13 November 2007

Skripsi adalah akumulasi nilai terakhir anda sebagai mahasiswa.


Keluhan klasik hampir semua mahasiswa dan sangat normal sekali karena skripsi diibaratkan tugas terberat bagi mahasiswa yang sebenarnya tidak seseram itu, seandainya kita memahami kalau semuanya adalah sebuah paket perkuliahan yang sama-sama harus dijalani bukan harus dipikirkan, kenapa stress karena terlalu dipikirkan.
  • Coba lihat beban-beban yang membuat mahasiswa malas menyelesaikan kuliahnya bahkan dulu ada kuliah pengganti skripsi, tapi dipikirkan apa artinya sebuah gelar sarjana tanpa anda punya kualitas, karena penelitian anda adalah akumulasi kualitas anda sebagai mahasiswa, bukan sekedar label pendidikan yang kerap dijadikan standar hidup.
  • Skripsi adalah mental anda, siap tidak memperjuangkan kehidupan sebelum anda nanti bekerja yang jauh lebih keras lagi, skripsi yang anda hadapi hanya dosen pembimbing yang sulit dihubungi, label killer dan menyebalkan plus ujian sidang yang menguras mentalitas anda.
  • Buatlah perencanaan kalau anda ingin segera lepas dari kehidupan yang anda anggap beban, sekali lagi anda harus membuat prioritas hidup anda untuk menentukan apa yang akan anda selesaikan seperti bereskan mata kuliah anda, penuhi syarat IPK anda yang bisa menutupi kekurangan skripsi anda.
  • Berkonsultasilah dengan siapapun dan janganlah tergesa-gesa dan latah karena teman sekelas anda banyak yang sudah mengajukan judul, carilah judul yang baik melalui observasi anda lalu sesuaikan dengan kemampuan anda dan kurangi idealisme berlebihan kalau bisa sederhanakan dan berfokuslah pada isi penelitian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tulisan Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *