03 Januari 2011

SPSS, Sang Pahlawan Statistik

 Oleh : Yessy Kurniati *)

Pernah belajar statistik? Rasanya cukup menyenangkan sih, tetapi membayangkan begitu banyak rumus dan perhitungan membuat kepala jadi sakit rasanya. Apalagi jika statistik itu diaplikasikan dalam penelitian. Hah... banyak nian data yang harus dikerjakan.

Bergembiralah dengan kemudahan yang kita dapatkan. Dengan sebuah program yang luar biasa anda dapat membuat perhitungan statistik dari penelitian anda sebanyak apapun itu. Hanya dengan beberapa langkah mudah dan cepat. Sambutlah pahlawan dalam bidang statistik ini yang terkenal dengan nama program SPSS.

SPSS itu sendiri merupakan program statistik yang paling popular di dunia. Selain digunakan lebih dari 250.000 perusahaan di Amerika dan jutaan di seluruh dunia, program ini juga bisa diterapkan pada berbagai bidang, seperti farmasi, kedokteran, bisnis dan sebagainya. Hebat khan?

Ok, mari sedikit kita berkenalan dengan pahlawan kita ini. Ketika anda membuka SPSS maka anda akan melihat dua lembaran kerja di sana yaitu data view dan variabel view. Data view adalah lembaran yang menampilkan data-data sekaligus tempat kita mengimput. Sedangkan variabel view adalah tempat menginput dan mengedit variabel yang kita inginkan,

Secara umum, tampilan menu yang terdapat pada data view sama dengan aplikasi under windows lainnya. Menu-menu yang khas di SPSS adalah sebagai berikut:

  • Data, merupakan menu untuk memodifikasi data secara keseluruhan seperti mengurutkan data, menggabungkan data dll.
  • Transform, yaitu menu untuk mentranformasikan data berdasar kriteria tertentu seperti penjumlahan antar variabel, recoding, dll.
  • Analize, menu untuk mengolah data seperti korelasi, regresi, uji-t, dll.
  • Graph, menu untuk memvisualisasikan data seperti histogram, scatter-plot, boxplot dll.
  • Utillities, menu pendukung yang berisi: informasi variabel, informasi file, menu editor dll.
  • Sedangkan pada variabel view terdapat menu-menu sebagai berikut
  • Name. kolom ini untuk memberi nama variabel. Nama variabel yang kita tuliskan disini akan muncul pada data editor. Pemberian nama harus diawali dengan huruf, tidak bisa dimulai dengan angka. Maksimal hanya bisa berisi 8 karakter.
  • Type. untuk menyesuaikan jenis data yang anda masukkan, apakah numeric,string (data nominal yang berupa huruf ex: nama) atau yang lainnya. Klik ikon dalam kolom type maka akan muncul kotak dialog variabel type untuk melakukan perubahan tertentu. Pada kotak dialog ini anda bisa juga mengubah lebar kolom (Width) dan karakter desimal (Decimal Places).
  • Label. Kolom ini berfungsi untuk memberi label pada variabel yang kitainginkan. Misalnya kita mempunyai variabel “nama” pada kolom pertama, variabel tersebut bisa kita beri label "nama responden". Contoh lainnya bila kita mempunyai variabel dengan nama "skala1", kita bisa mendefinisikan lebih jelas dengan memberi label sesuai dengan nama skala kita sebenarnya, misalnya "skala kecemasan" dll. Pemberian label ini sangat penting karena pada hasil analisis (output) akan tercetak label yang telah kita definisikan ini. Tercetaknya label pada output akan sangat membantu dalam interpetasi output tersebut.
  • Value. Kolom ini berfungsi untuk medefinisikan value data dari variabel yang dimaksud. Pemberian value ini biasanya untuk data yang bersifat ordinal dan interval. Klik ikon pada kolom value maka akan muncul kotak dialog value labels. Misalnya pada variabel gender kita akan mendefinisikan jenis kelamin dengan melakukan pemberian label. Yang perlu kita lakukan adalah mengisi [Value] dan [Value label] lalu klik [Add]. Lakukan ini untuk semua value kemudian klik [OK]. Setelah pemberian value ini maka pada variabel gender kita tidak perlu menuliskan laki-laki dan perempuan melainkan cukup mengisi 1 untuk laki-laki dan 2 untuk jenis kelamin perempuan.
  • Missing. Kolom ini berfungsi untuk mendefinisikan missing value yang ada dalam data kita. Yang dimaksud missing value disini adalah jika ada data kosong dalam data kita. Data kosong bisa disebabkan karena tidak tersedianya data atau sebab lain misanya pada pengisian skala ada item-item yang terlewat oleh responden. Untuk mengaktifkan kotak dialog missing value, klik ikon pada kolom missing. Pada form Discrete missing value isikan angka yang akan dijadikan pengganti missing value, misalnya 9, 99, 999 dsb. Misalnya jika kita memilih angka 9 maka setiap ada data yang tidak diisi (missing value) angka 9 yang harus diisikan, jangan dibiarkan kosong!
  • Coloumn. Fungsi menu ini adalah untuk mengubah jumlah karakter yang dapat dimasukkan pada suatu variabel tertentu. Bila kita mengisi coloumn dengan angka 2 maka hanya dua digit data saja yang dapat dimasukkan pada variabel tersebut.
  • Align. Menu ini mengatur posisi data pada tiap cell. Pilihan posisinya ada tiga yaitu left, right dan center.
  • Measurement. Menu ini mendefinisikan jenis data apa yang kita punyai. Pilihan yang ada adalah scale, nominal dan ordinal.

Demikianlah sekelumit tentang SPSS, pokoknya nggak rugi banget deh kalau kita memutuskan untuk belajar dan menginstall program ini.

*) http://kulinet.com/baca/spss-sang-pahlawan-statistik/190/

2 komentar:

  1. wah keluar di ujian nih.... boleh browsing ya pak... di kelas...

    BalasHapus

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *