25 November 2014

TEKNIK IDENTIFIKASI MASALAH DALAM PENELITIAN

 Oleh : Romi Satria Wahono
Identifikasi masalah adalah salah satu proses penelitan yang boleh dikatakan paling penting diantara proses lain. Masalah penelitian akan menentukan kualitas dari penelitian, bahkan juga menentukan apakah sebuah kegiatan bisa disebut penelitian atau tidak. Masalah penelitian secara umum bisa kita temukan lewat studi literatur atau lewat pengamatan lapangan (observasi, survey, dsb). Skripsi untuk level S1 seharusnya didesain untuk memecahkan masalah yang lebih riil dan sifatnya applied. Mahasiswa cukup fokus ke masalah yang ada di sekitarnya. Kalau jurusan kita di computing, kita lakukan saja observasi di lingkungan kita. Misalnya universitas, dosen, dan mahasiswa itu punya masalah apa yang kira-kira bisa kita pecahkan dengan teknologi informasi dan aplikasinya. Intinya kita harus kejar terus masalah penelitian ini, dan jangan lupa bahwa masalah yang kita identifikasi tersebut benar-benar menjadi masalah yang harus dipecahkan, bukan masalah yang kita ada-adakan. Masih agak bingung? Ok saya coba jelaskan secara detail dan pelan-pelan bagaimana proses identifikasi masalah ini.

Masalah penelitian bisa didefinisikan sebagai pernyataan yang mempermasalahkan suatu variabel atau hubungan antara variabel pada suatu fenomena. Sedangkan variabel itu sendiri dapat didefinisikan sebagai pembeda antara sesuatu dengan yang lain. Ketika kita mengambil topik penelitian untuk membedakan raut muka mahasiswa yang lagi bokek dan mahasiswa yang lagi banyak uang, kita punya variabel "raut muka” dan variabel "keadaan keuangan”. Nah kita ingin tahu hubungan dua variabel ini, jadilah itu sebuah masalah penelitian ;)

Lha terus sumber masalahnya dari mana datangnya? Sumber masalah penelitian bisa muncul dari tiga hal (Ranjit Kumar, 1996):


  1. Masalah Yang Ada di Manusianya Sendiri (People and Problem)
    Kita harus hati-hati supaya tidak terjebak ke masalah di sekitar manusia yang bukan penelitian. Tapi juga jangan "saklek”, karena masalah manusia yang tadinya bukan masalah penelitian bisa kita "goyang sedikit" menjadi masalah penelitian. Contoh, mahasiswa punya masalah pokok yaitu "kekurangan uang". Ini bisa kita "konversi" menjadi masalah penelitian misalnya menjadi :
    • Mendeteksi raut muka mahasiswa bokek dengan face recognition system
    • Model bisnis di Internet dengan modal kecil untuk mahasiswa

  2. Masalah di Cara, Teknik dan Struktur Kerja (Program)
    Teknik dan struktur kerja yang bermasalah tentu juga bisa menjadi masalah penelitian. Contoh, dosen-dosen saking sibuknya ternyata kesulitan menemukan satu waktu yang pas untuk meeting bulanan di universitas. Nah ini jadi masalah penelitian, approachnya nanti kita bisa kembangkan satu aplikasi scheduling dengan sedikit sistem pakar didalamnya yang secara otomatis memberikan beberapa alternatif waktu meeting yang pas untuk semua. Masalah lain misalnya, sistem informasi manajemen di universitas kita ada masalah. Nggak bisa online bekerjanya dan nggak sesuai dengan business process sebenarnya yang dilakukan oleh para staff dalam mengelola administrasi sekolah. Nah software dan sistem ini kita perbaiki supaya sesuai dengan yang dibutuhkan. Sistem parkir di Mal yang tidak bisa mendeteksi mana area parkir yang kosong, bisa jadi masalah penelitian yang menarik juga.

  3. Fenomena yang Terjadi (Phenomenon)
    Fenomena yang ada di sekitar kita juga bisa menjadi masalah penelitian yang menarik. Contoh, fenomena bahwa situs portal yang dikembangkan di perusahaan-perusahaan ternyata sepi pengunjung. Nah ini adalah sebuah fenomena, untuk meningkatkan traffic, misalnya bisa dengan memainkan bebrapa teknik supaya search engine mau menengok situs kita, ini sering disebut dengan Search Engine Optimization. Nah dari sini kita sudah dapat judul: "Mengembangkan situs portal traffic tinggi dengan teknik Search Engine Optimization (SEO)”. Fenomena lain lagi, proses pendeteksian golongan darah untuk skala besar (massal) misalnya untuk seluruh mahasiswa universitas yang mencapai 5000 orang ternyata memakan waktu yang sangat lama. Ini sebuah fenomena, kita beri solusi dengan software sistem yang menggunakan beberapa teknik artificial intelligence yang memungkinkan pendeteksian golongan darah ini. Sehingga 5000 orang bisa kita proses dalam beberapa jam misalnya.
Supaya masalah penelitian yang kita pilih benar-benar tepat, biasanya masalah perlu dievaluasi. Evaluasi masalah penelitian biasanya berdasarkan beberapa parameter dibawah (Ronny Kountur, 2007) (Moh. Nazir, 2003):
  1. Menarik.
    Masalah yang menarik membuat kita termotivasi untuk melakukan penelitian dengan serius.

  2. Bermanfaat.
    Penelitian harus membawa manfaat baik untuk ilmu pengetahuan maupun peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan manusia. Penelitian juga diharapakan membawa manfaat bagi masyarakat dalam skala besar (secara nasional maupun internasional), maupun secara khusus di komunitas kita (kampus, sekolah, kelurahan, dsb). Hindari penelitian yang tidak membawa manfaat kepada masyarakat.

  3. Hal Yang Baru.
    Ini hal yang cukup penting dalam penelitian, bahwa penelitian yang kita lakukan adalah hal baru, solusi yang kita berikan adalah solusi baru yang apabila kita komparasi dengan solusi lain, bisa dikatakan lebih efektif, murah, cepat, dsb. Bisa juga kebaruan ini diwujudkan dengan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang sudah ada. Hindari redundant research, meneliti hal yang sama persis dengan yang dilakukan oleh orang lain. Ya ini namanya nyontek alias plagiasi skripsi.

  4. Dapat Diuji (Diukur).
    Ini biasanya hal yang terlupakan, supaya proses penelitian kita sempurna, masalah penelitian beserta variabel-variablenya harus merupakan sesuatu yang bisa diuji dan diukur secara empiris. Kalau kita melakukan penelitian korelasi, nah korelasi antara beberapa variabel yang kita teliti juga harus diuji secara ilmiah dengan beberapa parameter.

  5. Dapat Dilaksanakan.
    Nah ini juga faktor penting. Masalah yang bagus berkualitas, jadi lucu dan naif kalau akhirnya secara teknik penelitian tidak bisa dilakukan. Dapat dilakukan ini berkaitan erat dengan keahlian, ketersediaan data, kecukupan waktu dan dana. Hindari research impossible ;)

  6. Merupakan Masalah Yang Penting.
    Ini agak sulit mengukurnya, tapi paling tidak ada gambaran di kita bahwa jangan sampai melakukan penelitian terhadap suatu masalah yang tidak penting.

  7. Tidak Melanggar Etika.
    Yang terakhir adalah masalah etika. Penelitian harus dilakukan dengan kejujuran metodologi, prosedur harus dijelaskan kepada obyek penelitian, tidak melanggar privacy, publikasi harus dengan persetujuan obyek penelitian, tidak boleh melakukan penipuan dalam pengambilan data maupun pengolahan data.
Bagaimana, sudah ada bayangan kira-kira masalah apa yang akan diteliti? Kalau sudah ok dan mantab dengan masalah penelitian, kita lanjutkan ke seri artikel berikutnya. Intinya konsep seri tulisan tentang penelitian ini memberi opini bahwa penelitian dan tugas akhir itu hal yang mudah, tidak bikin takut, apalagi bikin stress, kita tinggal jalankan saja sesuai dengan tahapan penelitian. Nikmati permasalahan yang muncul, tekuni solusi dan eksperimen yang kita rencanakan, dan jreng jreng jreng …. Insya Allah tugas akhir kita akan selesai sesuai dengan waktu yang ditetapkan, tanpa nyontek, tanpa membeli dari penjual skripsi dan tanpa kutukan dosa dari yang Diatas (Sumber :http://www.ubb.ac.id)

31 Oktober 2014

Teknik Penyusunan Judul Skripsi Bahasa (1)

Membuat Judul skripsi tidak semudah yang kita duga, sehingga ada kecenderungan mahasiswa mengadopsi judul skripsi lain dengan topik yang berbeda atau menentukan sendiri dengan melihat fenomena empiris yang terjadi di lingkungan kita, baik pekerjaan, profesi, dan komunitas yang menyebabkan timbullnya permasalahan yang relevansi dengan konsentrasi akademik kita. Bahasa copy-paste sering menjadi pilihan utama mahasiswa karena tidak paham dalam menentukan judul skripsinya.

Sistematika dalam penyusunan judul bahasa secara bertahap antara lain:

a.  Tentukan Topik/Tema Penelitian
Mengambil judul bukan dari judul skripsi orang lain, tapi harus anda ambil dari topik yang secara empiris berdekatan dengan perkuliahan, pekerjaan, komunitas teman anda, dan lingkungan.

Topik untuk penyusunan judul skripsi bahasa berpedoman pada topik antara lain : 
Bahasa Inggeris
Bahasa Jepang
1). Speaking
1). Kaiwa
2). Reading
2). Dokkai
3). Writing
3). Sakubun
4). Listening.
4). Chokai

Dari topik ini bisa dispesfikasikan secara logis kedalam sub-topik yang lebih kecil lagi sehingga bisa mudah dipahami oleh siapapun, karena topik tidak terlalu umum dan memperluas bahasan anda.
Anda susun sub-topik dari topik diatas untuk mengspesifikasikan bahasan topik anda antara lain :
KAIWA
DOKKAI
SAKUBUN
CHOKAI
BUDAYA
Kaiwa 1
Kyujuuhai
Sakubun happyu
Chokai 1
Nihonjiju
Jitsuyu
Kanji
 I nichi honyaku
Chokai 2
Nihonshi
Kaiwa happyu
Dokkai bunpo
tsyuyaku
Chokai 3
Nihon bungaku
Bijinesu kaiwa
Dokkai hapyu
nohonggaku
Chokai 4
Nihon tsuushin
Kaiwa happyu 2
honyakuron
Jitsuyu honyaku
Chokai 5
Nihon kenkyuu zemi

b.Tentukan Masalah Dan Rumuskan Masalah.
Setelah topik dipetakan kedalam sub-topik, kemudian pahami topik itu sesuai dengan jurusan kuliah anda. Biasanya masalah diungkapkan dalam kalimat pernyataan. Misalnya :
1)     Topik  : Speaking
2)     Sub-topik : percakapan (conversation)
3)     Masalah : ”Kesulitan dalam pengucapan kata bahasa inggeris”
4)     Permusan : ”Kenapa pengucapan kata bahasa inggeris itu sulit?

c. Berikan Jawaban Empiris dan Teoritis terhadap Perumusan Masalah.

Dari perumusan ini bisa menguraikan jawaban empiris dan teoritis yang menyangkut adanya asumsi dasar yang bisa menjawab masalah yang dirumuskan oleh peneliti.kenapa pengucapan bahasa inggeris itu sulit? Banyak jawaban secara empiris : kurang menguasai vocabulary, sulitnya menghilangnya logat daerah, kurang latihan dan pembiasaan diri, tidak memiliki partner berbicara, mentalitas, dll.

d. Tentukan Variabel Penelitian
Variabel bisa diartikan sebagai bagian dari judul yang bisa diinterpretasikan kedalam sebuah teori. Variabel juga bisa diambil dari asumsi-asumsi dari perumusan masalah atau dari masalah itu sendiri.
Dalam hal ini yang menjadi variabelnya adalah...
  • Variabel Y   = perbaikan pengucapan kata bahasa inggeris.
  • Variabel X1= vocabulary
  • Variabel X2= dialek

e.Tentukan Paradigma Penelitian.
Dari variabel yang sudah ditentukan sehingga dapat dilihat hubungan konstelasi antar variabel :

                                            X1
                                                                                  Y
                                           X2

f. Tentukan Jenis Penelitian 
Setelah paradigma anda buat, langkah berikutnya tentukan jenis penelitian, pastinya kalau variabel lebih dari satu, maka jenis penelitiannya kuantitatif dengan analisis statistika.

g.Tentukan Teks Judul.
Tahap terakhir menentukan teks judul : anda tentukan jenis teks judulnya : korelatif, deskriptif, komparatif,dll. Maka teksnya sebagai berikut :”hubungan korelatif antara vocabulary dan dialek daerah terhadap perbaikan pengucapan bahasa inggeris siswa SMAN 1 Bekasi tahun 2014”

30 September 2014

PROSEDUR RISET


PROSEDUR sebagai langkah-langkah yang harus dilakukan oleh seorang peneliti dengan mempertimbagkan biaya, waktu, tenaga dan kemampuan sehingga tercapai tujuan penelitian secara efektif dan efisien.

1.     Mengatur perencanaan penelitian.
Prosedur lain dalam menata penelitian adalah membuat perencanaan yang matang agar dapat menghasilkan penelitian yang memiliki tingkat capabilitas yang tinggi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
  1. Pra persiapan penelitian
  2. Persiapan penelitian
  3. Pelaksanaan penelitian
  4. Pengolahan data
  5. Penyusunan laporan 

2.    Mengatur Personalia Penelitian.
Penelitian harus dilakukan secara terencana, bertujuan dan sistematis sehingga beberapa hal yang menjadi tanggungjawab ilmiah peneliti secara mandiri :
  • Menyusun proposal
  • Memilih subjek dan instrument penelitian
  • Menganalisis data
  • Menarik kesimpulan dan membuat pembahasan serta saran-saran
3.    Kegiatan  Dalam Merencanakan Penelitian
  • Menyusun proposal penelitian,
  • Menyusun instrument pengumpulan data,
  • Mencari data awal atau mengadakan survey pendahuluan,
  • Menentukan subject penelitian
  • Mengurus perijinan,
  • Mengumpulkan data penelitian,
  • Menganalisa data,
  • Membahas hasil analisis, mengambil kesimpulan, merumuskan saran-saran dan menyususn diskusi,
  • Menyusun laporan dan
  • Memproduksi laporan”.
4.     Mengkaji Proposal Penelitian
1.    Jenis kegiatan yang dilakukan didalam mengkaji proposal penelitian adalah :
  • Memahami bersama apa yang menjadi permasalahan penelitian
  • Memahami ada berapa dan apa saja yang menjadi variabel penelitian
  • Memahami metode dan rincian isi instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data.
  • Mengenal subjek penelitian, populasi dan sampel serta cara menentukan sampel penelitian.
  • Mengetahui jenis teknik analisa data.
2.     Jenis Kajian :

  •   Seminar proposal dan instrumen pengumpulan data : peneliti mengadakan identifikasi pakar-pakar yang diperkirakan dapat memberikan masukan, membuat undangan dan memperbanyak proposal penelitian, mengedarkan undangan, menyiapkan persidangan seminar, melaksnakan seminar yang merupakan puncak dari seminar dan tindak lanjut berupa diskusi kecil antar peneliti.
  •    Seminar  laporan penelitian.
5.  Menyusun jadwal pelaksanaan penelitian :

  • Mengurus perijinan dan konfirmasi tempat penelitian,
  • Menyusun instrumen pengumpulan data,
  • Mencobakan atau melakukan uji coba instrumen : validitas dan reliabliltas instrumen.
  • Menganalisis data uji coba dan merevisi instrumen : validitas tes, reliablitas tes, tarap kesukaran, daya pembeda dan pola jawaban
  • Mengumpulkan data
  • Mengadakan pengecekan instrumen yang sudah terisi,
  • Mentabulasi data, menganalisis data, menyusun pembahasan,
  • Menarik kesimpulan, membuat saran dan diskusi.

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *