16 Desember 2011

Sistematika penulisan : KELOMPOK KUALITATIF(ETNOGRAFI, STUDI KASUS, FENOMENOLOGI, GROUNDED THEORY, NARATIF/ HISTORIS, DAN ANALISIS ISI)

Sistematika penulisan tesis dan disertasi berdasarkan metode penelitian yang digunakan. Dari berbagai metode penelitian yang ada dalam keilmuan dapat digunakan oleh mahasiswa, Agar ada kesamaan format,  mengelompokkan dalam lima kelompok. Di dalam kelompok tersebut mencakupi berbagai metode penelitian yang sejenis, sehingga secara garis besar dapat menggunakan format yang sama.

1.   SISTEMATIKA

BAB I  PENDAHULUAN
A.         Latar Belakang Masalah
B.     Fokus dan Subfokus Penelitian
C.        Rumusan Masalah  dan Pertanyaan Penelitian
D.        Kegunaan Penelitian

BAB II  TINJAUAN PUSTAKA
A.      Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian
B.      Hasil Penelitian yang Relevan

BAB III  METODOLOGI PENELITIAN
A.      Tujuan Penelitian
B.      Tempat dan Waktu Penelitian
C.     Latar Penelitian
D.     Metode dan Prosedur Penelitian
E.      Data dan Sumber Data
F.      Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
G.     Prosedur Analisis Data
H.     Pemeriksaan Keabsahan Data
1.       Kredibilitas
2.       Transferabilitas
3.       Dependabilitas
4.       Konfirmabilitas

BAB IV  HASIL  PENELITIAN
A.      Gambaran Umum tentang Lokus Penelitian
B.   Temuan Penelitian

BAB V  PEMBAHASAN TEMUAN PENELITIAN

BAB VI  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.      Kesimpulan
B.      Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1        Pedoman Observasi
Lampiran 2        Pedoman wawancara
Lampiran 3        Catatan Lapangan Hasil Observasi
Lampiran 4        Catatan Lapangan Hasil Wawancara
Lampiran 5        Dokumen Pendukung (Foto dan dokumen)
Lampiran 6       Hasil Analisis Data

2.    PENJELASAN ISI SISTEMATIKA

BAB I 
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Peneliti menguraikan konteks atau situasi yang mendasari munculnya permasalahan yang menjadi fokus penelitian. Konteks permasalahan bisa berupa tinjauan historis, ekonomis, sosial,dan kultural. Penggambaran konteks permasalahan penelitian dapat dilakukan dengan menunjukkan fenomena-fenomena, fakta-fakta empiris atau kejadian aktual dan unik yang terjadi di masyarakat yang sudah terpublikasikanmelalui media massa, buku-buku, hasil-hasil penelitian sebelumnya, atau sumber lainnya. Peneliti dapat juga menyertakan data statistik untuk menunjukkan aktualitas dan trend atau perkembangan fenomena yang menjadi latar belakang masalah penelitian.Peneliti dapat juga menyertakan hasil studi pendahulu (pre-eliminary study) atas fenomena tertentu yang berupa data kuantitatif ataupun kutipan wawancara.Bagian latar belakang masalah ini sebaiknya diakhiri dengan batasan yang dibuat oleh peneliti berkaitan dengan fenomena,fakta empiris, ataupun kejadian aktual yang sudah dipaparkan sebelumnya.Batasan atas fenomena tersebut diharapkan dapat mengantarkan peneliti menuju fokus penelitian yang akan diteliti sekaligus menunjukkan penting dan menariknya permasalahan tersebut.

B.   Fokus dan Subfokus Penelitian
Peneliti menetapkan fokus penelitian, yaitu area sepesifik yang akan diteliti. Setelah fokus ditentukan, selanjutnya ditetapkan sudut tinjauan dari fokus tersebut sebagai sub-subfokus penelitian.

C.     Perumusan Masalah  dan Pertanyaan Penelitian
Peneliti merumuskan masalah penelitian dalam bentuk kalimat tanya yang bersifat umum (grand tour question) sebagai pertanyaan payung. Kemudian rumusan masalah ini dikembangkan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang lebih sepesifik (research question) sesuai dengan sub-subfokus penelitian.

D.        Kegunaan Penelitian
Peneliti menjelaskan manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian. Kegunaan dapat diklasifikasikan menjadi kegunaan teoretis dan kegunaan praktis. Kegunaan teoretis adalah bagaimana hasil penelitian menjadi bagian dari proses pengembangan ilmu. Manfaat praktis adalah bagaimana hasil penelitian dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah praktis dalam kehidupan.

BAB II 
TINJAUAN PUSTAKA
A.     Deskripsi Konseptual Fokus dan Subfokus Penelitian
Peneliti mendeskripsikan konsep-konsep yang dapat dijadikan landasan penelitian yang berhubungan dengan fokus dan subfokus penelitian. Konsep tersebut didasarkan pada tinjauan pustaka dari berbagai buku dan jurnal yang berkaitan dengan topik penelitian. Deskripsi konseptual ini diperlukan untuk memberikan gambaran tentang fokus penelitian dan bagaimana fokus penelitian dikembangkan menjadi subfokus penelitian.

B.     Hasil Penelitian yang Relevan
Peneliti mengkemukakan hasil penelitian yang berhubungan dengan topik penelitian yang dilaksanakan. Hasil penelitian yang relevan dimaksudkan untuk menunjukkan posisi penelitian yang dilakukan di antara penelitian-penelitian yang berkaitan yang pernah dilakukan.

BAB III 
METODOLOGI PENELITIAN
A.     Tujuan Penelitian
Penelitian menjelaskan tujuan penelitian yaitu untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang fokus dan subfokus penelitian.

B.     Metode dan Prosedur Penelitian
Peneliti menjelaskan pendekatan dan metode penelitian yang digunakan serta prosedur pelaksanaannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, sedangkan metode penelitian sesuai dengan jenis penelitian kualitatif yang digunakan (etnografi, studi kasus, fenomenologi, grounded theory, naratif, atau analisis isi). Prosedur penelitian menjelaskan langkah-langkah penelitian. Prosedur penelitian kualitatif pada umumnya bersifat siklus.

C.        Tempat dan Waktu Penelitian
Peneliti menjelaskan dimana penelitian dilakukan dan kapan penelitian itu dilakukan. Waktu penelitian adalah sejak melakukan observasi awal sebagai persiapan penulisan proposal sampai pada penulisan laporan penelitian. Khusus penelitian analisis isi tidak terikat dengan tempat tertentu.

D.     Latar Penelitian
Peneliti menjelaskan latar penelitian yang menggambarkan situasi sosial yang menjadi latar penelitian. Untuk menjelaskan latar penelitian ini peneliti perlu melakukan observasi pendahuluan. Peneliti sudah mengumpulkan data tentang gambaran umum konteks penelitian berupa subjek, lokasi, kegiatan dan waktu yang melatari fenomena yang menjadi fokus penelitian.

E.      Data dan Sumber Data
Peneliti menjelaskan informasi atau data yang dikumpulkan sehubungan dengan fokus dan subfokus penelitian. Kemudian dijelaskan pula sumber-sumber data primer maupun sekunder yang digunakan dalam penelitian baik informan, peristiwa, maupun dokumen.

F.      Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
Peneliti menjelaskan teknik dan prosedur yang digunakan dalam pengumpulan data yang meliputi: (1) observasi, (2) wawancara,  (3) dokumen, dan (4) focus group discution.

G.     Prosedur Analisis Data
Peneliti menjjelaskan prosedur analisis data, baik selama proses pengumpulan data maupun setelah data terkumpul. Prosedur analisis dapat menggunakan salah satu dari model-model analisis data kualitatif yang sesuai dengan jenis (metode) penelitian kualitatif yang digunakan (model Milles & Hubberman, Spradly, Bogdan & Biklen, Strauss & Corbin, Yin, atau Analisis Isi).

H.     Pemeriksaan Keabsahan Data
Peneliti menjelaskan bagaimana keabsahan data yang mencakup kredibilitas, dependabilitas, transferabilitas, dan komfirmabilitas.
Kredibilitas (Credibility). Kredibilitas merupakan penetapan hasil penelitian kualitatif yang kredibel atau dapat dipercaya dari persepektif partisipan dalam penelitian tersebut. Karena dari perspektif ini tujuan penelitian kualitatif adalah untuk mendeskripsikan atau memahami fenomena yang menarik perhatian dari sudut pandang partisipan. Partisipan adalah satu-satunya orang yang dapat menilai secara sah kredibelitas hasil penelitian tersebut. Strategi untuk meningkatkan kredibilitas data meliputi perpanjangan pengamatan, ketekunan penelitian, triangulasi, diskusi teman sejawat, analisis kasus negatif, dan memberchecking.
Transferabilitas (Transferability). Transferabilitas merujuk pada tingkat kemampuan hasil penelitian kualitatif untuk  dapat digeneralisasikan atau ditranfer pada konteks atau seting yang lain. Dari sebuah perspektif kualitatif transferabilitas merupakan tanggung jawab seseorang dalam melakukan generalisasi. Peneliti kualitatif dapat meningkatkan transferabilitas dengan melakukan suatu pekerjaan mendeskripsikan konteks penelitian dan asumsi-asumsi yang menjadi sentral pada penelitian tersebut. Orang yang ingin mentransfer hasil penelitian pada konteks yang berbeda bertanggung jawab untuk membuat keputusan tentang bagaimana transfer tersebut masuk akal.
Dependabilitas (Dependability). Dependabilitas menekankan perlunya peneliti untuk memperhitungkan konteks yang berubah-ubah dalam penelitian yang dilakukan. Peneliti bertanggung jawab menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam seting dan bagaimana perubahan-perubahan tersebut dapat mempengaruhi cara pendekatan penelitian dalam studi tersebut.
Konfirmabilitas (Confirmability). Konfirmabilitas atau objektivitas merujuk pada tingkat kemampuan hasil penelitian yang dikonfirmasikan oleh orang lain. Terdapat sejumlah strategi untuk meningkatkan konfirmabilitas. Peneliti dapat mendokumentasikan prosedur untuk mengecek dan mengecek kembali seluruh data penelitian. Peneliti lain dapat mengambil suatu peran “devil’s advocate” terhadap hasil penelitian, dan proses ini dapat didokumentasikan. Peneliti secara aktif dapat menelusuri dan mendeskripsikan contoh-contoh negatif yang bertentangan dengan pengamatan sebelumnya. 

BAB IV 
HASIL  PENELITIAN
A.     Gambaran Umum
Peneliti menguraikan tentang latar sosial, historis, budaya, ekonomi, demografi, lingkungan, sebagai gambaran umum penelitian yang melatari temuan penelitian.

B.     Temuan Penelitian
Peneliti mendeskripsikanhasil analisis dan temuan penelitian sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian.
a.         Subfokus 1
b.         Subfokus 2
c.         Subfokus 3
d.         Subfokus 4
e.         Subfokus 5
f.           Subfokus dst.

BAB V 
PEMBAHASAN TEMUAN PENELITIAN
Peneliti membahas temuan penelitian seperti yang dideskripsikan pada hasil penelitian. Pembahasan temuan penelitian sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian merupakan interpretasi atau verifikasi temuan dengan menghubungkan dengan konsep-konsep dan teori yang ada. Temuan berupa proposisi.
a.         Subfokus 1
b.         Subfokus 2
c.         Subfokus 3
d.         Subfokus 4
e.         Subfokus 5
f.          Subfokus dst.

BAB VI 
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.   Kesimpulan
Peneliti menuliskan kesimpulan penelitian yang berisi proposisi-proposi atau tema-tema sebagai hasil interpretasi atau verifikasi temuan dengan konsep-konsep dan teori-teori yang sesuai dengan fokus dan subfokus penelitian. 

B.     Rekomendasi
Peneliti mengemukakaan rekomendasi tentang perlunya penelitian lanjutan dan implementasi temuan penelitian tersebut dalam pemecahan masalah praktis.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1        Pedoman Observasi
Lampiran 2        Pedoman wawancara
Lampiran 3        Catatan Lapangan Hasil Observasi
Lampiran 4        Catatan Lapangan Hasil Wawancara
Lampiran 5        Dokumen Pendukung (Foto dan dokumen)
Lampiran 6        Hasil Analisis Data

EVALUASI PROGRAM ATAU EVALUASI KEBIJAKAN
1.   SISTEMATIKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
B.      Fokus Penelitian
C.     Perumusan Masalah
D.     Kegunaan Penelitian

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.      Deskripsi Konseptual Evaluasi Program/Kebijakan
B.      Deskripsi Program/Kebijakan yang Dievaluasi
C.     Model  EvaluasiProgram/Kebijakan yang Dipilih
D.     Hasil Penelitian yang Relevan
E.      Kriteria Evaluasi

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
  1. Tujuan Penelitian
  2. Tempat dan Waktu Penelitian
  3. Pendekatan, Metode dan Desain Model Penelitian
  4. Instrumen Penelitian
a)       Kisi-kisi Instrumen
b)       Validasi Instrumen
  1. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
  2. Teknik Analisis Data
  3. Pemeriksaan Keabsahan Data

BAB IV
HASIL PENELITIAN
A.      Hasil Evaluasi
B.      Pembahasan

BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
  1. Kesimpulan
  2. Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1        Pedoman Observasi
Lampiran 2        Pedoman wawancara
Lampiran 3        Angket
Lampiran 4        Catatan Lapangan Hasil Observasi
Lampiran 5        Catatan Lapangan Hasil Wawancara
Lampiran 6        Dokumen Pendukung (Foto, dokumen program dan kebijakan yang dievaluasi sesuai fokus)

2.   PENJELASAN ISI SISTEMATIKA
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang Masalah
Peneliti menjelaskan tentang mengapa program atau kebijakan tersebut penting untuk diteliti. Alasannya harus berdasarkan kepada fakta empiris yang dibandingkan dengan konsep program atau kebijakan.Dalam menuliskan latar belakang masalah peneliti memulai dengan gambaran faktual secara induktif dibandingkan dengan konsep atau secara deduktif diawali dengan konsep dilanjutkan dengan faktual.Uraikan secara singkat gambaran model evaluasi yang sesuai dengan program atau kebijakan yang akan dievaluasi. Pada akhir penjelasan latar belakang masalah perlu ditekankan pentingnya evaluasi program atau kebijakan tersebut dilakukan.

  1. Fokus Penelitian
Peneliti menuliskan fokus penelitian, karena dalam suatu penelitian tidak mungkin peneliti meneliti semua permasalahan dalam suatu program atau kebijakan. Oleh karena itu berdasarkan latar belakang masalah,peneliti perlu menetapkan fokus permasalahan yang mencakup komponen-komponen apa yang akan dievaluasi pada suatu program atau kebijakan.  Fokus penelitian dinyatakan dalam bentuk pernyataan.
  1. Perumusan Masalah
Peneliti menjabarkan fokus permasalahan penelitian dalam bentuk pertanyaan penelitian yang menekankan kepada efektivitas masing-masing komponen pada model evaluasi yang ditentukan.

  1. Kegunaan Penelitian
Peneliti mendeskripsikan kegunaan penelitian yang berisi penjelasan tentang kegunaan hasil penelitian sebagai salah satu bahan informasi bagi pengambil kebijakan/keputusan. 
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.     Deskripsi Konseptual Evaluasi Program/Kebijakan
Peneliti membahas konsep yang berkaitan dengan evaluasi program/kebijakan. Pada tesis minimal 3 (tiga) rujukan konsep dan disertasi minimal 5 (lima) rujukan konsep. Kajian konseptual tidak sekedar mencantumkan konsep-konsep secara runtut dari berbagai sumber tetapi merupakan hasil analisis dari berbagai konsep. Setelah mengkomparasikan antar konsep ditemukan persamaan dan perbedaanya. Persamaan itu menjadi dasar sintesis dari konsep.
B.       Konsep Program/Kebijakan yang diteliti
Peneliti memberikan gambaran tentang program atau kebijakan yang akan dievaluasi diantaranya: tujuan, sasaran, kebutuhan, rumusan kebijakan/program, gambaran keberadaan program/kebijakan secara real di lapangan, yang dapat diperoleh melalui survei pendahuluan sebelum menyusun proposal penelitian. 
C.       Model  EvaluasiProgram/Kebijakan
Peneliti mendeskripsikan model-model evaluasi program atau evaluasi kebijakan yang relevan dengan karakteristik penelitian.Selanjutnya peneliti menentukan model evaluasi yang relevan dengan karakteristik program/kebijakan yang akan diteliti. Model evaluasi yang telah ditentukan dijabarkan ke dalam komponen evaluasi secara rinci dengan mengaitkan pada program/kebijakan yang diteliti. Hasil penjabaran model evaluasi yang dipilih akan menjadi acuan dalam menyusun pertanyaan penelitian.
D.       Hasil Penelitian yang Relevan (Jika Ada)
Peneliti mendeskripsikan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan relevan dengan fokus penelitian. Selanjutnya peneliti menjelaskan posisi penelitiannya dengan cara mendeskripsikan persamaan dan perbedaan penelitian yang dilakukannya dengan penelitian relevan yang disajikan.
E.      Kriteria Evaluasi
Peneliti membahas konsep yang berkaitan dengan aspek yang akan dievaluasi pada setiap komponen sehingga diperoleh kriteria/standar evaluasi setiap aspek yang diteliti. Kajian konseptual tidak sekedar mencantumkan konsep secara runtut dari berbagai sumber tetapi merupakan hasil analisis dari berbagai konsep. Sumber yang digunakan untuk penentuan kriteria dapat dikembangkan dari standar yang telah ada atau peneliti dapat mengembangkan berdasarkan teori.Selanjutnya Kriteria/standar evaluasiyang disajikan dalam bentuk tabel yang berisikan kolom komponen evaluasi, aspek yang dievaluasi, dan kriteria/standar evaluasi/keberhasilan.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
  1. Tujuan Penelitian
Peneliti mendeskripsikan tujuan yang ingin dicapai sesuai dengan pertanyaan-pertanyaan penelitian.
  1. Tempat dan Waktu Penelitian
Peneliti mendeskripsikan di mana lokasi penelitian dilakukan dan kurun waktu yang digunakan selama penelitian mulai dari penyusunan rencana (proposal) hingga penyusunan laporan penelitian itu selesai dilakukan.
  1. Pendekatan,  Metode dan Desain Model Penelitian
Peneliti menentukan pendekatan, metode penelitian yang digunakan dan menjelaskannya menurut ahli tertentu. Selanjutnya peneliti menjelaskan desain model evaluasi program atau kebijakan yang telah ditetapkan. Desain disajikan dalam bentuk bagan yang dilengkapi dengan penjelasan.
  1. Instrumen Penelitian
1.       Kisi-kisi Instrumen
Peneliti merancang kisi-kisi instrumen sesuai dengan komponen dan aspek yang dievaluasi. Kisi-kisi instrumen disajikan dalam bentuk tabel yang berisikan aspek yang dievaluasi, indikator, nomor butir (butir positif, butir negatif) dan jumlah butir untuk setiap aspek yang dievaluasi.
2.       Validasi Instrumen
Validasi teoritik/konstruk dilakukan dengan telaah pakar dan/atau panel. Proses penelaahan teoretis suatu konsep dimulai dari komponen evaluasi, aspek yang dievaluasi, indikator sampai kepada penjabaran dan penulisan butir instrumen. Peneliti menjelaskan pakar  yang menelaah instrumen, prosedur telaah dan hasil telaahnya secara kualitatif.Selanjutnya peneliti menjelaskan prosedur telaah dan hasil uji validasi panel secara kuantitatif.
  1. Teknik dan Prosedur Pengumpulan Data
Peneliti menjelaskan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, angket, telaah dokumen dan focus group discution. Selanjutkan peneliti menyajikam teknik pengumpulan data dalam bentuk tabel atau bagan yang meliputi komponen evaluasi, aspek yang dievaluasi, sumber data, instrumen yang digunakan dan sumber data, teknik pengumpulan data  dan  jenis instrumen yang digunakan.Peneliti menjelaskan prosedur pengumpulan data yang disesuaikan dengan komponen-komponen evaluasi.
  1. Teknik Analisis Data
Peneliti mendeskripsikan teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis data dengan statistika deskriptif dan analisis data secara kualitatif. Analisis data dengan statistika deskriptif disajikan dalam bentuk tabel atau grafik tentang aspek yang diukur. Analisis secara kualitatif dilakukan dengan cara analisis selama pengumpulan data dan analisis setelah data terkumpul. Analisis selama pengumpulan data meliputi: mengembangkan catatan lapangan, mengkategorikan data, memberi kode pada data, memasukkan data ke dalam format analisis, dan mengembangkan pertanyaan untuk mengumpulkan dataselanjutnya; sedangkan analisis setelah data terkumpul meliputi: mengumpulkan dan memberi nomor secara kronologis sesuai dengan waktu pengumpulan data, meneliti ulang data dan mengelompokkannya dalam satu format kategori dan klasifikasi data sesuai dengan kodenya, memaparkan data yang telah dianalisis sesuai dengan komponen model evaluasi, dan penarikan beberapa kesimpulan.
  1. Pemeriksaan Keabsahan Data
Peneliti menjelaskan bagaimana keabsahan data yang mencakup kredibilitas, dependabilitas, transferabilitas, dan komfirmabilitas

BAB IV
HASIL PENELITIAN
  1. Hasil Evaluasi
Peneliti menguraikan hasil evaluasi untuk setiap komponen yangdievaluasi. Data kuantitatif yang dijaring melalui angket disajikan dalam bentuk tabel atau grafik, sedangkan data kualitatif yang dijaring melalui hasil wawancara, observasi dan data dokumentasi dideskripsikan secara naratif dan dimaknai untuk setiap komponen evaluasi.
  1. Pembahasan
Peneliti membandingkan hasil temuan dengan kriteria evaluasi sehingga menghasilkan suatu kesimpulan. Selanjutnya kesimpulan penelitian dibahas kemengapaannya dengan dukungan data kualitatif yang telah dimaknai dan mengaitkan dengan antar komponen-komponen model evaluasi.
BAB V
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
  1. Kesimpulan
Peneliti mendeskripsikan hasil evaluasi untuk setiap komponen secara umum.
  1. Rekomendasi
Peneliti menyusun rekomendasi untuk memperbaiki implementasi program atau kebijakan. Rekomendasi tidak hanya memuat apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya tetapi juga harus mempertimbangkan: pembuat program atau kebijakan yang menerima rekomendasi, alat dan bahan yang tersedia bagi kemungkinan implementasi rekomendasi, waktu implementasi, dan kondisi lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1        Pedoman Observasi
Lampiran 2        Pedoman wawancara
Lampiran 3        Instrumen
Lampiran 4        Catatan Lapangan Hasil Observasi
Lampiran 5        Catatan Lapangan Hasil Wawancara
Lampiran 6        Dokumen Pendukung (Foto, dokumen program dan kebijakan yang dievaluasi sesuai fokus)
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

PENGEMBANGAN INSTRUMEN

1.   SISTEMATIKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.         Latar Belakang Masalah
B.         Fokus Penelitian
C.         Perumusan Masalah
D.        KegunaanHasilPenelitian

BAB II 
KAJIAN PUSTAKA
A.         Konsep Pengembangan Instrumen
B.         Deskripsi Konseptual Variabel yang akan diukur
C.        Konstruk Variabel
D.        Hasil Penelitian yang Relevan

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.         Tujuan Penelitian
B.         Prosedur Pengembangan Instrumen
C.        Metode Penelitian
D.        Karakteristik Responden dan Teknik Pengambilan Sampel
E.         Definisi Konseptual dan Definisi Operasional
F.         Pengembangan Dimensi dan Indikator
G.        Kisi-kisi Instrumen
H.        Pengembangan Butir Instrumen
I.           Validasi Kontruk
J.     Pembakuan Instrumen
1.       Deskripsi proses pembakuan
2.       Kriteria tes baku
3.       Target populasi
4.       Sampelujicoba
5.       Uji coba
6.       Metode Penyekoran dan Penyusunan Norma

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Telaah Pakar
B. Karakteristik Instrumen
1. Validitas Empirik Tahap Pertama
2.    Validitas Empirik Tahap Kedua
C. Instrumen yang dihasilkan
D. Pedoman Penggunaan Instrumen

BAB V
KESIMPULAN
  1. Kesimpulan
  2. Implikasi
  3. Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran   1Draft 1 Instrumen 
Lampiran   2  Hasil Telaah Pakar
Lampiran   3  Draft 2 Instrumen
Lampiran   4  Hasil Panel
Lampiran   5  Draft 3 Instrumen
Lampiran   6  Hasil Uji coba Tahap 1
Lampiran   7  Draft 4 Instrumen
Lampiran   8  Hasil Uji coba Tahap 2
Lampiran   9 Kisi-kisi dan Instrumen Final
                            
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

2.    PENJELASAN ISI SISTEMATIKA

BAB I 
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang Masalah
Peneliti menguraikan permasalahan faktual yang terjadi kaitan dengan masalah penelitian, masalah didukung oleh fakta empiris dan alasan teoretis, alasan rasional mengapa masalah yang dikemukan memerlukaninstrument yang valid danreliabel.Pada akhir penjelasan latar belakang masalah perlu ditekankan pentingnya instrumen tersebut.

B.     Fokus Penelitian
peneliti menetapkan fokus permasalahan berdasarkan latar yang dinyatakan dalam bentuk pernyataan.

C.       Perumusan Masalah
Peneliti menjabarkan perumusan masalah berkaitan dengan judul, berorientasi pada teori pengembangan instumen yaitu validitas dan reliabilitas instrumen, dinyatakan dalam kalimat pertanyaan.

D.       Kegunaan Hasil Penelitian
Peneliti mendeskripsikan kegunaan penelitian yang berisi penjelasan tentang kegunaan hasil penelitian untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan menambah khasanah ilmu yang ada, serta untukmengembangkan profesi dan karir.

BAB II 
KAJIAN PUSTAKA
A.       Konsep Pengembangan Instrumen
Peneliti mendeskripsikan secara konseptual teori pengembangan instrumen yang meliputi langkah-langkah pengembangan instumen, pengujian dalam pembakuan instrumen, analisis keterbacaan instrumen, uji validitas konstruk, dan uji reliabilitas empiris.
B.       Deskripsi Konseptual Variabel
Peneliti membahas konsep-konsep yang berkaitan dengan variabel. Pada tesis minimal 5 (lima) rujukan konsep dan disertasi minimal 7 (tujuh) rujukan konsep. Kajian konseptual tidak sekedar mencantumkan konsep-konsep secara runtut dari berbagai sumber tetapi merupakan hasil analisis dari berbagai konsep. Mengkomparasikan antar konsep untuk menemukan persamaan dan perbedaan. Persamaan itu menjadi dasar sintesis dari konsep yang bermuara pada konstruk variabel yang akan diukur.

C.       Konstruk Variabel
Peneliti menuliskan konstruk variabel merupakan bangun pengertian atau  suatu konsep psikologik yang tidak dapat dilihat (intagible), yang merupakan muara dari proses deskripsi konseptual yang meliputi kegiatan analisis, komparasi, dan sintesis. Kerangka konsep ini penting dalam penyusunan danpengembangan instrumen pengukuran.Peneliti mengembangkan konsep atau konstruk, kemudian dianalisis dengan teknik kesahihan (validitas) konstruk.Penentuan dengan teknik tersebut mencakup dua tahap utama, yaitu:
1.       Tahap teoretik, dengan cara penilaian rancangan instrumen oleh sejumlah penilai yang menguasai masalah pengembangan instrumen dan juga melalui kajian pustaka. Tahap ini merupakan tahap pendekatan stimulus.
2.       Tahap empirik, berdasarkan data uji coba instrumen kepada sejumlah responden. Tahap ini disebut juga sebagai pendekatan respons.

D.       Hasil Penelitian yang Relevan
Peneliti mendeskripsikan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dan relevan dengan fokus penelitian. Selanjutnya peneliti menjelaskan posisi penelitiannya dengan cara mendeskripsikan persamaan dan perbedaan penelitian yang dilakukannya dengan penelitian relevan yang disajikan.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.     Tujuan Penelitian
Peneliti mendeskripsikan tujuan pengembangan instrumen  yang ingin dikembangkan sesuai dengan fokus penelitian dan perumusan penelitian.

B.     Prosedur Pengembangan Instrumen
Peneliti menjelaskan prosedur pengembangan instrumen dengan memuat langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam rangka penelitian sehingga memperoleh instrumen baku.Prosedur ini merupakan hasil sintesis dari teori pengembangan instrumen.

C.     Metode Penelitian
Peneliti menentukan metode penelitian yang digunakan.

D.   KarakteristikRespondendanTeknik Pengambilan Sampel
Peneliti menjelaskan karakteristik responden seperti umur, pendidikan responden dan lainnya sehingga instrumen dapat disesuaikan. Selanjutnya menjelaskan populasi target, populasi terjangkau,  sampel dan teknik pengambilan sampel yang digunakan.

E.      Definisi Konseptual dan Definisi Operasional
o  Definisi Konseptual
Peneliti menjelaskan konsruk dari variabel penelitian yang akan diukur yang merupakan hasil dari deskripsi konseptual variabel penelitian yang meliputi tahapan analisis, komparasi dan sintesis.
o  Definisi operasional
Peneliti menjabarkan definisi konseptual menjadi definisi yang terukur termasuk rincian indikator penelitian (terukur) dan bentuk  instrumen yang akan digunakan, parameter hasil ukur serta sumber informasi untuk pengukuran.

F.      Pengembangan Dimensi dan Indikator
Peneliti menyajikan pengembangan dimensi dan indikator berdasarkan hasil sintesis dari konsep atau teori yang dikaji tentang konsep/definisi/proposisi/hasil telaah/pendapat dari variabel yang akan diukur kemudian peneliti merumuskan konstruk dari variabel tersebut. Peneliti mengembangkan dimensi dan indikator yang sesungguhnya telah tertuang secara eksplisit/implisit pada rumusan konstruk variabel yang dijabarkan pada definisi konseptual dan definisi operasional

G.     Kisi-kisi Instrumen
Peneliti menyusun kisi-kisi instrumen yang berkaitan dengan variabel yang diteliti. Kisi-kisi intrumen disajikan dalam bentuk tabel yang berisikan kolom dimensi, indikator, nomor butir (butir positif, butir negatif untuk butir nontes) dan jumlah butir untuk setiap dimensi dan indikator.

H.     Pengembangan Butir Instrumen
Peneliti menjelaskan parameter hasil ukur atau penskalaan, penulisan butir, telaah pakar dan revisi butir.
1.       Parameter Hasil Ukur (Penskalaan)
Sebelum menulis butir instrumen (untuk skala) peneliti terlebih dahulu menetapkan rentang parameter hasil ukur variabel yang bergerak atau bergradasi dari suatu kutub ke kutub lain yang berlawanan, misalnya dari negatif ke positif, dari rendah ke tinggi, dari buruk ke baik, dari otoriter ke demokratik, dari lemah ke kuat, atau dari internal ke eksternal. 
2.       Penulisan Butir
Peneliti menuliskan butir-butir instrument dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan. Butir terdiri dari butir positif dan/atau butir negatif. Butir positif adalah pernyataan mengenai atau berkaitan dengan ciri-ciri kutub positif, sedang butir negatif adalah pernyataan mengenai atau berkaitan dengan ciri-ciri kutub negatif.
3.       Telaah Pakar
Peneliti menetapkan pakar-pakar atau panel yang akan menelaah butir instrumen, prosedur telaah dan hasil telaah.Telaah pakar atau panel yang merupakan validasi teoretik/konstruk awal sebelum dilakukan uji  coba secara empirik.Panel terdiri dari sejumlah ahli (20-40 orang) untuk menilai relevansi butir yang telah dibuat. Panel menilai butir dengan menggunakan skala yang sama dengan skala pada uji coba empirik.

I.        PembakuanInstrumen
Peneliti menjelaskan proses pembakuan instrumen baku, kriteria tes baku, sampel uji coba, uji coba, metode penskalaan dan norma serta validitas dan reliabilitas.
a)       Deskripsi proses pembakuan
Proses atau langkah-langkah sampai diperoleh instrumen yang baku.
b)       Kriteria tes baku
 Kriteria tes baku sesuai dengan prosedur statistik yang ada, seperti uji validitas dan reliabilitas atau analisis faktor.
c)       Sampel uji coba
Sampel uji coba disesuaikan dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan. 
d)       Uji coba.
Uji validitas konstruk dan uji validitas empirik dengan menggunakan teknik analisis faktor.Teknik ini bertujuan untuk menjustifikasi ketepatan butir-butir yang mengukur dimensi variabel yang telah disusun berdasarkan konstruk teoretis.
e)         Reliabilitas
Menghitung realibilitas disesuaikan teknik statistika yang digunakan. Koefisien reliabilitas adalah besaran yang menunjukan kualitas atau konsistensi hasil ukur instrumen. Batas nilai koefisien reliabilitas yang dianggap layak merujuk pendapat yang sudah ada.

H.     Metode Penyekoran dan Penyusunan Norma
Peneliti menguraikan penyekoran hasil pengukuran. Penyekoran tes objektif dilakukan dengan mempertimbangkan hasil jawaban pada tes objektif yang bersifat dikotomi. Penyekoran tes uraian bersifat kontinum atau nondikotomi. Penyekoran tes uraian menggunakan pedoman penyekoran atau rubrik. Pada penyusunan norma menguraikan acuan transformasi skor mentah berdasarkan acuan patokan atau acuan norma.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Telaah Pakar
Peneliti menjelaskan hasil validitas teoretik yaitu hasil telaah pakar secara kualitatif yang meliputi kisi-kisi,  butir dan penskalaan pada jenis instrumen yang digunakan dan keterbacaan instrumen. Juga hasil penilaian pakar (panelis) secara kuantitatif yang meliputi validitas butir dan reliabilitas antar pakar, penyempurnaan butir berdasarkan analisis dan saran dari pakar baik secara kualitatif maupun analisis kuantitatif.

B.     Karakteristik Instrumen
Peneliti menyajikan hasil uji validitas empirik dan perhitungan reliabitas dalam pengembangan instrumen. Uji validitas dilakukan lebih dari satu  kali.
1. Validitas Empirik Tahap Pertama dan Reliabilitas
a)    Peneliti menguraikan hasil uji coba empiris tahap pertama dan penetapan butir yang valid menggunakan analisis faktor.
b)    Peneliti menguraikan hasil perhitungan koefisien reliabiltas.
2.    Validitas EmpirikTahap Kedua dan Reliabilitas
a)    Peneliti menguraikan hasil uji coba empiris tahap pertama dan penetapan butir yang valid menggunakan analisis faktor.
b)    Peneliti menguraikan hasil perhitungan koefisien reliabiltas.

C.     Pedoman Penggunaan Instrumen (Instrumen dilampirkan)
Peneliti menguraikan cara penggunaan instrumen, standar waktu, dan tempat penggunaan instrumen, pedoman skor instrumen, dan menafsirkan hasil pengukuran.

BAB V
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A.       Kesimpulan
Peneliti medeskripsikan kesimpulan yang berupa tesis atau hipotesis yang teruji oleh data empiris.

B.       Implikasi
Peneliti mendeskripsikan implikasi sebagai konsekuensi logis dari kesimpulan penelitian yang ditindaklanjuti dengan upaya perbaikan.

C.     Saran
Peneliti mendeskripsikan saran berupa pemikiran peneliti yang berkaitan dengan operasional  implikasi penelitian dan tingkat penelitian.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran   1Draft 1 Instrumen 
Lampiran   2  Hasil Telaah Pakar
Lampiran   3  Draft 2 Instrumen
Lampiran   4  Hasil Panel
Lampiran   5  Draft 3 Instrumen
Lampiran   6  Hasil Uji coba Tahap 1
Lampiran   7  Draft 4 Instrumen
Lampiran   8  Hasil Uji coba Tahap 2
Lampiran   9 Kisi-kisi dan Instrumen Final
                            
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

F. KELOMPOK PENGEMBANGAN MODEL
1. SISTEMATIKA
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
B.      Identifikasi Masalah
C.     Pembatasan Masalah
D.     Perumusan Masalah
E.      Kegunaan Penelitian

BAB II  KAJIAN PUSTAKA
A.      Konsep Pengembangan Model
B.      Acuan Teoretik
C.     Penelitian yang Relevan
D.     Desain Model

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A.      Tujuan Penelitian
B.      Tempat dan Waktu Penelitian
C.     Karakteristik Sasaran Penelitian 
D.     Pendekatan dan Metode  Penelitian
E.      Langkah-langkah Pengembangan Model
1.       Penelitian Pendahuluan
2.       Analisis Kebutuhan
3.       Rancangan Model
4.       Validasi, Evaluasi, dan Revisi Model
5.       Implementasi Model
a.       Pengumpulan Data
b.       Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.      Pengembangan Model
1.       Hasil Analisis Kebutuhan
2.       Model Draft 1
3.       Model Draft 2 (dst.)
4.       Model Final
B.      Kelayakan Model (teoretik dan empiris)
C.     Efektivitas Model (melalui uji coba)
D.     Pembahasan

BAB V KESMIPULAN IMPLIKASI DAN SARAN
A.      Kesimpulan
B.      Implikasi
C.     Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN INSTRUMEN
LAMPIRAN HASIL
LAMPIRAN BUKU PENJELASAN

2. PENJELASAN ISI SISTEMATIKA

BAB I 
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang masalah
Peneliti memaparkan latar belakang permasalahan berupa fakta yang memberikan informasi bahwa model yang sedang dilaksanakan diasumsikan belum memungkinan ketercapaian tujuan. Permasalahan dapatdimaknai sebagai kesenjangan antara yang seharusnya terjadi dengan apa yang terjadi. Jadi, latar belakang masalah memuat apa, mengapa, dan bagaiman serta untuk apa model dikembangkan?. 

B.     Identifikasi Masalah
Peneliti menyajikan hasil identifikasi permasalahan yang diturunkan dari masalah-masalah yang muncul pada latar belakang akibat dari kesenjangan yang ada. Idetifikasi masalah dinyatakan dalam kalimat pernyataan.

C.        Perumusan Masalah
Peneliti merumuskan masalah berkaitan dengan judul, berorientasi pada teori pengembangan modelyang dinyatakan dalam kalimat pertanyaan.Perumusan masalah merupakan usaha untuk mengemukakan pertanyaan-pertanyaan penelitian secara eksplisit.

D.       Kegunaan Penelitian
Peneliti memaparkan kegunaan penelitian pengembangan model adalah untuk memberikan solusi  alternatif untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.     Konsep Pengembangan Model
Peneliti mendeskripsikan konsep yang mendasari pengembangan model. Setiap model dikembangkan berlandaskan paradigma/teori tertentu. Setelah mendeskripsikan dan menganalisis beberapa model maka peneliti melakukan sintesis untuk menentukan pilihan model yang relevan dengan fokus penelitian.

Dalam  pengembangan model, peneliti memperhatikan tiga  hal:
a.         Menggambarkan Struktur Model yang digunakan secara singkat, sebagai dasarpengembangan produk.
b.         Apabila model yang digunakan diadaptasi dari model yang sudah ada, maka perlu dijelaskan alasan memilih model, komponen-komponen yang disesuaikan, komponen-komponen dan kaitan antar komponen yang terlibat dalam pengembangan.
c.         Prosedur penelitian pengembangan memaparkan prosedur yang ditempuh oleh peneliti/pengembang dalam membuat produk.

B.     Acuan  Teoretik
Peneliti menuliskan kerangka teoretik diawali dengan mendeskripsikan beberapa model yang ada, kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis model tersebut, sampai akhirnya peneliti dapat menentukan pilihan model yang akan dikembangkan dengan dukungan teori.

C.     Penelitian yang Relevan
Peneliti menuliskan hasil  perbandingan pelelitian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian yang relevan  dapat diambil dari jurnal ataupun disertasi. Peneliti juga harus memaparkan kedudukan penelitian yang sedang dilakukan dengan penelitian lainnya yang relevan.

D.     Desain Model
Peneliti memaparkan rangkaian kegiatan sbb : 
1.         Penelitian Pendahuluan
2.         Perancangan Pengembangan Model
3.         Uji coba, Evaluasi, dan Revisi Model
4.         Implementasi model

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.     Tujuan Penelitian
Peneliti menjelaskan tujuan penelitian yang dilakukan. Tujuan penelitian harus  sinkron dengan rumusan permasalahan penelitian atau jumlah sub fokus penelitian pada Bab I

B.     Tempat dan Waktu Penelitian
Peneliti menuliskan dengan jelas tempat dimana peneliti melaksanakan penelitian dan jelaskan berapa lama waktu yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian tersebut.

C.     Karakteristik Sasaran Penelitian 
Peneliti mendeskripsikan karakteristik sasaran penelitian setelah melakukan penelitian pendahuluan.

D.     Pendekatan dan Metode  Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengembangan model.

E.      Langkah-langkah Pengembangan Model
1.    Penelitian Pendahuluan
Peneliti memaparkan hasil penelitiian pendahuluan berupa analisis kebutuhan (Need Assesment). Peneliti juga menjelaskan produk yang dihasilkan benar-benar produk yang sesuai dengan kebutuhan (based on need), sehingga penjelasan menggambarkankebutuhan model tersebut sebagai jawaban atas kesenjangan (gap) antara keadaan yang seharusnya (ideal) dengan kenyataan yang ada.

2.       Perencanaan Pengembangan Model
Peneliti memaparkan model yang direncakan dalam kegiatan pendidikan/pembelajaran. Dalam perencanaan model iniharus dijelaskan sejauhmana keterlibatan dari berbagai pakar dalam pengembangan model tersebut.

3.       Validasi, Evaluasi, dan Revisi Model
Peneliti menjelaskan
a)       Prosedur dan hasil uji coba model dengan menjelaskan sasaran uji coba tersebut.
b)       Prosedur dan hasil evaluasi berdasarkan data uji coba dengan menjelaskan teknik evaluasi yang digunakan dan bagian-bagian atau kompomen model yang harus direvisi.
c)       Produk model yang telah dirivisi.
.
Ada tiga hal yang harus dijelaskan pada bagian ini yaitu penjelasan kelompok yang dijadikan subyek uji coba produk penelitian pengembangan, Misalnya: para pakar, sasaran kelompok kecil dan kelompok besar yang sifatnya lebih heterogen.
1)       Telaah Pakar (Expert Judgement)
Peneliti menjelaskan prosedur dan hasil telaah pakar yang dilakukan oleh para pakar yaitu untuk mencermati produk yang telah dihasilkan, kemudian mereka diminta untuk memberikan masukan tentang produk tersebut.Berdasarkan masukan dari para pakar, produk tersebut direvisi.Para pakar yang sejak awal sudah terlibat itulah yang diminta untuk mencermati program/model.
2)       Uji coba kepada kelompok kecil (Small Group Try-out)
Peneliti menyajikan prosedur dan hasil uji coba pada kelompok kecil, misalnya kumpulkan sekitar 10 hingga 15 responden (yang dianggap memiliki karakteristik yang sama dengan peserta didik yang akan menjadi target sasaran program atau main audience) untuk menonton tayangan program, kemudian mereka diminta memberikan komentar/masukan tentang program yang baru saja mereka tonton. Berdasarkan masukan-masukan dari smallgroup ini program direvisi. Sebagai contoh jika yang menjadi sasaran utamanya anak-anak usia SD, maka uji coba program juga diberikan kepada siswa SD.
3)       Uji coba Lapangan (Field Try-out)
Peneliti menjelaskan prosedur dan hasil uji coba lapangan. Isi penjelasan adalah uji cobadilakukan kepada sejumlah responden yang banyak dengan subyek yang lebih heterogen. Kalau uji coba kepada para pakar dan kelompok kecil bisa dilakukan oleh pihak internal yang terlibat dalam kegiatan penelitian pengembangan, maka uji coba lapangan sebaiknya dilakukan oleh pihak luar.Hal ini dimaksudkan untuk menjaga obyektivitas dari kesimpulan yang dihasilkan.Masukan dari hasil uji coba lapangan inilah yang menjadi dasar terakhir bagi perbaikan dan penyempurnaan produk.Setelah diperbaiki sesuai masukan dari lapangan, maka produk dianggap final dan siap untuk disebarkan atau digunakan secara massal.

4.       Implementasi Model
Peneliti menjelaskan bagaimana mengimplementasikan produk yang dianggap final (final product). Kemudian bagaimana penyebaran produk (disemination) tersebut dilakukan. Untuk mengetahui keberhasilan implementasi kalau  model akan dilaksanakan, maka perlu dilakukan sebuah evaluasi sumatif yaitu setelah pemanfaatan produk berjalan selama periode tertentu. Hal ini dilakukan untuk menilai apakah produk efektif dan efisien atau tidak.Hal ini berkaitan dengan pengambilan keputusan untuk menentukan apakah program tersebut diteruskan atau tidak. Evaluasi pada tahap ini disebut dengan evaluasi sumatif., sedangkan evaluasi pada tahap uji coba pakar, kelompok kecil dan lapangan disebut dengan evaluasi formatif yang tujuannya untuk memperbaiki/ menyempurnakan produk.

5.         Pengumpulan Data  dan Analisis Data
Peneliti mengemukakan bagaimana cara data dikumpulkan dan prosedur analisis data yang dilakukan dalam menganalisis data uji coba. Penjelasan ini dikemukakan dalam bagian ini yang disertai alasan-alasannya.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.     Hasil Pengembangan Model
Peneliti menjelaskan secara mendalam, analisis tentang proses model yang telah dikembangkan secara naratif. Hasil penelitian dideskripsikan dalam subjudul yang memuat poin-poin pada tujuan umum dan tujuan khusus, untuk menggambarkan bahwa  hasil penelitian ini dapat menguji efektivitas model .
Penyajian hasil penelitian dan pembahasan diawali dengan pemberian gambaran lokasi penelitian dan karakteristik responden. Dilanjutkan poin-poin yang sinkron dengan jawaban atas tujuan umum dan tujuan khusus penelitian.Peneliti menyajikan hasil penelitian pengembangan dalam bentuknarasi, tabulasi, semi-tabulasi atau grafik dengan jelas dan  benar, sehingga keberadaan tabel atau grafik dalam penyajian dapat dimengerti.

B.     Kelayakan Model
Peneliti mendeskripsikan langkah-langkah yang digunakan dalam menguji kelayakan model, yaitu melakukan analisis kebutuhan, mengembangkan produk, mengujicobakan produk, menyempurnakan produk dan menyebarkan produk.

C.     Efektivitas Model (dalam tahapan uji coba)
Peneliti menjelaskan hasil uji coba dari awal proses pengembangan hingga akhir model produk yang dihasilkan..Produk yang dihasilkan dari penelitian pengembangan model bisa berupa kurikulum pendidikan/ pembelajaran, sistem pengelolaan pendidikan /pembelajaran, media pendidikan/ pembelajaran dan lain-lain.

D.     Pembahasan
Peneliti membahas mengenai faktor pendukung dan penghambat model yang dirancang dalam penelitian. Kebaikan-kebaikan atau kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan model yang ditawarkan yang telah dibahas disajikan secara rinci.

BAB V
KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN
A.     Kesimpulan
peneliti menunjukan pointers-pointers yang terkait dengan tujuan dan pertanyaan penelitian pengembangan model yang mencakup kelebihan dan kekurangan model yang kita hasilkan:

B.     Implikasi
Peneliti menyajikan implikasi penelitian yaitu konsekwensi logis dari teori dan temuan penelitian kita yang diwujudkan dengan pernyataan “jika-maka” .

C.       Saran
Peneliti menyampaikan saran dalam mengembangan produk-produk model pendidikan dan pembelajaran apa yang hendak ditempuh melalui pendekatan Penelitian Pengembangan.

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN INSTRUMEN
LAMPIRAN MODEL
LAMPIRAN BUKU PENJELASAN


ACTION RESEARCH
1. SISTEMATIKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
B.      Fokus Penelitian
C.     Perumusan Masalah
D.     Kegunaan Penelitian

BAB II
KAJIAN  PUSTAKA
A.      Deskripsi Konseptual
B.      Penelitian yang Relevan
C.     Acuan Teoretis
D.     Model Tindakan
E.      Hipotesis Tindakan

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
  1. Tujuan Penelitian
B.      Tempat dan Waktu Penelitian
C.     Metode Penelitian
D.     Rancangan Tindakan
  1. Disain dan Prosedur Tindakan
  2. Sumber Data
G.     Teknik Pengambilan Data
1.       Definisi Konseptual
2.       Definisi Operasional
3.       Kisi-kisi Instrumen
4.       Jenis Instrumen
5.       Validasi Instrumen
F.  Keabsahan Data
1.       Telaah Model Tindakan
2.       Validitas Data

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.      Deskripsi Hasil Penelitian
B.      Pembahasan

BAB V
KESIMPULAN,IMPLIKASI DAN SARAN
A.      Kesimpulan
B.      Implikasi
C.     Saran

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran  1       Model Tindakan
Lampiran  2       Instrumen Pengambilan Data
Lampiran  3       Hasil Pengujian Keabsahan Data
Lampiran  4       Catatan Lapangan Kolaborator
Lampiran  5       Hasil Tindakan
Lampiran  6       Dokumen dan Foto Pelaksanaan Tindakan

2. PENJELASAN ISI SISTEMATIKA
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Peneliti mengungkapkan konteks permasalahan yang hendak dipecahkan. Uraian harus diawali dengan mengidentifikasikan kesenjangan-kesenjangan yang ada antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, serta dampak yang ditimbulkan oleh kesenjangan-kesenjangan itu.Berbagai alternatif untuk mengatasi kesenjangan tersebut perlu dipaparkan secara singkat disertai dengan identifikasi faktor penghambat dan pendukungnya.Alternatif yang ditawarkan sebagai pemecah masalah beserta rasionalnya dikemukakan pada bagian akhir dari paparan latar belakang masalah.

B.     Fokus Penelitian
Peneliti menjelaskan fokus penelitian yang dikerucutkan dari berbagai permasalahan yang ada, peneliti menfokuskan salah satu permasalahan yang akan diteliti. Fokus penelitian digunakan untuk memilih masalah yang penting untuk dijawab atau diselesaikan  permasalahannya.

C.     Perumusan Masalah
Peneliti memamparkan perumusan masalah dengan kalimat tanya. Perumusan masalah memuat alternatif pemecahan yang ditawarkan serta rasional mengapa alternatif itu yang dipilih sebagai cara pemecahan yang paling tepat terhadap masalah yang ada.

D.     Kegunaan Penelitian
Peneliti memaparkan kegunaan hasil penelitian bagi pengembangan keilmuan. Kegunaan penelitian hendaknya dipaparkan mengenai bagaimana bentuk dan di mana hasil penelitian ini dapat diimplementasikan.

BAB II
KAJIAN  PUSTAKA
A.     Deskripsi Konseptual
Peneliti mendeskripsikan konsep atau teori yang mendasari variabeldengan mengemukakan konsep atau teori dari pustaka yang relevan, dan memberi arah serta petunjuk pada pelaksanaan tindakan. Penjelasan kajian konsep atau  teori yang dipaparkan digunakan sebagai kerangka acuan pengembangan tindakan. Kerangka acuan disusun berdasarkan kajian berbagai aspek teoretik dan empiris yang terkait dengan permasalahan dan upaya yang akan ditempuh untuk jawaban atau penyelesaiannya. Uraian-uraian dalam bab ini menjadi landasan konseptual dan teoretik mengapa masalah itu perlu dijawan atau dicarikan pemecahannya dan mengapa cara pengembangan tindakan tersebut dipilih.

B.     Penelitian yang Relevan
Peneliti menjelaskan temuan dari penelitian lain yang memiliki kesamaan permasalahan dengan masalah yang peneliti lakukan. Pembahasan penelitian yang relevan digunakan untuk mengetahui  state of the art  permasalahan yang diteliti.

C.     Acuan Teoretis
Peneliti memaparkan keterkaitan konsep-konsep yang digunakan untuk menghasilkan prosedural tindakan. Kerangka teoritis yang dihasilkan berupa desain tindakan secara teoretis.

D.     Model Tindakan
Peneliti menjelaskan berbagai motode penelitian Action Research yang ada dengan memberikan informasi kelebihan dan kekurangan masing-masing metode penelitian Action Research. Peneliti harus dapat menjelaskan kesesuaian metode penelitian Action Research yang dipilih dengan model tindakan yang akan diteliti.

E.      Hipotesis Tindakan
Peneliti merumuskan hipotesis tindakan berupa jawaban tentative berupa prediksi model tindakan sebagai jawaban atas pertanyaan penelitian.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.     Tujuan
Peneliti memaparkan  hasil yang diharapkan dari penelitian ini. Tujuan dipaparkan secara jelas dan operasional.Rumusan tujuan harus mengarah kepada upaya perbaikan untuk mengatasi permasalah yang diteliti.

B.     Tempat dan Waktu Penelitian
Peneliti menjelaskan  lokasi dan kurun waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan.

C.     Metode Penelitian
Peneliti menjelaskan metode peneltian Action Research yang digunakan dalam pemecahan masalah.

D.       Rancangan Tindakan
Peneliti menjelaskan siklus yang dirancang dalam penelitian. Siklus terdiri atas empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.

E.      Desain dan Prosedur Tindakan
1.       Desain Tindakan
Peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, di mana, oleh siapa, dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan.

2.       Prosedur Tindakan
Peneliti menjelaskan tahapan dalam melaksanakan tindakan. Setiap tahapan dijelaskan apa yang dilaksanakan dan bagaimana pelaksanaannya.

F.        Kriteria Keberhasilan Tindakan
Penelitian memberikan kriteria keberhasilan tindakan untuk mengetahui kerbahasilan setiap siklus sekaligus mengetahui ada kemajuan atau tidak.

G.       Sumber data
Peneliti menjelaskan  siapa dan apa yang menjadi sumber data dalam penelitian.

H.       Instrumen Pengumpul Data
1.       Definisi Konseptual
Peneliti menjelaskan secara konseptual aspek yang akan diukur dalam tindakan.

2.       Definisi Operasional
Peneliti menjelaskan secara operasional aspek yang akan diukur dalam tindakan.

3.       Kisi-kisi Instrumen
Peneliti menjelaskan kisi-kisi instrumen yang memuat aspek yang akan diukur dalam tindakan.

4.       Jenis Instrumen
Peneliti menjelaskan instrumen yang digunakan sebagai alat pengambilan data dalam tindakan penelitian.
5.         Validasi Instrumen
Peneliti menjelaskan teknik yang digunakan untuk pengujian validitas instrumen.

I.      Keabsahan Data
1.         Telaah Model Tindakan
Peneliti menjelaskan teknik yang digunakan dalam menelaah model. Dalam penjelasan memuat prosedur dan pakar yang menelaah model tindakan.

2.         Validitas Data
Peneliti menjelaskan teknik yang digunakan dalam menvalidasi data dan kolaborator yang digunakan pelaksanaan dalam tindakan.

J.    Teknik Analisis Data
Peneliti menjelaskan teknik dan kreteria analisis yang digunakan untuk menganalisis data.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.     Deskripsi Pelaksanaan
Peneliti menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap, menyangkut berbagai aspek yang terjadi akibat tindakan yang dilakukan. Tunjukkan adanya perbedaan tindakan dengan kegiatan yang biasa atau sering dilakukan.Pada refleksi diakhir setiap siklus berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dengan grafik, dan kelemahan yang terjadi.Kemukakan ada perubahan/kemajuan/perbaikan yang terjadi pada diri peserta didik, lingkungan kelas, pengajar, motivasi/minat belajar, dan hasil belajar.Kemukakan hasil dari keseluruhan siklus ke dalam ringkasan untuk bahan dasar analisis dan pembahasan. Bahan/data tersebut ditulis dalam bentuk tabel atau bagan sehingga akan memperjelas adanya perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara sistematik dan jelas.

C.     Pembahasan
Peneliti membahas hasil penelitian secara keseluruhan dengan menjelaskan keberhasilan intervensi yang dilakukan pada siklus serta kelemahan yang ada dengan adanya intervensi tersebut. Dalam pembahasan ini peneliti mengacu pada konsep atau teori yang mendasari variabel yang dibahas.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.     Kesimpulan
Peneliti memaparkan kesimpulan hasil penelitian sesuai dengan tujuan/masalah penelitian yang telah disampaikan sebelumnya.

B.      Implikasi
Peneliti mendeskripsikan implikasi mengenai pemanfaatan hasil penelitian pada pembelajaran secara operasional, serta contoh implementasi hasil penelitian tersebut dalam pembelajaran yang relevan.

C.     Saran
Peneliti menyampaikan saran berupa tindak lanjut berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, baik yang menyangkut segi positif maupun negatifnya.

DAFTAR PUSTAKA
Lampiran  1       Model Tindakan
Lampiran  2       Instrumen Pengambilan Data
Lampiran  3       Hasil Pengujian Keabsahan Data
Lampiran  4       Catatan Lapangan Kolaborator
Lampiran  5       Hasil Tindakan
Lampiran  6       Dokumen dan Foto Pelaksanaan Tindakan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *