15 November 2009

Manajemen Penyimpanan Data Dalam Penulisan Skripsi


Salah satu masalah teknis yang sering muncul dalam penulisan skripsi adalah kesalahan dalam penyimpanan data. Misalnya, adanya data-data penting dan sangat dibutuhkan yang hilang. Sering kali kita kurang begitu hati-hati dalam menyimpan data-data yang akan, masih, dan sudak kita gunakan. Untuk menyiasati masalah ini, kita perlu membuat manajemen pengelolaan dan penyimpanan data yang baik dan dapat diandalkan.
Strategi pertama dalam manajemen penyimpanan data ialah menuliskan segala macam ide dan gagasan yang memiliki kaitan dengan tema, walau ide dan gagasan tersebut baru dalam tataran ‘terlintas di pikiran’. Seringkali hal ini dapat membantu kita dalam memperoleh kembali atau mengumpulkan kembali data yang hilang. Jadi, kebiasaan ini akan sangat berguna sekali.
Yang kedua ialah mengumpulkan segala macam bahan –baik yang berupa buku, jurnal, atau rujukan lain dalam satu tempat yang memudahkan kita untuk mencarinya bilamana kita memerlukannya. Mencari di satu tempattentu saja lebih mudah daripada mencari di banyak tempat. Karena itu, penyimpanan bahan menjadi sangat penting dalam manajemen penyimpanan data skripsi kita.
Strategi ketiga ialah memberi nama file-file dengan menyertakan keterangan tanggal-tanggal revisi. Ini dapat memudahkan proses pengembalian data jika ada file yang hilang.
Siasat keempat adalah dengan membuat back-up berbagai data dan file yang berkenaan dengan penyusunan skripsi anda. Ini perlu dilakukan demi menghindari adanya masalah dengan komputer anda yang bisa memicu hilangnya data. Bila perlu, simpanlah di lebih dari 2 macam perangkat penyimpanan yang khusus anda sediakan untuk itu –seperti Flash disk, external HD, atau bahkan dengan menyimpannya di beberapa komputer.
Yang terakhir, kesegaran ingatan anda merupakan faktor terpenting dalam manajemen penyimpanan data. Untuk itu, setiap kali anda menyimpan suatu data tertentu, ingatlah baik-baik di mana anda menyimpannya. Dengan begitu, anda tidak akan pernah lalai dalam menjaga data-data yang anda perlukan.

Menemukan Ide dan Menentukan Tema Kok Susah, Ya?

Masalah utama yang sering dihadapi dalam penyusunan skripsi adalah penentuan ide. Saya pernah menemukan orang yang otaknya mentok sama sekali tak bisa menghasilkan ide. Ada juga orang yang begitu mudah mengeluarkan banyak ide, sehingga bisa membantu teman-temannya dalam menentukan tema skripsi. Nah, bagaimana menyiasati masalah mentoknya ide dalam menentukan tema skripsi? Ayo kita kaji bersama dalam tulisan ini.
Ide untuk skripsi tidak mutlak harus merupakan gagasan yang benar-benar baru. Poin terpenting dalam penentuan ide dan tema adalah sifat ilmiah dalam tema yang anda tentukan. Selain itu, ide anda untuk tema yang anda tetapkan tidak menjiplak mentah-mentah ide yang telah dipakai orang lain. Di dunia ini, pada hakikatnya tidak ada ide yang orisinal. Karena semua ide memiliki trigger yang bersumber dari gagasan-gagasan orang lain. Misalnya, Thomas Edison bisa membuat bola lampu karena telah ada ilmu tentang listrik. Lihat? Sederhana bukan. Jadi anda sebenarnya bisa mengkaji dan menganalisa ide yang telah dipakai orang lain untuk menemukan ide yang baru untuk anda pakai.
Masalah lain yang berkenaan dengan penentuan tema ialah sulitnya penggarapan tema yang telah anda pilih. Seringkali mahasiswa penyusun skripsi mentok di tengah jalan dan terpaksa mengganti tema. Hal semacam ini tentu akan menghambat proses penyelesaian skripsi karena mengganti tema berarti mengulang dari awal apa yang telah anda kerjakan.
Strategi dalam menyiasati kemungkinan tersebut sebenarnya sederhana. Tentukan saja tema yang memang benar-benaranda kuasai. Contohnya begini: seorang mahasiswa bahasa Inggris memiliki pilihan untuk menulis skripsi dengan tema terjemahan atau analisa novel. Nah, dalam hal ini, sang mahasiswa harus mampu mnentukan apakah dirinya lebih menguasai analisa novel atau terjemahan. Bila ia kemudian memahami dirinya lebih menguasai bidang terjemahan daripada analisa novel, tentu saja akan baik baginya untuk memilih tema terjemahan –bukan sebaliknya.
Strategi lain yang bisa ditempuh adalah dengan menentukan tema yang juga disukai oleh dosen pembimbing. Faktor ini dapat memperlancar bimbingan yang anda jalani bersama sang dosen, sehingga pada akhirnya memperlancar proses penyusunan skripsi anda.

Faktor-Faktor Penyebab Lamanya Studi di Perguruan Tinggi

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan lamanya masa studi seseorang di perguruan tinggi. Kisaran faktor-faktor tersebut berada di antara wilayah internal dan eksteral dari diri mahasiswa yang bersangkutan. Akan tetapi, setelah melakukan serangkaian penelitian, saya akhirnya menemukan bahwa ada beberapa faktor umum yang menyebabkan lamanya masa studi di Perguruan Tinggi.
Beberapa faktor umum tersebut antara lain:
1. Adanya mata kuliah tertentu yang terus diulang-ulang
Ini merupakan sebuah faktor yang lazim dijumpai pada ‘para mahasiswa abadi’. Memang aneh, bukankah ‘Kerbau pun tak pernah terperosok dua kali ke lubang yang sama?’. Strategi menyiasati hal semacam ini sebenarnya mudah saja. Tekuni dan dalami saja matakuliah yang bermasalah tersebut. Selain itu, siasati juga faktor eksternal dilar itu, yakni dekatilah dosen mata kuliah yang bersangkutan. Kalau ada mata kuliah yang tidak lulus, jangan ragu untuk mendatangi sang dosen dan tanyakan apakah penyebab ketidaklulusan anda, ini bisa menjadi bahan evaluasi yang bagus agar anda tak menulangi kesalahan yang sama dalam mengikuti mata kuliah tersebut.
2. Terlalu aktif berorganisasi
Nah, ‘penyakit’ yang ini agak spesifik. Lazimnya ditemukan pada para aktivis kampus saja. Sebenarnya tidak ada masalah jika mereka yang berkutat dalam faktor ini menikmati perannya dan akhirnya bisa tetap lulus dengan baik. Namun perlu diingat oleh anda: ‘apa sebenarnya tujuan utama anda datang ke perguruan tinggi?’ tentu kuliah dan meraih gelar sarjana. Solusi dalam faktorini pun sebenarnya sangat simpel. Anda tinggal mengaturwaktu sebaik-baiknya dan jika ada konflik kepentingan di antara keduanya, dahulukanlah studi daripada organisasi karena dalam organisasi pasti ada banyak orang lain yang bisa melaksanakan tugas yang anda tinggalkan, sementara jika anda meninggalkan studi demi organisasi…tak ada yang akan bisa menggantikan anda. Benar bukan?
3. Penyelesaian tugas akhir yang bermasalah
Pada umumnya, mahasiswa bisa dengan cepat memenuhi beban sks mata kuliah. Namun problem terbesar justru muncul saat menggarap tugas akhir. Nah, masalah tugas akhir ini ternyata menjadi faktor yang cukup signifikan dalam menghambat kelulusan bagi beberapa mahasiswa tertentu. Siasati ini dengan kunci utama kesuksesan yangtelah kita pelajari dalam ‘Menulis Skripsi Itu Mudah’, yakni sugesti. Tanamkanlah sugesti yang baik demi menggarap tugas akhir dengan baik pula.
Itulah beberapa faktor umum yang menyebabkan lamanya masa studi di Perguruan Tinggi. Pada intinya, faktor pribadi adalah yang kunci sukses paling utama. Bangunlah pribadi anda agar mampu menjadi mahasiswa yang sukses dalam studi dengan berbagai cara dan jangan ragu untuk bertanya kepada orang yang anda anggap sebagai’role model’ yang baik. Setidaknya anda bisa mempelajari tips-tips mereka dalam meraih kesuksesan.

Menjaga Hubungan Dengan Dosen Pembimbing Skripsi


Dosen pembimbing skripsi merupakan salah satu elemen vital dalam penyusunan skripsi. Seringkali ada di antara kita yang menganggap dosen pembimbing sebagai penghambat yang hanya mencari-cari kesalahan kita. Ada pula mahasiswa yang takut menghadapi pembimbing skrisi karena takut –sebab sang dosen dikenal memiliki reputasi sebagai dosen ‘killer’. Pada kenyataannya, dosen pembimbing skripsi adalah orang yang wajib untuk kita hubungi dan sesungguhnya merupakan ‘tiket’ kita untuk melaju ke ujian sidang.
Manajemen hubungan dengan dosen pembimbing skripsi merupakan masalah biasa yang seharusnya tidak perlu dianggap pelik. Kepentingan anda, sebagai penyusun skripsi, dengan sang dosen merupakan faktor utama yang menuntut anda untuk bersikap baik dan hormat kepada sang dosen. Oleh sebab itu, mungkin anda perlu memperkuat jalinan komunikasi dan silaturahmi dengan sang dosen.
1. Jangan Pernah Merasa Benar Sendiri
Banyak di antara mahasiswa penyusun skripsi yang sering merasa benar sendiri, sehingga tidak bisa menerima koreksi yang diberikan sang dosen. Ini adalah kesalahan utama dalam manajemen hubungan dengan dosen pembimbing. Sebaiknya anda ingat bahwa sang dosen lebih berpengalaman dan memiliki banyak pengetahuan dibanding anda. Untuk itu, terimalah kritik-kritik dan koreksi yang diberikan dosen pembimbing skripsi dalam proses bimbingan penulisan. Pada faktanya, hampir 90 % koreksi yang diberikan dosen pembimbing skripsi biasanya mengandung kebenaran.
2. Jangan Malu Dan Ragu Untuk Bertanya
Seringkali ada mahasisw ayang tidak mengerti dengan apa yang harus dilakukannya ketika dosen pembimbing skripsi memintanya mengubah isi atau alur penulisan. Untuk itu, jangan pernah ragu untuk bertanya kepada sang dosen. Tidak perlu takut, karena membimbing anda adalah tugasnya sebagai dosen pembimbing skripsi. Dengan banyak bertanya kepadanya, sang dosen akan sangat merasa dihargai oleh anda dan kebalikannya –sang dosen pun akan memberikan perhatian dan penghargaan tersendiri kepada anda.
3. Dekati Sang Dosen Secara Pribadi
Sering berkjunjung ke rumah sang dosen mungkin merupakan salah satu langkah yang baik. Dengan begitu anda bisa memiliki hubungan personal yang baik dengan sang dosen. Bila perlu, anda jadwalkan untuk selalu bimbingan di rumahnya. Rumah adalah surga bagi seseorang, siapa tahu dengan memberikan bimbingan kepada anda di rumahnya, segala potensi sang dosen dalam memberikan bimbingan dapat tercurah dengan maksimal.
Sumber: http://bimbinganskripsi.co.cc

11 tip jitu untuk mengerjakan skripsi

Beberapa tips tersebut adalah:


1. Pilih topik anda lebih awal. Bila anda mengambil program sarjana 4 tahun maka idealnya ketika memasuki semester ke-7, anda sudah harus memulai memilah-milah topik skripsi apa yang akan anda kerjakan. Anda akan membutuhkan sekitar 4-6 bulan untuk membaca, me-research dan menulis skripsi anda.


2. Pilih topik yang tepat untuk anda. Ini berarti pilihlah topik yang menarik minat anda atau topik yang anda kuasai. Hal ini akan menjadi motivasi tersendiri dalam proses penyelesaian skripsi anda. Topik skripsi bisa anda dapatkan di internet. Salah satu websitenya adalah di blog ini.

3. Buatlah gambaran awal (outline) mengenai perangkat lunak yang akan anda buat. Spesifikasi program, kerumitan, fasilitas, manfaat dan tujuan dari perangkat lunak harus diperjelas. Gambaran awal dapat juga dilakukan dengan melakukan research (penelitian) terhadap topik anda. Hal ini perlu dilakukan supaya anda memiliki gambaran terhadap apa yang akan anda kerjakan. Research dapat dilakukan dengan mencari bahan-bahan di internet atau dengan membaca teori dan konsep dari buku2.

4. Konsultasikan dan ajukan proporsal skripsi anda kepada dosen / ketua jurusan. Buat proporsal skripsi anda dan konsultasikan ke dosen anda. Di sini, anda perlu menjelaskan apa yang akan anda buat di dalam skripsi anda. Bila proporsal anda diterima, maka ini merupakan langkah awal dalam mengerjakan skripsi anda. YES ... :)

5. Carilah dosen pembimbing atau teman-teman yang dapat membantu anda. Cari dosen pembimbing yang menguasai topik anda, dapat memberikan saran, membantu dan membimbing anda (Tapi saya akui realitanya sulit sekali :( karena rata-rata semua dosen hanya bisa mengkritik dan bukannya membimbing secara penuh). Alternatif lain adalah cari teman yang dapat membantu anda. Semakin cepat anda menemukannya akan semakin baik.

6. Kumpulkan semua referensi yang berhubungan dengan skripsi anda. Apakah itu teori ataupun program jadi yang akan membantu pengerjaan skripsi anda? Ini akan memudahkan anda dalam mengerjakan skripsi. Untuk ini, anda bisa cari di internet. Mana tau ada program jadi yang sudah pernah dibuat orang lain dan ditawarkan di internet? h3x :) Great ... great ... Referensi bisa juga berupa skripsi-skripsi senior anda yang membahas topik yang satu jalur dengan topik anda.

7. Mulailah mengerjakan bab1 dan bab2 dari skripsi anda. Biasanya di jurusan teknik informatika, bab1 dan bab2 adalah pendahuluan dan teori. Dari referensi yang telah terkumpul pada poin-6, anda setidaknya bisa terbantu dengan mengambil format skripsi atau teori-teori yang sudah ada. Copy & Paste arr .... h3x :) Bila anda punya referensi yang tepat, poin ini tidak akan memakan waktu yang lama. Paling lama 1minggu.

8. Kerjakan program / perangkat lunak. Ini adalah bagian yang paling sulit dan membutuhkan waktu yang paling lama, karena kenyataannya tidak semua mahasiswa teknik informatika menguasai programming secara utuh. Umumnya, mahasiswa hanya menguasai dasar-dasar programming (yang diberikan institusi pendidikan) dan tidak dikembangkan, sehingga programming skill mahasiswa dirasakan kurang untuk mengerjakan program skripsi. Untuk poin ini, jangan kuatir. Anda masih bisa mencari teman-teman / senior-senior anda untuk dimintai bantuannya. Bagi yang mempunyai skill programming yang cukup, buatlah prototype program dalam 1-2 hari dan coding atau kerjakan program anda dalam waktu maksimal 1 bulan. Setelah program selesai, ini artinya anda sudah 80% selesai ... Take a break, refreshing & relax for a moment :)

9. Mulai menyusun bab3, bab4 dan bab5. Setelah program selesai, poin ini akan relatif mudah, karena inti dari ketiga bab ini adalah apa yang ada di dalam program anda. Bab3 adalah prototype / rancangan (ambil form2 dari program). Bab4 adalah algoritma yang diambil dari program. Copy & paste source code dan diganti jadi bahasa indonesia. Misalnya IF diganti jadi JIKA, THEN diganti jadi KEMUDIAN and so on ... Bab5? Gampang, simpulkan apa yang anda buat dan tulis kelemahan atau saran perbaikan program yang tidak dapat anda kerjakan.

10. Konsultasikan bab per bab dengan dosen pembimbing. Ini adalah POIN YANG PENTING. Beberapa institusi tidak terlalu mempersulit pengerjaan skripsi, paling2x diganti dan dikasih saran perbaikan yang sesuai dan relatif tidak menyulitka. Tetapi ada beberapa institusi yang mempunyai dosen killer yang akan sangat mempersulit pengerjaan skripsi anda. Tidak peduli bagaimana bagusnya skripsi anda, tetap harus ada perbaikan / coret2an yang dibuatnya di paper anda. Oh god ... :( But it's alright, i have some great tips here. Untuk menghadapi dosen killer seperti ini, yang harus anda lakukan adalah JANGAN PERNAH MENENTANGNYA. Pelajari dengan baik skripsi anda, konsultasikan dengan penuh percaya diri dan jangan pernah terlihat anda lebih tahu dari dosen anda. Beberapa dosen killer tidak akan dengan segan-segan 'membunuh' mahasiswa yang tidak menguasai skripsinya (mungkin karena mereka ingin mencari perhatian). Beberapa di antaranya mempersulit mahasiswa yang bergaya sok tahu. So, saran saya: KUASAI SKRIPSI ANDA & KONSULTASIKAN SECARA DUA ARAH. Note: bila anda diminta untuk membuat sesuatu yang di luar kemampuan anda. Anda bisa mencoba membalikkan permintaan tersebut dengan menyerahkannya kembali ke dosen tersebut. Caranya: minta dengan baik2 & hormat supaya dosen tersebut membimbing anda dengan penuh untuk menyanggupi permintaan tersebut, karena request tersebut benar2 di luar kemampuan anda. Percayalah, bahwa tips ini akan membuat dosen anda sedikit berpikir ketika dia meminta anda untuk menambahkan sesuatu yang rumit. But hopefully, your tutor is kind ... :)

11. Seminar Hasil & Meja Hijau. Saran saya sangat singkat, KUASAI SKRIPSI ANDA bila anda tidak ingin menjadi 'sasaran tembak' dalam event tersebut. Pelajari minimal dalam 1 minggu dari teori sampai source code program. Bila saatnya tiba, anda harus tampil percaya diri sehingga dosen anda akan mendapatkan image bahwa anda memang bukan mahasiswa sembarangan :) Bila anda menguasai poin ini dengan baik, tidak mustahil anda akan mendapat nilai 'A' untuk skripsi anda. Congratulations, you've just got your title.

Semoga 11 tips ini akan bermanfaat untuk rekan2 semua.

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *