15 November 2009

Menjaga Hubungan Dengan Dosen Pembimbing Skripsi


Dosen pembimbing skripsi merupakan salah satu elemen vital dalam penyusunan skripsi. Seringkali ada di antara kita yang menganggap dosen pembimbing sebagai penghambat yang hanya mencari-cari kesalahan kita. Ada pula mahasiswa yang takut menghadapi pembimbing skrisi karena takut –sebab sang dosen dikenal memiliki reputasi sebagai dosen ‘killer’. Pada kenyataannya, dosen pembimbing skripsi adalah orang yang wajib untuk kita hubungi dan sesungguhnya merupakan ‘tiket’ kita untuk melaju ke ujian sidang.
Manajemen hubungan dengan dosen pembimbing skripsi merupakan masalah biasa yang seharusnya tidak perlu dianggap pelik. Kepentingan anda, sebagai penyusun skripsi, dengan sang dosen merupakan faktor utama yang menuntut anda untuk bersikap baik dan hormat kepada sang dosen. Oleh sebab itu, mungkin anda perlu memperkuat jalinan komunikasi dan silaturahmi dengan sang dosen.
1. Jangan Pernah Merasa Benar Sendiri
Banyak di antara mahasiswa penyusun skripsi yang sering merasa benar sendiri, sehingga tidak bisa menerima koreksi yang diberikan sang dosen. Ini adalah kesalahan utama dalam manajemen hubungan dengan dosen pembimbing. Sebaiknya anda ingat bahwa sang dosen lebih berpengalaman dan memiliki banyak pengetahuan dibanding anda. Untuk itu, terimalah kritik-kritik dan koreksi yang diberikan dosen pembimbing skripsi dalam proses bimbingan penulisan. Pada faktanya, hampir 90 % koreksi yang diberikan dosen pembimbing skripsi biasanya mengandung kebenaran.
2. Jangan Malu Dan Ragu Untuk Bertanya
Seringkali ada mahasisw ayang tidak mengerti dengan apa yang harus dilakukannya ketika dosen pembimbing skripsi memintanya mengubah isi atau alur penulisan. Untuk itu, jangan pernah ragu untuk bertanya kepada sang dosen. Tidak perlu takut, karena membimbing anda adalah tugasnya sebagai dosen pembimbing skripsi. Dengan banyak bertanya kepadanya, sang dosen akan sangat merasa dihargai oleh anda dan kebalikannya –sang dosen pun akan memberikan perhatian dan penghargaan tersendiri kepada anda.
3. Dekati Sang Dosen Secara Pribadi
Sering berkjunjung ke rumah sang dosen mungkin merupakan salah satu langkah yang baik. Dengan begitu anda bisa memiliki hubungan personal yang baik dengan sang dosen. Bila perlu, anda jadwalkan untuk selalu bimbingan di rumahnya. Rumah adalah surga bagi seseorang, siapa tahu dengan memberikan bimbingan kepada anda di rumahnya, segala potensi sang dosen dalam memberikan bimbingan dapat tercurah dengan maksimal.
Sumber: http://bimbinganskripsi.co.cc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *