12 November 2018

Disain penelitian


      Disain penelitian dialakukan setelah hipotesa dikembangkan. Merancang riset berarti menentukan jenis risetnya, menentukan data yang akan digunakan dan merancang model empiris untuk menguji hipotesa secara statistic. Perancangan riset adalah proses memikirkan dan mempersiapkan riset yang akan dilakukan.

A. Faktor yang harus diperhatikan

       Riset yang baik perlu dirancang aktifitas dan sumber dayanya dengan baik. Rancangan riset atau disain riset adalah rencana dari struktur riset yang mengarahkan proses dan hasil riset sedapat mungkin menjadi valid, objektif, efisien dan efektif. 
      Cooper dan Schinder (2001) menyebutkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam desain riset sebagai berikut :
  1. Disain riset adalah perencanaan aktifitas dan waktu
  2. Disain riset didasarkan pada pertanyaan atau topik riset
  3. Disain riset mengarahkan ke pemilihan sumber-sumber daya dan tipe informasi yang diperlukan
  4. Disain riset merupakan suatu kerangka untuk menunjukan hubungan antara variabel-variabel yang akan diteliti
  5. Disain riset menggariskan langkah-langkah untuk setiap aktifitas riset
B. Karakteristik

       Secara umum yang diperlukan dalam rancangan riset adalah karakteristik dari risetnya sebagai berikut :

1. Menentukan jenis dari risetnya, apakah : 
a). Riset eksplorasi (exploratory research)  
b). Riset pengujian hipotesis (hypothesis testing)

2. Jika risetnya adalah pengujian hipotesis apakah : 
a). Deskriptif (descriptive
b). Riset kausal (causal)

3. Menentukan dimensi waktu riset, apakah : 
a). Melibatkan satu waktu tententu dengan banyak sample (cross sectional) 
b). Melibatkan urutan waktu (time series)
c). Gabungan keduanya (panel data atau pooled data)

4. Menentukan kedalaman risetnya, apakah : 
a). Mendalam tetapi hanya melibatkan satu objek saja (studi kasus) atau 
b). Kurang mendalam akan tetapi generalisasinya tinggi (studi statistic)

5. Menetukan metode pengumpulan datanya, apakah : 
a). Kontak langsung (misalkan wawancara) atau 
b). Tidak langsung (misalkan observasi, arsip, analitikal)

6. Menentukan lingkungan risetnya, apakah settingnya : 
a) lingkungan noncontrived setting yaitu lingkungan riil (field setting) atau 
b).lingkungan pengaturan artifisial yang meliputi eksperimen di laboratorium (laboratory research) atau lewat simulasi (simulation).

7. Menentukan uni analisisnya (unit of analysis) apakah : 
a). Individual 
b). Dyads yaitu grup dari beberapa pasangan data, misalnya penelitian yang melibatkan suami isteri, 
c). Grup dan 
d). Organisasi, instansi, industri, pasar modal, negara.

8. Menetukan model-model empiris beserta definisi variabelnya
9. Menentukan sumber-sumber daya riset yang dibutuhkan, yaitu : 
a). Menetukan waktu dimasing-masing kegiatan riset, 
b). Menetukan biaya sampai penyelesaian riset dan 
c). Menetukan personel yang terlibat

Contoh :
Misalkan riset yang akan dilakukan adalah riset yang akan melihat pengaruh dividen terhadap harga saham dipasar modal jakarta untuk beberap periode. Karateristik riset ini adalah sebagai berikut :
  1. Jenis dari risetnya adalah pengujian hipotesis
  2. Risetnya adalah riset kausal
  3. Dimensi waktunya adalah melibatkan banyak waktu tertentu dengan banyak sampel (pooled data)
  4. Kedalaman risetnya adalah kurang mendalam, tetapi dengan generalisasi yang tinggi (studi statistik)
  5. Metode pengumpulan datanya adalah tidak langsung berupa data arsip.
  6. Menetukan lingkungan risetnya adalah lingkungan riel (fied setting)
  7. Unit analisisnya adalah beberapa perusahaan dipasar modal
  8. Menetukan model empiris berserta definisi variabelnya
  9. Menetukan sumebr-sumber daya riset yang dibutuhkan
C. Merancang Sampel Data

       Setelah karakteristik riset ditentukan, langkah selanjutnya dari disain riset adalah merancang sampel data yang akan dikumpulkan yaitu sebagai berikut :
  1. Merancang pengukuran dari variabel yang akan digunakan untuk menangkap datanya
  2. Merancang metode pengambilan sampelnya dan teknik pengumpulan datanya dengan memperhatikan validitas dan reliabilitasnya
  3. Merancang model empirisnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *