09 Oktober 2012

RANCANGAN PEMBUATAN TOPIK PENELITIAN

SANGAT menarik uraian pembuatan topik dalam penentuan judul sebuah penelitian. ada pertanyaan menarik,apakah judul dibuat dengan mengetahui maslah atau langsung topik?

ANALISIS TOPIK
Dipilih oleh peneliti sendiri termasuk minat penelitI, spesialisasi peneliti, termasuk kompetensi peneliti untuk menanganinya dan dalam kemampuan peneliti untuk membiayainya

Topik : kultur mutu kinerja dosen

1.Esensi Topik :
  • TQM
  • quality culture
  • performance appraisal
  • quality management in higer education
2.Kelayakan : 
  • luas
  •  layak
  • sempit
"Kultur Mutu Kinerja Dosen di Fakultas FKIP Jakarta "

3. Tujuan penelitian :
  • Konfirmasi teori, pengembangan konsep baru/teori.(jenis penelitian yang digunakan: penelitian asosiatif (SEM, korelasi, path analysis, model pengukuran); komparatif (eksperimen, expost facto)
  •  Memperoleh pemahaman lebih mendalam (jenis penelitian kualitatif : naratif, fenomenologi, ethnografi,studi kasus, grounde research dan content analysis)
  • evaluasi objek :
  1. evaluasi dari worth (nilai), ment (kualitas)
  2. memperbaiki kondisi/keadaan                          (1.2.3. penelitian gabungan)
  3. mengembangkan model
4. Dapat diteliti

5. Judul penelitian 
(dari hasil analisa didapatkan : Variabel X1= Sertifikasi Dosen, X2 = Motivasi Kerja dan Y= Mutu kinerja dosen.

6. Perumusan masalah :
  1. Apakah ada perbedaan mutu kinerja dosen yang sudah disertifikasi dengan yang belum?
  2. Apakah ada perbedaan mutu kinerja dosen memotivasi kerja tinggi dengan yang motivasi kerja rendah?
  3. Apakah ada pengaruh interaksi antara sertifikasi dengan motivasi kerja terhadap mutu kinerja dosen?
  4. Untuk dosen motivasi kerja tinggi, apakah mutu kinerja dosen yang sudahsertifikasi lebih tinggi daripada yang belum disertifikasi?
  5. Untuk dosen motivasi kerja rendah, apakahmutu kinerja dosen yang belum tersertifikasi lebih rendah daripada yang sudah tersertifikasi
  6. Untuk dosen yang sudah tersertifikasi, apakah mutu kinerja dosen yang motivasi kerja tinggi lebih tinggi daripada motivasi kerja rendah.
  7. Untuk dosen yang belum tersertifikasi, apakah mutu kinerja dosen yang motivasi kerja rendah lebih tinggi daripada motivasi kerja tinggi?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *