Oleh : Romi Satria Wahono |
Hakekat penelitian bagaimanapun juga adalah untuk "memecahkan masalah yang dihadapi". Penelitian adalah terjemahan dari bahasa Inggris "research" yang secara bahasa mengandung makna: re (kembali) dan to search (mencari). T. Hillway merangkumkan definisi penelitian adalah "studi yang dilakukan seseorang melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah, sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut". Sebelum melangkah lebih jauh, kita diskusi dulu tentang jenis penelitian. Intinya jenis penelitian bisa dilihat dari beberapa sudut pandang.
Untuk jurusan computing (teknik informatika, sistem informasi, ilmu komputer) biasanya berupa penelitian terapan (bukan penelitian dasar) yang sifat pengolahan datanya kuantitatif. Penelitian lebih banyak ke arah konfirmatori (bukan eksploratori) yaitu dengan melakukan pengujian terhadap hipotesis atau kerangka konsep yang sudah ditentukan. Dan tujuan penelitian biasanya untuk melihat korelasi antar variabel yang diteliti atau melakukan suatu eksperimen. Tahapan penelitian sebenarnya hanya ada empat: 1. Identifikasi (Penemuan) Masalah 2. Perumusan Hipotesis 3. Pengujian Hipotesis dan Analisis 4. Kesimpulan Kalau kita konversikan ke dalam struktur susunan tugas akhir mungkin tahapan penelitian itu akan terbagi seperti tabel di bawah: Perlu diingat, tugas akhir di beberapa bidang ilmu bisa tidak berbentuk penelitian, tapi hanya berupa desain produk. Contoh desain produk misalnya:
Nah contoh pengembangan situs portal yang termasuk penelitian misalnya dibawah:
Sumber : http://www.ubb.ac.id |
Blog yang berisikan Resume dan Dokumentasi : Teori, Metodologi, Teknik Penulisan, jenis proposal, Statistik Penelitian, Panduan Skripsi, Resensi Buku, Referensi, Tugas Mahasiswa, Karya Penelitian dan Motivasi penelitian.
12 April 2011
Penelitian Tugas Akhir Itu Mudah
Kategori Artikel:
Motivasi penelitian
Seorang pendidik sejak tahun 1995, selain pemerhati blog dan saat ini menjadi dosen tetap STBA JIA Bekasi, khususnya Mata kuliah Umum, Statistika terapan, Metodologi riset sejak dan secara struktural sebagai ketua LPPM-STBA JIA Bekasi.
08 Februari 2011
Modul 1 ; # Ilmu, Metode Ilmiah dan Penelitian Ilmiah
Salah satu sifat manusia yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa adalah sifat ingin tahu. Sejak kecil, dengan dilengkapi kepandaian menggunakan tangan dan kakinya, ia berusaha ingin tahu segala sesuatu yang ada di sekitar dan lingkungan tempat tinggalnya. Semakin tumbuh dewasa dan berkembang kepandaiannya melalui pendidikan orang tuanya, semakin besar keingintahuannya. Dan segala sesuatu yang ingin diketahuinya adalah yang lebih rumit dan tentu saja memerlukan penguasaan berpikir dan berbahasa yang semakin rumit pula.
Hakikat Ilmu dan penelitian ilmiah
Seringkali keingintahuannya tersebut dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Dan setiap pertanyaan atau permasalahan itu ia mengharapkan jawaban atau pemecahan. Maka sifat manusia lainnya yang dianugerahkan adalah usaha untuk mengetahui jawaban atau memperoleh pemecahan masalah. Dan tentunya, jawaban atau pemecahan yang diperoleh tersebut adalah suatu kenyataan yang benar mengenai masalah tersebut.
Penelitian atau research berasal dari kata re dan to search yang berarti mencari kembali yang menunjukkan adanya proses berbentuk siklus bersusun yang selalu berkesinambungan.. Penelitian dimulai dari hasrat keingintahuan dan permasalahan, dilanjutkan dengan pengkajian landasan teoritis yang terdapat dalam kepustakaan untuk mendapatkan jawaban sementara atau hipotesis. Selanjutnya direncanakan dan dilakukan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang akan diperoleh kesimpulan dan jawaban permasalahan. Dalam proses pemecahan masalah dan dari jawaban permasalahan tersebut akan timbul permasalahan baru, sehingga akan terjadi siklus secara berkesinambungan.
Apabila seorang mahasiswa menghadapi dosen pembimbingnya dan telah mendapat tanda oke mengenai proposal skripsinya hatinya lega dan lepas stress-nya. Masalahnya kalau sang mahasiswa yang bersangkutan lekas puas dan menyusun proposal segala-galanya maka setelah proposal disetujui lalu menjadi kendor semangatnya.
Memang bagi sebagian mahasiswa persetujuan proposal sangat menggembirakan. Mereka menyadari bahwasanya baru sebagian kecil saja yang selesai. didepannya masih terbentang "hutan lebat dan pekat" yang harus dijelajahi, sehingga banyak mahasiswa yang bingung.
Borg dan Gall (1979:47) penelitian sebagai hutan yang openuh dengan lembah. barangkali saja jenis dan banyaknya pohon dan telah dikenali dengan baik namun siapa tahu diantara pohon-pohon tersebut terdapat jurang dn lembah yang tertutup reruntuhan daun dan ranting. Apa yang harus dinasehatkan padanya.
Penelitian pendidikan merupakan suatu kegiatan yang diarahkan kepada pengembangan pengetahuai ilmiah tentang kejadian-kejadian yang menarik perhatian pendidikan (Travers, 1969:5) yang tujuannya adalah menemukan prinsip-prinsip umum atau penafsiran tingkah laku yang dapat dipakai untuk menerangkan, meramalkan dan mengendalikan kejadian-kejadian dalam lingkungan pendidikan.
Hakikat metode penelitian
Metode penelitian sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Ada kata kunci yang perlu dipahami yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penlaran manusia (rasional), kemudian cara-cara yang dilakukan itu dapat idamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (empiris), dan bisa dikatakan ilmiah kalau proses yang digunkan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis (sistematis)
Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris yang yang mempunyai kriteria yaitu memiliki validitas (derajat ketepatan antara data yang sesunguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti) selain data juga harus reliable dan objektif. Reliabel berkenaan dengan dengan derajat keajegan data dalam interval waktu tertentu sedangkan objektifitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan antar banyak orang)
Penelitian juga harus memiliki arah yang jelas dan secara umum tujuan penelitian terdiri dari :
Referensi :
Manajemen penelitian : suatu pengantar, Prof.Dr. Suharsimi Arikunto, 2005:1)
Metode penalitian Administrasi, prof.Dr.Sugiono, alfabeta, 2006)
Hakikat Ilmu dan penelitian ilmiah
Seringkali keingintahuannya tersebut dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Dan setiap pertanyaan atau permasalahan itu ia mengharapkan jawaban atau pemecahan. Maka sifat manusia lainnya yang dianugerahkan adalah usaha untuk mengetahui jawaban atau memperoleh pemecahan masalah. Dan tentunya, jawaban atau pemecahan yang diperoleh tersebut adalah suatu kenyataan yang benar mengenai masalah tersebut.
Pada hakikatnya penelitian diawali dari hasrat keingintahuan peneliti yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Setiap pertanyaan atau permasalahan tersebut perlu jawaban atau pemecahan. Dari jawaban dan pemecahan tersebut peneliti memperoleh pengetahuan yang benar mengenai suatu masalah. Pengetahuan yang benar adalah yang dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Untuk memperolehnya harus mengikuti kaidah-kaidah dan menurut cara-cara bekerjanya akal yang disebut logika, dan dalam pelaksanaannya diwujudkan melalui penalaran.. Pengetahuan yang benar tersebut disebut juga pengetahuan ilmiah atau ilmu.
Dengan demikian penelitian ilmiah adalah suatu metode ilmiah untuk memperoleh pengetahuan menggunakan penalaran. Penalaran tersebut dilaksanakan melalui prosedur logika deduksi dan induksi. Dengan pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi, perencanaan pembangunan dan untuk pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan manusia.
Penelitian atau research berasal dari kata re dan to search yang berarti mencari kembali yang menunjukkan adanya proses berbentuk siklus bersusun yang selalu berkesinambungan.. Penelitian dimulai dari hasrat keingintahuan dan permasalahan, dilanjutkan dengan pengkajian landasan teoritis yang terdapat dalam kepustakaan untuk mendapatkan jawaban sementara atau hipotesis. Selanjutnya direncanakan dan dilakukan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang akan diperoleh kesimpulan dan jawaban permasalahan. Dalam proses pemecahan masalah dan dari jawaban permasalahan tersebut akan timbul permasalahan baru, sehingga akan terjadi siklus secara berkesinambungan.
Apabila seorang mahasiswa menghadapi dosen pembimbingnya dan telah mendapat tanda oke mengenai proposal skripsinya hatinya lega dan lepas stress-nya. Masalahnya kalau sang mahasiswa yang bersangkutan lekas puas dan menyusun proposal segala-galanya maka setelah proposal disetujui lalu menjadi kendor semangatnya.
Memang bagi sebagian mahasiswa persetujuan proposal sangat menggembirakan. Mereka menyadari bahwasanya baru sebagian kecil saja yang selesai. didepannya masih terbentang "hutan lebat dan pekat" yang harus dijelajahi, sehingga banyak mahasiswa yang bingung.
Borg dan Gall (1979:47) penelitian sebagai hutan yang openuh dengan lembah. barangkali saja jenis dan banyaknya pohon dan telah dikenali dengan baik namun siapa tahu diantara pohon-pohon tersebut terdapat jurang dn lembah yang tertutup reruntuhan daun dan ranting. Apa yang harus dinasehatkan padanya.
Batasan-batasan penelitian:
Penelitian adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan (Yoseph dan Yoseph, 1979) Penelitian disebut juga cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan, baik itu discovery (hasil temuan yang memang sudah ada) maupun invention (penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta/kloning)
Penelitian adalah merupakan proses ilmiah yang mencakup sifat formal (karena terikat dengan aturan, urutan maupun cara penyajian agar memperoleh hasil yang diakui dan bermanfaat bagi kehidupan manusia) dan intensif (menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat dipertanggungjawabkan, memecahkan problem melalui hubungan sebab-akibat, dapat diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama
Penelitian (menurut Kerlinger, 1986) ialah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol, empiris, dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara.
Penelitian adalah penerapan pendekatan ilmiah pada pengkajian suatu masalah yang mempunyai tujuan untuk menemukan jawaban terhadap persoalan yang signifikan, melalui penerapan prosedur-prosedur ilmiah
Penelitian pendidikan adalah cara yang digunakan orang untuk mendapatkan informasi yang bergunak dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai proses pendidikan.
Hakikat metode penelitian
Metode penelitian sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Ada kata kunci yang perlu dipahami yaitu cara ilmiah, data, tujuan dan kegunaan.
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal sehingga terjangkau oleh penlaran manusia (rasional), kemudian cara-cara yang dilakukan itu dapat idamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan (empiris), dan bisa dikatakan ilmiah kalau proses yang digunkan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis (sistematis)
Data yang diperoleh melalui penelitian adalah data empiris yang yang mempunyai kriteria yaitu memiliki validitas (derajat ketepatan antara data yang sesunguhnya terjadi pada objek dengan data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti) selain data juga harus reliable dan objektif. Reliabel berkenaan dengan dengan derajat keajegan data dalam interval waktu tertentu sedangkan objektifitas berkenaan dengan interpersonal agreement (kesepakatan antar banyak orang)
Penelitian juga harus memiliki arah yang jelas dan secara umum tujuan penelitian terdiri dari :
- Penemuan, data yang diperoleh dari penelitian itu adalah data yang betul-betul baru yang sebelumnya belum pernah diketahui.
- Pembuktian, data yang diperoleh itu digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi.
- Pengembangan, untuk memperdalam dan memperluas pengetahuan yang telah ada.
Referensi :
Manajemen penelitian : suatu pengantar, Prof.Dr. Suharsimi Arikunto, 2005:1)
Metode penalitian Administrasi, prof.Dr.Sugiono, alfabeta, 2006)
Seorang pendidik sejak tahun 1995, selain pemerhati blog dan saat ini menjadi dosen tetap STBA JIA Bekasi, khususnya Mata kuliah Umum, Statistika terapan, Metodologi riset sejak dan secara struktural sebagai ketua LPPM-STBA JIA Bekasi.
18 Januari 2011
STATISTIK INFERENSI
Apa saja yang dilakukan pada statitistik inferensi?
Pada dasarnya statistik inferensi mempelajari pengambilan kepusan tentang parameter populasi (rata-rata, proporsi) dari sampel yang ada. Ada dua hal :
Pada dasarnya statistik inferensi mempelajari pengambilan kepusan tentang parameter populasi (rata-rata, proporsi) dari sampel yang ada. Ada dua hal :
- Estimasi (memperkirakan) harga suatu parameter populasi. seperti jika diketahui rata-rata usia 100 orang penduduk jakarta (sebagai smapel0 adalah 23 tahun, maka bisa diperkirakan rentang rata-rata usia penduduk seluruh jakarta (populasi)
- Uji hipotesis statistik. Tujuannya untuk menguji apakah data dari sampel yang ada sudah cukup kuat untuk menggambarkan populasinya. atau apakah bisa dilakukan generalisasi tentang populasi berdasar hasil sampel. sebgai contoh, jika rata-rata tinggi badan 50 lelaki remaja di surabaya (sebagai smapel) adalah 169 cm, pakah rata-rata tinggi badan seluruh lelakai rmejaa di surabaya (populasi) juga 169 cm?
Kategori Artikel:
Statistik penelitian
Seorang pendidik sejak tahun 1995, selain pemerhati blog dan saat ini menjadi dosen tetap STBA JIA Bekasi, khususnya Mata kuliah Umum, Statistika terapan, Metodologi riset sejak dan secara struktural sebagai ketua LPPM-STBA JIA Bekasi.
03 Januari 2011
SPSS, Sang Pahlawan Statistik
Oleh : Yessy Kurniati *)
Bergembiralah dengan kemudahan yang kita dapatkan. Dengan sebuah program yang luar biasa anda dapat membuat perhitungan statistik dari penelitian anda sebanyak apapun itu. Hanya dengan beberapa langkah mudah dan cepat. Sambutlah pahlawan dalam bidang statistik ini yang terkenal dengan nama program SPSS.
SPSS itu sendiri merupakan program statistik yang paling popular di dunia. Selain digunakan lebih dari 250.000 perusahaan di Amerika dan jutaan di seluruh dunia, program ini juga bisa diterapkan pada berbagai bidang, seperti farmasi, kedokteran, bisnis dan sebagainya. Hebat khan?
Ok, mari sedikit kita berkenalan dengan pahlawan kita ini. Ketika anda membuka SPSS maka anda akan melihat dua lembaran kerja di sana yaitu data view dan variabel view. Data view adalah lembaran yang menampilkan data-data sekaligus tempat kita mengimput. Sedangkan variabel view adalah tempat menginput dan mengedit variabel yang kita inginkan,
Secara umum, tampilan menu yang terdapat pada data view sama dengan aplikasi under windows lainnya. Menu-menu yang khas di SPSS adalah sebagai berikut:
Demikianlah sekelumit tentang SPSS, pokoknya nggak rugi banget deh kalau kita memutuskan untuk belajar dan menginstall program ini.
*) http://kulinet.com/baca/spss-sang-pahlawan-statistik/190/
Pernah belajar statistik? Rasanya cukup menyenangkan sih, tetapi membayangkan begitu banyak rumus dan perhitungan membuat kepala jadi sakit rasanya. Apalagi jika statistik itu diaplikasikan dalam penelitian. Hah... banyak nian data yang harus dikerjakan.
Bergembiralah dengan kemudahan yang kita dapatkan. Dengan sebuah program yang luar biasa anda dapat membuat perhitungan statistik dari penelitian anda sebanyak apapun itu. Hanya dengan beberapa langkah mudah dan cepat. Sambutlah pahlawan dalam bidang statistik ini yang terkenal dengan nama program SPSS.
SPSS itu sendiri merupakan program statistik yang paling popular di dunia. Selain digunakan lebih dari 250.000 perusahaan di Amerika dan jutaan di seluruh dunia, program ini juga bisa diterapkan pada berbagai bidang, seperti farmasi, kedokteran, bisnis dan sebagainya. Hebat khan?
Ok, mari sedikit kita berkenalan dengan pahlawan kita ini. Ketika anda membuka SPSS maka anda akan melihat dua lembaran kerja di sana yaitu data view dan variabel view. Data view adalah lembaran yang menampilkan data-data sekaligus tempat kita mengimput. Sedangkan variabel view adalah tempat menginput dan mengedit variabel yang kita inginkan,
Secara umum, tampilan menu yang terdapat pada data view sama dengan aplikasi under windows lainnya. Menu-menu yang khas di SPSS adalah sebagai berikut:
- Data, merupakan menu untuk memodifikasi data secara keseluruhan seperti mengurutkan data, menggabungkan data dll.
- Transform, yaitu menu untuk mentranformasikan data berdasar kriteria tertentu seperti penjumlahan antar variabel, recoding, dll.
- Analize, menu untuk mengolah data seperti korelasi, regresi, uji-t, dll.
- Graph, menu untuk memvisualisasikan data seperti histogram, scatter-plot, boxplot dll.
- Utillities, menu pendukung yang berisi: informasi variabel, informasi file, menu editor dll.
- Sedangkan pada variabel view terdapat menu-menu sebagai berikut
- Name. kolom ini untuk memberi nama variabel. Nama variabel yang kita tuliskan disini akan muncul pada data editor. Pemberian nama harus diawali dengan huruf, tidak bisa dimulai dengan angka. Maksimal hanya bisa berisi 8 karakter.
- Type. untuk menyesuaikan jenis data yang anda masukkan, apakah numeric,string (data nominal yang berupa huruf ex: nama) atau yang lainnya. Klik ikon dalam kolom type maka akan muncul kotak dialog variabel type untuk melakukan perubahan tertentu. Pada kotak dialog ini anda bisa juga mengubah lebar kolom (Width) dan karakter desimal (Decimal Places).
- Label. Kolom ini berfungsi untuk memberi label pada variabel yang kitainginkan. Misalnya kita mempunyai variabel “nama” pada kolom pertama, variabel tersebut bisa kita beri label "nama responden". Contoh lainnya bila kita mempunyai variabel dengan nama "skala1", kita bisa mendefinisikan lebih jelas dengan memberi label sesuai dengan nama skala kita sebenarnya, misalnya "skala kecemasan" dll. Pemberian label ini sangat penting karena pada hasil analisis (output) akan tercetak label yang telah kita definisikan ini. Tercetaknya label pada output akan sangat membantu dalam interpetasi output tersebut.
- Value. Kolom ini berfungsi untuk medefinisikan value data dari variabel yang dimaksud. Pemberian value ini biasanya untuk data yang bersifat ordinal dan interval. Klik ikon pada kolom value maka akan muncul kotak dialog value labels. Misalnya pada variabel gender kita akan mendefinisikan jenis kelamin dengan melakukan pemberian label. Yang perlu kita lakukan adalah mengisi [Value] dan [Value label] lalu klik [Add]. Lakukan ini untuk semua value kemudian klik [OK]. Setelah pemberian value ini maka pada variabel gender kita tidak perlu menuliskan laki-laki dan perempuan melainkan cukup mengisi 1 untuk laki-laki dan 2 untuk jenis kelamin perempuan.
- Missing. Kolom ini berfungsi untuk mendefinisikan missing value yang ada dalam data kita. Yang dimaksud missing value disini adalah jika ada data kosong dalam data kita. Data kosong bisa disebabkan karena tidak tersedianya data atau sebab lain misanya pada pengisian skala ada item-item yang terlewat oleh responden. Untuk mengaktifkan kotak dialog missing value, klik ikon pada kolom missing. Pada form Discrete missing value isikan angka yang akan dijadikan pengganti missing value, misalnya 9, 99, 999 dsb. Misalnya jika kita memilih angka 9 maka setiap ada data yang tidak diisi (missing value) angka 9 yang harus diisikan, jangan dibiarkan kosong!
- Coloumn. Fungsi menu ini adalah untuk mengubah jumlah karakter yang dapat dimasukkan pada suatu variabel tertentu. Bila kita mengisi coloumn dengan angka 2 maka hanya dua digit data saja yang dapat dimasukkan pada variabel tersebut.
- Align. Menu ini mengatur posisi data pada tiap cell. Pilihan posisinya ada tiga yaitu left, right dan center.
- Measurement. Menu ini mendefinisikan jenis data apa yang kita punyai. Pilihan yang ada adalah scale, nominal dan ordinal.
Demikianlah sekelumit tentang SPSS, pokoknya nggak rugi banget deh kalau kita memutuskan untuk belajar dan menginstall program ini.
Kategori Artikel:
Analisis data
Seorang pendidik sejak tahun 1995, selain pemerhati blog dan saat ini menjadi dosen tetap STBA JIA Bekasi, khususnya Mata kuliah Umum, Statistika terapan, Metodologi riset sejak dan secara struktural sebagai ketua LPPM-STBA JIA Bekasi.
Ujian Sidang
Ujian sidang, salah satu tahap akhir yang harus dilalui buat siapa saja yang sedang menempuh studi termasuk saya .. . Walaupun bukan untuk pertama kalinya melakukan ujian sidang, perasaan deg-degan pasti saja selalu menghapiri…hehe.. wajar siy saya pikir. Namun itu semua harus bisa diatasi sebaik mungkin.
Jangan sampai perasaan hati mengalahkan segala2nya termasuk semua yang sudah dipelajari. Gawat deh kalau semua yang sudah terekam di otak jadi menghilang ditelan bumi karena perasaan itu. Salah satu caranya yang paling mujarab menurut saya ketika mendekati saat-saat ujian sidang adalah tawakal dan berdoa kepada Allah swt., karena ikhtiar maksimal sudah dilakukan.. simple kan…
Mengenai ikhtiar, apa saja yang harus dilakukan..?? pertama, persiapkan semua bahan dan materi yang akan diujikan sebaik mungkin. Pahami dengan baik apa yang sudah dikerjakan. Selanjutnya berlatihlah untuk berbicara secara teratur, lugas dengan tempo yang tidak terlalu cepat. Supaya kepercayaan diri semakin bertambah, persiapkan materi presentasi sebaik mungkin.
Saat ujian sidang, biasanya waktu yang tersedia untuk presentasi hasil penelitian adalah 20-30 menit. Dalam waktu singkat tersebut, apa saja yang perlu disampaikan?. Ada tiga bagian utama dalam presentasi. Pertama, bagian pembukaan (opening), kedua, bagian tubuh (body) dan ketiga, bagian kesimpulan (conclusion).
Apa saja yang ada pada tiap bagian tersebut?
Bagian 1. Pembukaan (opening)
- Memperkenalkan diri Anda dan pembimbing Anda
- Menyampaikan apa yang akan dipresentasikan
- Menjelaskan permasalahan
- Menyampaikan outline (road map)
Sebelum masuk ke bagian tubuh presentasi, Berikan penjelasan lebih detail permasalahan yang ada, lalu sampaikan tujuan penelitian dan kontribusi yang diberikan terkait dengan permasalah tersebut. Berikan penjelasan penelitian terdahulu yang relevan dan terkait dengan permasalahan.
Bagian 2. Tubuh presentasi
- Menjelaskan apa (WHAT) yang dikerjakan dan bagaimana (HOW) penelitian dilakukan. Penjelasan tidak perlu terlalu rinci
- Menjelaskan bagian PALING PENTING dari penelitian.
Bagian 3. Kesimpulan
- Menjelaskan point utama penelitian
- Menjelaskan perspektif (open problems)
- Menutup presentasi
Menyaksikan presentasi sama halnya seperti menyaksikan televisi. Tayangan televisi yang menarik memiliki warna dan desain objek yang menarik, tidak banyak menggunakan teks, cara dan gaya presenter berbicara
yang menarik dan jelas. Demikian juga halnya dengan presentasi. Perhatikan contoh presentasi dibawah ini:
yang menarik dan jelas. Demikian juga halnya dengan presentasi. Perhatikan contoh presentasi dibawah ini:
Penulisan presentasi yang menarik bukan.???
Gaya bahasa memegang peranan dangat penting dalam presentasi. Sebagai contoh perhatikan penggunaan kata “kami” dalam kalimat “Penelitian ini kami lakukan….” dan “Penelitian ini saya lakukan…”. Kalimat pertama terdengar lebih baik daripada kalimat kedua, karena dalam kalimat pertama secara tidak langsung turut menyertakan peran serta orang lain khususnya pembimbing. Pernyataan kalimat seperti itu akan membuat presentasi menjadi lebih menarik dan mudah diterima oleh pendengar…:).
Semoga tulisan pelepas lelah ini bermanfaat untuk anda.. Selamat menempuh ujian sidang.. semoga berhasil.
Sumber : http://yeniherdiyeni.wordpress.com/
Kategori Artikel:
Ujian sidang
Seorang pendidik sejak tahun 1995, selain pemerhati blog dan saat ini menjadi dosen tetap STBA JIA Bekasi, khususnya Mata kuliah Umum, Statistika terapan, Metodologi riset sejak dan secara struktural sebagai ketua LPPM-STBA JIA Bekasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
