26 Agustus 2009

PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN

Pengertian dan Fungsi Perumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. Tanpa perumusan masalah, suatu kegiatan penelitian akan menjadi sia-sia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa.
Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem, diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat.
Mengingat demikian pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian, sampai-sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa kegiatan melakukan perumusan masalah, merupakan kegiatan separuh dari penelitian itu sendiri.
Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat, meliputi perumusan masalah deskriptif, apabila tidak menghubungkan antar fenomena, dan perumusan masalah eksplanatoris, apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena.
Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu Fungsi pertama adalah sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan. Fungsi kedua, adalah sebagai pedoman, penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. Perumusan masalah ini tidak berharga mati, akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampai di lapangan. Fungsi ketiga dari perumusan masalah, adalah sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti, serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti, karena melalui perumusan masalah peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. Sedangkan fungsi keempat dari suatu perumusan masalah adalah dengan adanya perumusan masalah penelitian, maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.
Kriteria-kriteria Perumusan Masalah
Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan masalah penelitian yaitu kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat interogatif, baik pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif, maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris, yaitu yang menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusaia.
Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori, dalam arti pemecahannya secara jelas, diharapkan akan dapat memberikan sumbangan teoritik yang berarti, baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada.
Kriteria ketiga, adalah bahwa suatu perumusan masalah yang baik, juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks kebijakan pragmatis yang sedang aktual, sehingga pemecahannya menawarkan implikasi kebijakan yang relevan pula, dan dapat diterapkan secara nyata bagi proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia.
Berkenaan dengan penempatan rumusan masalah penelitian, didapati beberapa variasi, antara lain (1) Ada yang menempatkannya di bagian paling awal dari suatu sistematika peneliti, (2) Ada yang menempatkan setelah latar belakang atau bersama-sama dengan latar belakang penelitian dan (3) Ada pula yang menempatkannya setelah tujuan penelitian.
Di manapun rumusan masalah penelitian ditempatkan, sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak akan mengganggu kegiatan penelitian yang bersangkutan, karena yang penting adalah bagaimana kegiatan penelitian itu dilakukan dengan memperhatikan rumusan masalah sebagai pengarah dari kegiatan penelitiannya. Artinya, kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siapapun, hendaknya memiliki sifat yang konsisten dengan judul dan perumusan masalah yang ada. Kesimpulan yang didapat dari suatu kegiatan penelitian, hendaknya kembali mengacu pada judul dan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan.

33 komentar:

  1. Terima kasih,..
    artikelnya banyak membantu....

    BalasHapus
  2. duh bang trimaksh da bnyk mmbantu pmbuatan skripsi nh. semoga tetap berkah....amiennn...

    BalasHapus
  3. bagaimana cara membuat rumusan masalah tentang tumbuhan kacang hijau ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. masalahnya apa? baru bisa dibuat rumusan masalahnya.

      Hapus
  4. terima kasih artikel-artikelnya. Sangat membantu...! Boleh saya link ya?

    BalasHapus
  5. semoga berrka amiiiiiiinnn,.,..,

    BalasHapus
  6. Assalamu'alaikum.. emmm, makasih,, sangat membantu.. oya, pengen ngundang ni pak, hee,, biar komunitas makin seru n menarik.. mudah2an bermanfaat.
    Seminar dengan tema "Trend Komunikasi Internasional menjelang 2014".
    Hari : Minggu, 04 Desember 2011
    Waktu: 14.00-17.00
    di : Karindra Building, jl. Palmerah Selatan samping Ramayana, Jakpus.
    seminar berbasis teknologi internet. software yang slaah satu kegunaannya dapat memasarkan usaha kita dengan tekno yang CANGGIh tanpa biaya iklan. dan 7 software lain yang terbaru.
    Untuk informasi lanjut, silahkan datang.
    call Person : 085265904185 (Tri).
    trimakasih. BEBAS BIAYA SEMINAR.
    WASSALAM.

    BalasHapus
  7. terima kasih artikelnya sangat membantu.

    BalasHapus
  8. syukron katsiron buat yang nulis cukup membantu

    BalasHapus
  9. Jazakallah atas bantuannya...

    BalasHapus
  10. maaf mas. bg imagenya bikin pusing. (itu pendapat saya si.)
    tp isinya lumayan koq. thanks infonya.

    BalasHapus
  11. THANKS BANGET TUGAS BIOLOGI SAYA BANYAK TERBANTU

    BalasHapus
  12. saya pusing dgn gmbr ikan2 d background itu pak..
    blognya bgus membntu skali

    BalasHapus
    Balasan
    1. asalkan tidak pusing belajar metris, semangat selalu.

      Hapus
  13. om mau tanya donk, acuan bukunya apa ya posting yg ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. semua buku metodologi riset seperti : prof.dr. Suharsimi Arikunto, Dr Sugiono, sengaja tak dicantumkan.

      Hapus
  14. apa perbedaan rumusan masalah dengan rumusan masalah peneletian? suwun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rumusan masalah dibuat ketika judul penelitian di temukan, sementara rumusan masalah penelitian dibuat ketika sudah menjadi sebuah judul, rumusan biasanya diungkapkan dalam kalimat negatif. untuk lebih lanjut bisa anda gali dalam setiap buku metodologi riset. thanks

      Hapus
  15. backsound nya yg sprti lankah kaki/detak jam membuat saya takut

    BalasHapus
  16. perbedaan rumusan masalah dengan permasalahan?

    BalasHapus
  17. suwun kang artikelnya
    sangat membantu buanget......

    BalasHapus
  18. perbedaan syarat rumusan masalah dgn hipotesis apa ???
    thanx

    BalasHapus
  19. bagaimana hubungan, latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian?? makasi

    BalasHapus
  20. sangat bermanfaat mas,, terimaksih... ^_^

    BalasHapus
  21. ka? Tau soal gizi pada makanan ga?
    saya punya rumusan masalah tapi sulit mencari bahan...!!
    Rumusan masalah:bisakah kita mengurangi pengeluaran gizi pada makanan saat di olah?

    tolong bantu bahannya ya kaks.!!!
    untuk buat makalah
    THX banyak

    BalasHapus
  22. makasih udah mau berbagi tentang rumusan masalah nya. artikel ini sangat membantu saya yang sedang melakukan penelitian.

    BalasHapus
  23. trimakasih infonya...krena udah berbagi dan ini sangat membantu saya mengerjakan skripsi

    BalasHapus

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *