24 Oktober 2013

SKALA PENGUKURAN

Untuk mengukur variabel yang telah ditetapkan dalam penelitian, dibutuhkan skala pengukuran  dan instrumen ( alat ) untuk mengukurnya. Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan menentukan panjang-pendeknya interval dalam alat ukur. 

Contoh :

1. Penelitian pengaruh gizi  terhadap kenaikan berat badan  anak balita.
           
Variabel gizi  diukur dengan berat makanan yang dikonsumsi yang dikonversikan pada  standar gizi DEPKES,  adapun skalanya kalori.

2. Penelitian efektivitas kerja karyawan.

Variabel efektivitas diukur dengan questionare , skalanya skor yang ditetapkan oleh peneliti ( misalnya % )


MACAM-MACAM SKALA PENGUKURAN.

1.    Skala nominal ; yaitu skala yang diberikan pada objek sebagai label saja/ kode. Angka ini tidak dapat dioperasikan secara matematis ( kali, bagi, jumlah atau kurang ).

2.    Skala ordinal : yaitu skala yang diberikan pada objek yang dapat     memberikan arti rank/ tingkatan. Dengan jarak rentang yang tidak sama Skala ini dapat dioperasikan secara matematis .

3.    Skala Interval : yaitu skala yang sifatnya sama dengan skala ordinal, tetapi memiliki jarak rentang sama  , dan tidak memiliki titik nol absolut.

4.    Skala ratio : yaitu skala yang memiliki sifat skala nominal, interval dan ordinal. Skala ini dapat dioperasikan secara perkalian atau pembagian.
 

Untuk mengukur skala sikap, pendapat, karakter atau status sosial, biasanya digunakan skala interval. Adapun jenis skala interval yang sering digunakan adalah :

1.Skala Likert ; jawaban responden memiliki gradasi dari Sangat positif sampai sangat negatif. Skor tertinggi diberikan pada jawaban sangat positif.

 Menurut anda sistimatika mengajar dosen METPEN  

            SB = Sangat baik , skor : 5        KB = kurang baik , skor : 2
            B   = Baik                skor : 4         SKB = Sangat kurang baik, skor : 1
            S   = Sedang           skor : 3

           
2. Skala Guttman; jawaban hanya dua pilihan ya/tidak atau setuju/tidak setuju. Skor  1 untuk jawaban setuju ( ya ) dan 0 untuk tidak setuju (tidak)

Contoh :

Apakah anda setuju dengan kuliah sistim MCL ?

            1. ya    ( skor 1 )                                             2. tidak ( skor 0 )


3. Skala Semantik deferential; jawaban sama seperti Likert hanya dibuat  berlawanan. Skor tertinggi bagi yang sangat positif.

Contoh :

Gaya kepemimpinan manajer anda

            1. Bersahabat   ( 5 – 4 – 3 – 2 – 1 )  tidak bersahabat
            2. Tepat janji                                         ingkar  janji
            3. Sabar                                                 pemarah
            4. Perhatian                                          cuek
            5. demokratis                                        otoriter

Penggunaan skala nominal, ordinal,  dan ratio pada pengukuran sikap.

Contoh :

1.    Jenis kelamin anda      

1.    L
2.    P

Angka  1 pada L bukan berarti lebih rendah dari angka 2 pada P , itu hanya label/kode saja ; berarti skala yang digunakan skala nominal.

2 .   Urutkan prioritas anda mengenai buku yang akan dibeli.  1 untuk prioritas pertama, 2 prioritas berikutnya dst.

---------- Agenda / diary
---------- resep masakan
---------- text book kuliah
---------- novel / komik
---------- TTS

Setiap orang akan memberi no 1 – 2 – 3 – 4 – 5  pada pilihan yang berbeda, hal ini memberikan gambaran pada kita prioritas dari setiap orang dalam memilih buku. Skala yang digunakan adalah skala ordinal.

3.Berapa  outlet  yang anda kelola tahun ini ?

            -------------- dibawah 5
            -------------- antara  5 – 9
            -------------- lebih dari 10
           
Bila responden menjawab salah satu pilihan, maka memberi gambaran berapa jumlah outlet yang dia kelola, skala yang digunakan adalah ratio. 

Dengan memberi nilai angka pada sikap, pendapat dan karakter seseorang, maka data yang kualitatif dapat menjadi kwantitatif sehingga dapat diolah secara statistik.

Contoh :

Hasil  test  Toefl  4 orang  mahasiswa Sastra UBINUS


No
  N  a  m  a
semester
toefl
rank
  Hadiah
1
Ratna
4
430
3
Rp 250.000,-
2
Putri
4
500
1
Rp 750.000,-
3
Yulia
5
475
2
Rp 500.000,-
4
Santi
3
425
4
Rp 100.000,-

Keterangan :

·         angka 1,2,3,4 pada kolom nomor merupakan skala nominal. Karena angka ini hanya label peserta tidak memberi arti apa-apa.

·         Angka  4,4,5,3,  pada kolom semester  menunjukan tingkat sudah berapa lama belajar di UBINUS,  dan angka 3, 1 , 2 dan 4 menunjukan tingkat penguasaan toefl. Skala ini merupakan skala ordinal.

·         Angka 430, 500, 475, dan 425 pada kolom toefl merupakan skala interval. Karena skala ini memiliki jarak rentang nilai sama ( satu satuan )

·         Nilai Rp 250.000 , 750.000 , 500.000 dan 100.000 merupakan skala ratio. Karena angka ini dapat dijumlahkan ( total hadiah Rp 1.600.000)

INSTRUMEN  PENELITIAN
            Instrumen penelitian adalah alat untuk mengukur variabel penelitian. Untuk penelitian kualitatif , instrumen yang digunakan berupa questionare atau angket . Skala yang digunakan bisa salah satu dari keempat skala diatas atau kombinasi beberapa skala tergantung pada apa yang akan diukur..

            Suatu instrumen harus diuji RELIABILITAS ( ketetapan ) dan VALIDITAS
 ( ketepatan ) nya sebelum digunakan untuk pengukuran variabel.

Pengujian Reliabilitas :

1.    Test –retest yaitu mencoba instrumen beberapa kali pada responden sama dalam waktu berbeda. Hasil skor  dibandingkan apakah tetap/tidak. Kalau tetap maka instrumen dianggap reliabel.

2.    Double test - double Trial yaitu memberi pertanyaan yang equivalen pada responden sama pada saat bersamaan hanya satu kali. Bila responden menjawab tetap berarti instrumen reliabel. 

Pengujian Validitas :

1.    Analisis butir yaitu dengan menghitung skor butir ( X )  dikorelasikan dengan skor  total ( Y ) menggunakan rumus korelasi Pearson. Bila nilai validitasnya >= 0,3 maka instrumen dianggap valid.

2.    Analisis faktor ( validitas construct ) yaitu dengan mengkorelasikan skor item dalam satu  faktor dengan skor faktor total. Sama seperti analisis butir, bila hasil korelasinya >= 0,3 berarti instrumen valid.
LANGKAH PENYUSUSNAN INSTRUMEN
1.    Tentukan variabel-variabel penelitiannya.
2.    Tentukan sub variabel berdasarkan teori atau hasil penelitian terdahulu.
3.    Jabarkan sub variabel dalam indikator
4.    Jadikan sub indikator dalam butir-butir pertanyaan.

Contoh :

Variabel
Sub Variabel
indikator
No item
Kepuasan
Gaji
Gaji pokok, bonus
1, 6, 8

Promosi jabatan
Waktu , posisi
3, 5, 4, 7


CONTOH INSTRUMEN

Untuk mengukur variabel Kepuasan konsumen terhadap  barang X


  1. Seberapa sering  barang   X  mengalami kerusakan semenjak anda membeli  ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang

  1. Seberapa sering anda komplain mengenai harga produk X  yang anda bayar ?

Sangat  sering      5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang

3.    Seberapa sering anda merasa terganggu dengan iklan produk X saat menonton TV ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat  jarang

4.    Seberapa sering anda merasa kesal dengan pelayanan toko yang menjual produk X ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang
nt-T�-l:�VLOsans-serif"'>Gaji

Gaji pokok, bonus
1, 6, 8

Promosi jabatan
Waktu , posisi
3, 5, 4, 7


CONTOH INSTRUMEN

Untuk mengukur variabel Kepuasan konsumen terhadap  barang X


  1. Seberapa sering  barang   X  mengalami kerusakan semenjak anda membeli  ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang

  1. Seberapa sering anda komplain mengenai harga produk X  yang anda bayar ?

Sangat  sering      5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang

3.    Seberapa sering anda merasa terganggu dengan iklan produk X saat menonton TV ?

Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat  jarang

 

4.    Seberapa sering anda merasa kesal dengan pelayanan toko yang menjual produk X ?


Sangat sering       5 – 4 – 3 – 2 - 1     sangat jarang 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *