04 September 2008

Kesalahan Umum Penulisan Skripsi, Proposal, Karya Ilmiah

ImagePenelitian, sering kali molor dalam penyelesaiannya, bahkan bisa terbengkalai oleh Pedoman Penulisan karya Ilmiah (PPKI). Meski semua institusi tempat bernaung peneliti mempunyai aturan PPKI yang berbeda-beda, tetapi bisa dikatakan kesemuanya memiliki beberapa kesamaan, tinggal aliran mana yang dipakai. Umumnya kiblat yang dipakai adalah berdasarkan dari kampus terkenal di Amerika.

Jadi Alangkah baiknya jika Anda mempelajari Teknis Penulisan tersebut sebelum konsultasi dengan pembimbing penelitian Anda. Sekali Anda mengetahui teknik penulisan karya ilmiah yang dipakai oleh institusi Anda, maka sekali itu juga Anda sudah mendapatkan ‘peta’ dalam perjalanan penulisan penelitian. Jadi biar tidak ‘buta’ dan ‘gampang disalahkan’.

Rata-rata kesalahan penulisan karya ilmiah yang menghambat penyelesaiannya adakan dikarenakan ‘tidak konsisten’ dalam penulisan. Bentuk ketidak konsisten itu menyangkut banyak hal, dapat berupa diksi, teknik mengutip, atau bahkan alur berpikir sendiri.

Secara ringkasnya berbagai kendala yang saya jumpai dalam proses penulisan penelitian ilmiah adalah sebagai berikut.

  • salah mengerti audience atau pembaca tulisannya,
  • salah dalam menyusun struktur pelaporan,
  • salah dalam cara mengutip pendapat orang lain sehingga berkesan menjiplak (plagiat),
  • salah dalam menuliskan bagian Kesimpulan,
  • penggunaan Bahasa Indonesia (akan dibahas secara khusus) yang belum baik dan benar,
  • tata cara penulisan “Daftar Pustaka” yang kurang tepat (tidak standar dan berkesan seenaknya sendiri),
  • tidak konsisten dalam format tampilan (font yang berubah-ubah, margin yang berubah-ubah).

Hal yang menarik dari pengamatan saya adalah mahasiswa sering kali tidak mau melaporkan kegagalan atau kesalahan yang telah dilakukannya. Padahal, kegagalan ini perlu dicatat agar hal itu tidak dilakukan oleh orang lain (yang akan meneruskan penelitian tersebut).

Kegagalan bukan sebuah aib! Seorang peneliti pasti mengalami kegagalan. Jadi laporkanlah kegagalan tersebut dan analisa atau dugaan anda mengapa hal tersebut bisa terjadi. Bayangkan thesis anda sebagai peta di hutan belantara. Anda memberi tanda bagian yang merupakan jalan buntu, jurang, atau sulit dilalui. “Penjelajah” berikutnya dapat lebih berhati-hati jika melalui jalan tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *