16 November 2009

TELAAH LITERATUR DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS


• Literatur dimaksud bisa dari jurnal, buku, text database, tesis orang lain, disertasi doktor, paper, skripsi, makalah seminar dll)
• Untuk mengarahkan peneliti dalam memperoleh perspektif ilmiah yang menajdi alndasan pengembangan hipotesis.
• Untuk menghindari kemungkinan duplikasi dalam metode pengumpulan dan pengolahan data.
• Mengarahkan argumentasi penggunaan metode pengumpulan dan pengolahan data penelitian sekarang kaitannya dengan penelitian sebelumnya.
• Untuk melakukan konfirmasi terhadap teori-teori atau temuan-temuan sebelumnya.
• Untuk menemukan keterbatasan penelitian terdahulu dan kemudian memperbaiki pada penelitian saat ini.

Faktor-Faktor Yang dipertimbangkan Dalam telaah Literatur/riset terdahulu:
• Harus membahas identifikasi variabel-variabel yang relevan dengan masalah penelitian
• Harus menyatakan sifat dan arah hubungan atau perbedaan antara dua atu lebih variabel yang diteliti.
• Menjelaskan hubungan atau perbedaan antara variabel yang divisualisasikan dalam diagram.
• Menjelaskan perspektif yang menajdi landasan dalam pengembangan hipotesis berdasarkan temuan-temuan riset sebelumnya.

Rumusan Hipotesis
Kriteria Hipotesis yang baik adalah:
1. Berupa pernyataan yang mengarah pada tujuan penelitian.
2. Berupa pernyataan yang dirumuskan dengan maksud untuk diuji secara empiris.
3. Berupa pernyataan yang dikembangkan berdasarkan teori-teori yang lebih kuat dibandingkan dengan hipotesis rivalnya.

Format Hipotesis
1. Pernyataan “Jika – Maka “
2. Hipotesis Nol Dan Alternatif
3. Hipotesis Directional Dan Non Directional

Pernyataan “Jika- Maka’
Contoh:
Jika Pegawai Mengalami Tekanan Dalam Bekerja Yang Lebih Rendah, Maka Mereka Akan Memperoleh Kepuasan Kerja Yang Lebih Tinggi.

Hipotesis Nol Dan Alternatif
Contoh:
Ho= Tidak Ada Pengaruh Signifikan Kenaikan Gaji Terhadap Kinerja Pegawai
Ha = Ada Pengaruh Signifikan Kenaikan Gaji Terhadap Kinerja Pegawai

Hipotesis Directional Dan Nondirectional
• Hipotesis Directional Adalah Hipotesis Yang Menyatakan Sifat Dan Arah Hubungan Secara Tegas Antara Dua Atau Lebih Variabel. Contoh: Kualitas Pelayanan Jasa Perpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap Kepuasan Pasien Rumah Sakit.
• Hipotesis Nondirectional Adalah Hipotesis Yang Tidak Menyatakan Arah Hubungan Antara Variabel. Hipotesis Ini Digunakan Bila 1). Belum Ada Teori Yang Menajdi Landasan Untuk Menentukan Arah Hubungan Antar Variabel 2). Menurut Riset Terdahulu Ditemukan Belum Ada Kejelasan Hubungan Antar Variabel Yang Diteliti.
Contoh Hipotesis Non Directional
• Ada Hubungan Langsung Variabel Gaya Kepemimpinan Dengan Ketidakpastian Lingkungan Bisnis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *