu valid.
Reabilitas merujuk pada konsitensi skor yang di capai oleh orang yang sama ketika mereka diuji-ulang dengan tes yang sama pada kesempatan yang berbeda, atau dengan seperangkat butir-butir ekuivalen (equivalent items) yang berbeda, atau di bawa kodisi pengujian yang berbeda. Konsep reliabilitas ini mendasari perhitungan kesalahan pengukuran atas skor tunggal, yang bisa kita pakai untuk memprediksi kisaran fluktuasi yang mungkin muncul dalam skor individual sebagai hasil dari faktor-faktor peluang yang tak diketahui atau irrelevan.
Dalam pengertian yang paling luas, reliabilitas tes menunjukkan sejauh mana perbedaan-perbedaan individual dalam skor tes dapat dianggap sebagai disebabkan oleh perbedaan yang sesungguhnya dalam karateristik yang dipertimbangkan dan sejauh mana dapat dianggap disebabkan oleh kesalahan peluang. Untuk menempatkannya dalam istilah yang lebih teknis, ukuran-ukuran reliabilitas tes memungkinkan untuk memperkirakan berapa proporsi dari varians total skor-skor tes yang merupakan varians kesalahan.
Pada dasarnya, koefisien korelasi (r) menyatakan derajat kesesuaian atau hubungan, antara dua perangkat skor. Dengan demikian, jika individu dengan skor top pada variabel 1 juga mendapatkan skor top pada variabel 2, individu nomor dua pada variabel dua dan seterisnya sampai pada individu paling buruk skornya dalam kelompok, lalu akan ada korolasi sempurna pada variabel 1 dan 2. korelasi seperti akan memiliki nilai + 1,00.

Ada tiga kategori koefisien reliabilitas, yaitu :
# Reliabilitas test-Retes
Menggunakan sebuah instrumen, namun diteskan dua kali. Hasil atau skor pertama dan kedua kemudian dikorelasikan untuk mengetahui besarnya indeks reliabilitas. Teknik perhitungan yang digunakan sama dengan yang digunakan yaitu rumus korelasi Pearson.
# Reliabilitas Bentuk-Alternatif
Sejak awal peneliti harus sudah menyusun dua perangkat instrumen yang paralel (ekuivalen), yaitu dua buah instrumen yang disusun berdasarkan satu kisi-kisi. Setiap butir soal dari instrumen yang satu selalu harus dapat dicarikan pasangannya dari instrumen kedua. Kedua instrumen tersebut diujicobakan semua. Sesudah kedua uji coba terlaksana, maka hasil kedua instrumen tersebut dihitung korelasinya dengan menggunakan rumus product moment (korelasi Pearson). Korelasi antara skor-skor yang didapatakan pada dua bentuk itu merupakan koefisien reliabilitas tes.

# Konsistensi Internal Ukuran Reliabilitas
Reliabilitas Belah-Separuh (Split-Half Reliability).
Peneliti boleh hanya memiliki seperangkat instrumen saja dan hanya diujicobakan satu kali, kemudian hasilnya dianalisis, yaitu dengan cara membelah seluruh instrumen menjadi dua sama besar.
Dilain pihak dalam reliablitas tes-retes dan reliabilitas bentuk-alternatif, tiap skor didasarkan pada jumlah soal penuh pada tes. Jika semua hal sama, semakin panjang sebuah tes, semakin dapat dihandalkan tes itu. Efek yang akan dihasilkan pada koefisiennya dengan memperpanjang atau memperpendek sebuah tes, dapat diperkirakan dengan rumus Spearman-Browon.


Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *