04 September 2008

Sepenggal Nasihat buat yang Skripsi


Sudah bertahun-tahun saya berdampingan dengan teman-teman, adik-adik dan bapak-bapak, ibu-ibu juga kakak-kakak dalam mengerjakan skripsi, tesis maupun disertasi masing-masing. Sampai sekarang pun pun masih tetap seperti itu.

Banyak juara yang saya temui

Juga banyak pecundang saya dapati

Wujud juara yang saya maksudkan adalah mereka-mereka yang sukses menyelesaikan skripsi, tesis juga disertasi dengan tenggang waktu yang semestinya. Sedangkan pecundang adalah kebalikan dari juara, termasuk mereka yang menyelesaikan skripsi dengan predikat pertimbangan, ‘pertimbangan kasihan’, ‘pertimbangan faktor X’ dan pertimbangan lainnya (tentunya wujudnya adalah molor).

Mengapa saya sebut sebagai juara? Terus terang berdasarkan pengalaman yang saya jumpai, banyak terdapat kesuksesan lain yang siap menanti para peneliti yang mampu menyelesaikan penelitiannya dengan tepat waktu. Sebagai contoh, wisuda yang semakin cepat, mendapatkan ijazah juga semakin dekat. Sehingga banyak kenyataan mereka yang selesai skripsi dengan cepat, wisuda dan kemudian mendapat pekerjaan. Sementara teman-teman mereka yang molor skripsinya masih berkutat di kampus sambil melihat teman-temannya sudah sukses.

Kalau saya lanjutkan lagi, mereka yang mendapat pekerjaan kemudian menikah dan melanjutkan kehidupan berkeluarga dengan perhitungan waktu usia memadai. Sedangkan untuk yang molor di kampus akan lebih tertinggal.

Dengan kenyataan di atas, semoga rekan-rekan yang akan atau sedang menyusun skripsi, tesis maupun disertasi akan lebih semangat dalam berusaha menyelesaikan tugas penelitiannya. Karena dengan lebih giat berusaha, kemungkinan cepat terselesaikannya penyusunan skripsi akan lebih besar.

Terus terang saya prihatin dengan saudara-saudara yang terjebak dalam keadaan tersebut, yang akhirnya menghambat pekerjaan yang menanti di depan. Sekali lagi, waktu itu tidak bisa mundur, waktu hanya bisa melibas dan menggilas. Kalau ada pepatah:

Waktu ibarat pedang...

Jika kau tidak bisa memotongnya, niscaya engkau yang terpenggal..

Mungkin ada benarnya, tapi bagi saya waktu tidak bisa dipotong atau dihentikan, yang ada adalah waktu harus kita dahului. Ibarat pelari, kita harus selalu di depan, minimal selangkah di depan waktu dan menjadi pemenang.

Adapun langkah realistis yang paling tepat menurut saya adalah:

  1. Buat perencanaan, baik yang jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
  2. Waktu tidur dan aktivitas yang baik ditambah dengan sebuah rencana strategis sebelum tidur (tidur untuk besok malam adalah permulaan evaluasi pekerjaan yang sudah kita selesaikan di hari ini).
  3. Jangan lupa berdoa sesudah menyelesaikan draf rencana strategis dan evaluasi.

Semoga dengan sedikit tulisan ini bisa menjadi pengingat bagi kita semua, baik yang sedang mengerjakan skripsi, maupun tugas-tugas lainnya. Semoga kita semua termasuk pemenang dan terhindar dari golongan orang-orang yang merugi. Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *